Biografi Raden Ajeng Kartini - Pahlawan Wanita Indonesia

http://biografionline.blogspot.com/
Biografi RA Kartini - Emansipasi wanita sebuah padangan yang muncul ketika kita mendengar nama beliau Ibu RA. Kartini. Seorang sosok pejuang wanita yang gigih untuk memperjuangkan kaumnya, yaitu kaum wanita yang ketika jaman beliau dulu wanita selalu dipandang sebagai kaum lemah yang tugasnya hanya bekerja diapur dan mengurus rumah tangga. Tapi berkat beliau kaum wanita bisa menunjukkan bahwa mereka juga adalah kaum yang menentukan, pantas untuk memimpin dan revolisioner. Berikut ini biografi singkat beliau Raden Ajeng Kartini.

Raden Adjeng Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Ia lahir pada tahun 1879 di kota Rembang . Ia adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara.

Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi, maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo.

Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun. Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.

Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.

Kartini banyak membaca surat kabar Semarang De Locomotief yang diasuh Pieter Brooshooft, ia juga menerima leestrommel (paket majalah yang diedarkan toko buku kepada langganan). Di antaranya terdapat majalah kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang cukup berat, juga ada majalah wanita Belanda De Hollandsche Lelie. Kartini pun kemudian beberapa kali mengirimkan tulisannya dan dimuat di De Hollandsche Lelie. Dari surat-suratnya tampak Kartini membaca apa saja dengan penuh perhatian, sambil membuat catatan-catatan. Kadang-kadang Kartini menyebut salah satu karangan atau mengutip beberapa kalimat. Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tapi juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. Di antara buku yang dibaca Kartini sebelum berumur 20, terdapat judul Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta karya Multatuli, yang pada November 1901 sudah dibacanya dua kali. Lalu De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus. Kemudian karya Van Eeden yang bermutu tinggi, karya Augusta de Witt yang sedang-sedang saja, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, Die Waffen Nieder (Letakkan Senjata). Semuanya berbahasa Belanda.

Oleh orangtuanya, Kartini disuruh menikah dengan bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka. Anak pertama dan sekaligus terakhirnya, RM Soesalit, lahir pada tanggal 13 September 1904. Beberapa hari kemudian, 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.

Keinginan Kartini untuk melanjutkan studi, terutama ke Eropa, memang terungkap dalam surat-suratnya. Beberapa sahabat penanya mendukung dan berupaya mewujudkan keinginan Kartini tersebut. Ketika akhirnya Kartini membatalkan keinginan yang hampir terwujud tersebut, terungkap adanya kekecewaan dari sahabat-sahabat penanya. Niat dan rencana untuk belajar ke Belanda tersebut akhirnya beralih ke Betawi saja setelah dinasihati oleh Nyonya Abendanon bahwa itulah yang terbaik bagi Kartini dan adiknya Rukmini.
Pada pertengahan tahun 1903 saat berusia sekitar 24 tahun, niat untuk melanjutkan studi menjadi guru di Betawi pun pupus. Dalam sebuah surat kepada Nyonya Abendanon, Kartini mengungkap tidak berniat lagi karena ia sudah akan menikah. "...Singkat dan pendek saja, bahwa saya tiada hendak mempergunakan kesempatan itu lagi, karena saya sudah akan kawin..." Padahal saat itu pihak departemen pengajaran Belanda sudah membuka pintu kesempatan bagi Kartini dan Rukmini untuk belajar di Betawi.
Saat menjelang pernikahannya, terdapat perubahan penilaian Kartini soal adat Jawa. Ia menjadi lebih toleran. Ia menganggap pernikahan akan membawa keuntungan tersendiri dalam mewujudkan keinginan mendirikan sekolah bagi para perempuan bumiputra kala itu. Dalam surat-suratnya, Kartini menyebutkan bahwa sang suami tidak hanya mendukung keinginannya untuk mengembangkan ukiran Jepara dan sekolah bagi perempuan bumiputra saja, tetapi juga disebutkan agar Kartini dapat menulis sebuah buku.

Berkat kegigihannya Kartini, kemudian didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada 1912, dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah "Sekolah Kartini". Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis.
Setelah Kartini wafat, Mr.J.H Abendanon memngumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada para teman-temannya di Eropa. Buku itu diberi judul “DOOR DUISTERNIS TOT LICHT” yang artinya “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.
Ref :
http://id.wikipedia.org/wiki/Kartini
http://rizkythea.blogspot.com/2010/02/biografi-ra-kartini.html

Biografi Stan Shih Pendiri Produk Acer

http://biografionline.blogspot.com/
Jika kita cermati, kebanyakan teknologi komputer , laptop ataupun hp dikuasai oleh negara Amerika, banyak perusahaan – perusahaan komputer bertaburann di negeriadidaya itu seperti IBM, Apple, Hewlet-Packard atau yang lainnya.

Tahukah teman bahwa orang Asia juga bisa bersaing dengan negara adidaya sekelas Amerika. Kita bisa melihat Samsung, Toshiba dan Acer adalah beberapa raksasa komputer yang berasal dari negara-negara Asia dan bisa bersaing dengan raksasa-raksasa dari Amerika.

Kali ini penulis akan membahas Stan Shih, beliau adalah orang yang berperan penting dalam membesarkan perusahaan komputer ber merk Acer. Berikut ini adalah Biografi Stan Shih.

Biografi Stan Shih

Stan Shih memiliki nama asli Shi Zhenrong adalah seorang Taiwan yang dilahirkan pada tanggal 8 Desember 1944. Latar belakang keluarga Stan Shih bukanlah dari keluarga berada. Stan Shih yang lahir di akhir pendudukan Jepang di Taiwan harus mau mersakan bagaimana itu hidup susah dan miskin.

Sejak kecil Stan Shih adalah anak yatim. Ia harus rela melepaskan waktu kecilnya untuk bermain karena harus membantu sang ibu berjualan telur. Setiap hari selepas sekolah Stan Shih harus menjajakan telur-telur ibunya. Dari sinilah Stan Shih belajar berwirausaha.

Walau kemiskinan menerpanya, Stan Shih tetap kekeuh meneruskan sekolahnya hingga jenjang paling tinggi. Lulus dari SMA di Taiwan, Stan Shih meneruskan pendidikannya di Universitas National Jiao Tong di Taiwan. Dari university inilah ia menerima gelar sarjana dan master di jurusan Teknik Elektro.

Menikah dan Mendirikan Acer

Setelah menyelesaikan study nya Stan Shih kemudian menikah dengan Carolyn Yeh. Mereka berdua kemudian memutuskan untuk menjadi wirausahawan dengan mendirikan Multitech pada 1976. Pada tahun 1987 Multitech diubah namanya menjadi Acer agar mudah diingat.

Perusahaan ini menghasilkan produk-produk seperti komputer, laptop, LCD, notebook dan smart phone. Perusahaan ini pun kemudian mengalami perkembangan yang signifikan dimana menjadi perusahaan teknologi komputer yang bisa mendunia. Terbukti produk-produk Acer banyak juga dijumpai di pasaran Indonesia. Acer pun bisa bersanding dengan merk-merk papan atas seperti NEC, Toshiba, Dell, dan Hewlwett-Packard.

Pensiun Dini

Ketika tahun 2004 dimana perkembangan Acer sangat maju, Stan Shih sang pendiri dan pemimpin Acer justru memutuskan untuk pensiun diusianya yang ke 60. Ini adalah hal yang kontradiktif dengan kebiasaan pengusaha Tionghoa karena biasanya pengusaha Tionghoa justru akan bekerja keras tak peduli sampai umur berapa hingga dirinya tak sanggup. Namun Stan Shih berpikir lain. Ia ingin merubah hal itu. Menurut Stan Shih sebuah organisasi bisnis haruslah terjadi reformasi kepemimpinan dimana yang muda diberi kesempatan untuk berkembnag agar perusahaan tersebut terus bisa eksis dan menjadi yang terbaik. Satu perusahaan harus digerakkan oleh darah-darah baru yang segar dan bertenaga serat dapat mengikuti perkembangan jaman yaitu kaum muda.

Menurut Stan Shih, dibawah kepemimpinan kaum muda ia berharap perusahan Acer bisa membuat gaya baru yang lebih agresif dan ini hanya bisa dicapai jika yang memimpin adalah kaum mudanya.
Selama menjadi pemimpin Acer, Stan Shih dikenal sangat toleran dn memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Ia memperlakukan pegawainya layaknya satu keluarga serta memberikan pembagian keuntungan selain gaji.

Stan Shih dan keluarga termasuk orang yang sederhana walau sebenarnya ia bisa hidup glamour layaknya para konglomerat. Gaya hidup Stan Shih mencerminkan gaya hidup orang Taiwan yaitu sederhana, santai, harmonis, kuat, dan humoris.

Perkembangan Acer

Acer sekarang telah menjadi perusahaan raksasa dimana jumlah pekerjanya melebihi 39 ribu orang dan merambah ke lebih dari 100 negara. Pada tahun 2002 pendapatan Acer Group mencapai 12,9 miliar dollar. Walau Acer sudah menjadi perusahaan internasional namun kantor pusat Acer masih berada di negara asalnya yaitu Taiwan. Stan Shih tak berencana memindahkannya ke Amerika yang merupakan pusat industri dan teknologi karena sangat mencintai Taiwan. Kantor pusat Acer tepatnya berada di kota Sijhih , Taipei County, Taiwan.

Pada beberapa tahun belakangan, pasaran Acer di Amerika Utara merosot drasris namun nama Acer di Eropa justru kian melambung. Hal ini dikarenakan keikutsertaan Acer dalam mensponsori Tim Formula 1 Ferrari dan bekas tim F1, Prost Grand Prix.

Sekarang, Acer telah menjadi raksasa di dunia teknologi komputer dan smartphone. Hal ini tentu tak lepas dari kerja keras dan jatuh bangun para pendahulunya. Dan sekarang para anak turunnya bisa menikmati hasilnya, tentu saja harus terus inovatif agar bisa meningkatkan diri.

Biografi Adam Malik Pendiri ASEAN

Adam Malik
Adam Malik adalah salah satu tokoh pergerakan nasional. Beliau dilahirkan di Pematang Siantar pada tanggal 22 Juli 1917, Sumatra Utara. Adam Malik adalah anak yang cerdik sekaligus pintar. Ia memiliki segudang akal cerdik dalam menanggapi berbagai persoalan hidup. Adam Malik selalu dapat menjawab berbagai pertanyaan apapun itu sehingga ia mendapat julukan “Si Kancil” saat masih kecil. 

Ketika menjabat sebagai Menlu, ia sering mengungkapkan kalimat “Semua Bisa Diatur” yang membuat orang berfikir bahwa di negara ini semua bisa diselesaikan dengan uang yang arahnya tentu ke budaya yang kurang baik. Namun apapun itu tentang Adam Malik, yang pasti beliau turut memiliki andil dalam kemerdekaan Indonesia tercinta. Berikut ini adalah biografi Adam Malik.


Biografi
Adam Malik adalah anak dari pasangan Haji Abdul Malik Batubara dan Salamah Lubis. Adam Malik kecil sangat menyukai film action seperti koboy, fotografi dan membaca berbagai buku pengetahuan. Selulus HIS, Adam membantu ayahnya mengurus toko keluarga yaitu toko “Murah”. Yang letaknya berhadapan dengan bioskop Deli. Sembari menjaga toko, Adam menenggelamkan dirinya dengan membaca berbagai buku. Disitulah dirinya menjadi kaya akan informasi , pengetahuan dan wawasan.

Adam Malik adalah pemuda yang kritis, saat berusia 17 tahun, ia aktif dalam berbagai gerakan politik untuk memerdekakan bangsanya salah satunya adalah Partindo, saking aktifnya, Adam Malik pernah berurusan dengan hukum hingga di penjara 2 bulan oleh polisi Dinas Intel Politik di Sipirok.

Keinginannya untuk ikut membela bangsanya agar cepat merdeka membuat Adam Malik merantau ke Jakarta. Di usia 20 tahun, kipra Adam Malik dalam ikut andil memerdekakan Indonesia mulai terlihat. Ia bersama Soemanang, Sipahutar, Armin Pane, Abdul Hakim, dan Pandu Kartawiguna, memelopori berdirinya kantor berita Antara tahun 1937 berkantor di JI. Pinangsia 38 Jakarta Kota. Dengan modal satu meja tulis tua, satu mesin tulis tua, dan satu mesin roneo tua, mereka menyuplai berita ke berbagai surat kabar nasional. Sebelumnya, ia sudah sering menulis antara lain di koran Pelita Andalas dan Majalah Partindo.

Perjuangan Adam Malik tidak berhenti sampai di situ, ketika penjajahan Jepang, ia ikut dalam perang gerilya. Ketika Indonesia akan merdeka yaitu mendekati tanggal 17 Agustus 1945, Adam Malik bersama Sukarni, Chaerul Saleh dan Wikana, menculik Ir Soekarno dan Bung Hatta dan memaksa dwi tunggal tersebut agar segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. 

Adam Malik jugalah yang menjadi sumber penggerak masyarakat Jakarta agar berkumpul di lapangan Ikada dan mendukung sepenuhnya kepemimpinan Soekarno-Hatta. Mewakili kelompok pemuda, Adam Malik sebagai pimpinan Komite Van Aksi, terpilih sebagai Ketua III Komite Nasional Indonesia Pusat (1945-1947) yang bertugas menyiapkan susunan pemerintahan. Selain itu, Adam Malik adalah pendiri dan anggota Partai Rakyat, pendiri Partai Murba, dan anggota parlemen.
Di masa kepemerintahan Soekarno, Adam Malik diangkat sebagai duta besar luar biasa dan berkuasa penuh untuk Unisovyet dan Polandia. Beliau juga ditunjuk sebagai ketua delegasi RI dalam perundingan Indonesia – Belanda untuk penyerahan Irian Barat pada tahun 1962. Ia juga iangkat sebagai Menko pelaksana Ekonomi Terpimpin di tahun 1965.

Ketika PKI semakin kuat, Adam Malik bersama Roeslan Abdul Ghani dan Jenderal Nasution sangat tidak menyukainya dan mereka bertiga terkenal dengan trio-sayap kanan yang dianggap kontra-revolusi. Namun saat kepemimpinan Soeharto, sikap Adam Malik yang tidak suka dengan PKI ini justru menguntungkannya. Ia kemudian bergabung dengan Golkar dan menjabat sebagai Menlu RI.

Adam Malik sangat strategis sekali perannya alam hubungan diplomatik Indonesia dengan negara lain. Beliau juga lah yang mempelopori berdirinya ASEAN di tahun 1967. Ia juga ditunjuk sebagai orang ASIA ke dua yang menjadi pemimpin sidang di PBB.

Di tahun 1977, Adam Malik dipilih sebagai ketua DPR/MPR dan tiga bulan kemudian diangkat sebagai Wakil Prsiden yang menggantikan Sri Sultan HB IX.

Sifat Adam Malik yang ingin perannya terlihat membuatnya tak betah menjabat sebagai wakil presiden yang kerjaannya hanya meresmikan gedung saja. Ia kemudian melakukan dan menyatakan keresahan hatinya akan feodalisme yang dianut pemimpin nasional yang menurutnya seperti ‘tuan-tuan kebon’.

Seperti yang sudah ditulis diatas, Adam Malik tentu sering diberondong oleh wartawan berbagai pertanyaan politik. Namun Adam Malik selalu bisa menjawab dengan jawaban yang sangat terkenal ‘Semua Bisa Diatur’ seolah-olah mengindikasikan bahwa di negeri ini semua bisa diatur dengan uang. Adam Malik selalu memiliki banyak cara dalam menjawab pertanyaan itu.

Adam Malik Meninggal

Setelah berperan banyak untuk Republik tercinta ini, tampaknya tibalah waktu bagi Adam Malik untuk beristirahat untuk selamanya. Beliau meninggal pada tanggal 5 September 1984 di Bandung karena penyakit kanker lever atau kanker hati. Setelah kematiannya, keluarga Adam Malik mendirikan Museum Adam Malik untuk mengenang jasanya. Pemerintah RI juga memberikan berbagai tanda jasa sebagai penghormatan untuk beliau.

Biografi Pahlawan Penerbangan Adisucipto

Adisucipto
Adisucipto adalah salah satu dari Pahlawan Nasional Indonesia dalam bidang penerbangan. Jasa beliau dikenang saat beliau dengan gagah berani menerbangkan pesawat tua untuk menembaki tangsi-tangsi Belanda, walau hanya mengandalkan pesawat tua yang lebih layak disebut peti mati terbang daripada pesawat. Berikut ini akan dibahas Biografi Adisucipto.

Biografi

Adisucipto atau Adisutjipto berasal dari Salatiga, Jawa Tengah. Beliau dilahirkan pada tanggal 4 Juli 1916. Sejak kecil beliau terkenal dengan kecerdasan dan ketajaman otaknya. Nilai-nilai dan prestasinya di sekolah sangat membanggakan. Setelah tamat dari Algemene Middelbare School (AMS) Semarang pada tahun 1936, Adisucipto langsung mendaftar ke Akademi Militer Belanda di Breda. Namun sang ayah menginginkannya menjadi seorang dokter dan bersekolah di Geneeskundige Hooge Shool (Sekolah Tinggi Kedokteran) Jakarta.

Adisucipto yang keras kepala mendaftarkan dirinya di Militaire Luchtvaart Opleidings School atau Sekolah Penerbangan Militer di Kalijati Subang. Beliau diterima dengan nilai yang sangat memuaskan bahkan beliau kemudian berhasil tamat dengan prestasi yang mencengangkan dimana sudah lebih cepat dari teman-teman seangkatannya tetapi juga mendapat brevet penerbang kelas atas dimana itu adalah penghargaan kelas tinggi dalam sekolah penerbangan, jarang sekali orang yang mendapatkannya dan dia adalah satu-satunya orang Indonesia yang memilikinya. Adisucipto lulus dengan pangkat Letnan.

Adisucipto kemudian ditugaskan di Skadron Pengintai di Jawa. Ketika Belanda bertekuk lutut atas Jepang, seluruh penerbangan dibebas tugaskan dan Adisucipto pulang kampung ke Salatiga. Beliau akhirnya menikah dengan Rahayu.

Bergabung Dengan TKR AU

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, bersamaan dengan dibentuknya Tentara Keamanan Rakyat, Adisucipto dipanggil tugas kembali oleh Surjadi Suryadarma yang memimpin Jawatan Penerbangan untuk bergabung dalam TKR Angkatan Udara.

Ketika Jepang menyerah tanpa syarat, Jepang banyak meninggalkan pesawat tua yang sebenarnya sudah tak layak pakai. Itu adalah awal mula pesawat milik Angkatan Udara. Selain itu saat itu Angkatan Udara juga belum memiliki pilot yang cukup. Walau dengan kondisi yang cukup memprihatinkan itu, Adisucipto dengan gagah berani tetap menerbangkan pesawat itu. Pesawat jenis Nishikoren yang telah di cat merah putih berhasil diterbangkan oleh Adisucipto dari Tasikmalaya ke Maguwo pada tanggal 10 Oktober 1945. 

Beliau juga berhasil menerbangkan dengan selamat pesawat Cureng berbendera merah-putih di atas Yogyakarta. Hal ini dilakukannya untuk memompa semangat rakyat Indonesia yang saat itu barusan merdeka dan masih labil. Apalagi ketika itu ada isu Belanda bakal membonceng Sekutu untuk melakukan penjajahan kembali atas Indonesia.

Untuk melatih para pilot baru, sekolah penerbangan kemudian didirikan pada 1 Desember 1945. Adisucipto sebagai instruktur dan Surjadi sebagai administrator. Jangan dibayangkan sekolah penerbangan saat itu elit,bahkan  jauh dari layak. Modalnya hanyalah pesawat tua yang sebenarnya sudah tak aman untuk diterbangkan. Namun hal itu tak menggentarkan semangat 31 siswa dalam belajar, justru karena semangat patriotismenya, kondisi serba minim itu semakin memacu semangat juang ke 31 siswa tersebut.

Bahkan seorang pilot Inggris yang sedang bertandang ke Indonesia mengatakan bahwa para pilot Indonesia itu sedang menerbangkan peti mati. Peti Mati yang dimaksud adalah pesawat tua yang siap mencelakai pilot itu sendiri jika tak mahir menerbangkannya. Memang pesawat yang digunakan oleh AU saat itu adalah pesawat Cureng buatan tahun 1933 yang jam terbangnya pun sudah tinggi, sehingga selain sudah sangat tua dan tak layak, kondisi mesinnya sudah mengkhawatirkan karena sudah sering dipakai makanya oleh pilot Inggris disebutnya peti mati.

Mendengar cemoohan itu, Adisucipto mencuekinya alias tak bergeming. Beliau tetap dengan semangat tinggi melatih para pilot muda AU. Bahkan Adisucipto berhasil membawa para siswa itu pada prestasi yang mencengangkan. Bukan hanya tak pernah jatuh, beberapa pilot muda seperti Suharnoko, Harbani, Soetardjo Sigit dan Moeljono berhasil membombardir tangsi-tangsi milik Belanda yang berada di Ambarawa, Salatiga dan Semarang.

Adisucipto Gugur

Pada tahun 1947, Indonesia kekurangan obat-obatan. Adisucipto bersama rekan-rekan AU mendapat perintah untuk mencari bantuan obat bagi PMI. Bantuan tersebut didapat dari negara tetangga yaitu Malaisia melalui Palang Merah Malaya. Adisucipto mengenakan pesawat hibah dari saudagar India yaitu Dakota VT-CLA. Penerbangan dilakukan tanpa sembunyi-sembunyi karena Inggris dan Belanda yang saat itu sedang melakukan agresi militer terhadap Indonesia juga telah sepakat menyetujuinya bahwa itu adalah misi damai. Sehingga Adisucipto dan rekannya pun tak pernah berfikir menyiapkan senjata untuk jaga-jaga barangkali diserang.

Namun dasar penjajah, walau sudah teken perjanjian juga tetap saja penjajah adalah penjahat. Pesawat yang ditumpangi oleh Adisucipto tiba-tiba ditembaki oleh Kitty Hawk milik Belanda ketika hendak mendarat di Lapangan Maguwo pada 29 Juli 1947. Adisucipto dan rekan-rekannya gugur dalam peristiwa itu, hanya satu yang selamat. Sang pahlawan gagah berani itu tiada untuk selamanya.

Belanda memang pengecut, penjahat, misi kemanusiaan juga tetap diserang. Hal ini dilakukan Belanda karena ingin membalas dendam pada Adisucipto yang telah membumi hanguskan tangsi Belanda di Ambarawa, Semarang dann Salatiga. Hal ini semakin membuktikan pada kita hingga sekarang, Jangann pernah percaya pada penjajah walau sudah hitam diatas putih sekalipun mereka tetap dengan seenaknya mangkir.

Ketika gugur, Adisucipto masih sangat muda yaitu 31 tahun. Kecerdasan, keberanian dan semangat patriotismenya terus di ceritakan dari generasi ke generasi untuk terus memotivasi generasi penerus terutama para pilot AU agar memiliki semangat juang untuk negara layaknya Adisucipto. Atas jasa-jasa beliau ini, pemerintah RI menyandangkan gelar Bapak Penerbang Republik Indonesia. Namanya pun diabadikan sebagai nama lapangan terbang yang awalnya bernama Maguwo diganti dengan Lapangan Udara Adisucipto atau Adisutjipto International Airport.




Biografi Jendral Abdul Haris Nasution

Jendral A.H Nasution
Jendral A.H Nasution atau Jendral Abdul Haris Nasution adalah salah satu Jendral Besar yang ikut serta dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Beliau adalah salah satu saksi sejarah yang berhasil menyaksikan sendiri kemerdekaan Indonesia, kepemimpinan Orde Lama (Presiden Soekarno), kepemimpinan Orde Baru (Era Soeharto) dan masa reformasi.


Jendral A.H Nasution (sering disapa Pak Nas) dilahirkan pada tanggal 3 Desember 1918 di Kotanopan, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Kesederhanaan, idealisme dan kekuatan visinya serta khusyuknya dalam beribadah tentulah dipengaruhi oleh keluarga dan lingkungan sekitarnya. A.H Nasution adalah anak dari keluarga petani yang bersahaja dan taat beragama. Beliau adalah anak kedua dari tujuh bersaudara.

Ayahnya adalah seorang aktivis Sarekat Islam di Kotanopan, Tapanuli Selatan. Nasution kecil sangat gemar membaca. Buku-buku seperti biografi tokoh dunia, sejarah dan kisah Nabi Muhammad serta perang kemerdekaan Belanda dan Perancis telah mengisi hari-harinya.

Setelah lulus AMS-B (setingkat SMA PASPAL) di tahun 1938, Nasution bekerja sebagai guru di Bengkulu dan Palembang. Selepas itu, Nasution pun bergabung ke dalam Akademi Militer dan sempat terhenti pendiidkannya karena invasi Jepang pada tahun 1942. Saat itu, Belanda yang telah kuat armada militernya dapat diberangus oleh Jepang karena tak mendapat dukungan dari rakyat. Sedangkan Jepang yang barusan masuk ke Indonesia dengan mudahnya mengalahkan Belanda. Ini menjadi pelajaran bagi Nasution bahwa dukungan rakyat sangatlah penting bagi militer.

Saat perang Revolusi Kemerdekaan I (1946-1948), TNI bahu membahu bersama rakyat melakukan perang gerilya atau disebut perang rakyat. Dan TNI bersama rakyat mendapat kemenangan berhasil mengusir penjajah Belanda yang mau menjajah Indonesia kembali.  Saat itu A.H Nasution diberi wewenang memimpin Divisi Siliwangi. Pak Nas menarik kesimpulan berharga lagi bahwa karena rakyat mendukung sepenuhnya maka perang bisa dimenangkan oleh TNI bersama rakyat. Hal ini kemudian diterapkan dalam perang revolusi Kemerdekaan II dimana beliau saat itu menjadi Panglima Komando Jawa (1948-1949).

Beliau adalah jendral idealis yang sangat tekun beribadah. Beliau lebih memilih hidup sederhana ketimbang menumpuk harta walau itu bisa saja dilakukannya mengingat posisinya sebagai orang nomor satu di ABRI. Rumah beliau hingga pensiun tetaplah rumah sederhana yang tak pernah direnovasi. Bahkan entah karena faktor apa, jaringan PDAM rumahnya disabotase oleh orang yang tak menyukainya sehingga beliau harus membuat sumur sendiri guna mendapatkan air bersih. Ternyata walau beliau orang yang sangat jujur dan lurus juga masih ada saja yang tak menyukainya (lha wong Nabi Muhammad saja yang sudah dijamin Allah akhlaknya juga masih memiliki musuh, tak ada yang sempurna di dunia ini).

Walau sangat sibuk memimpin TNI/ABRI, Pak Nasution juga manusia biasa yang pernah jatuh cinta. Pak Nas memiliki hobi bermain tennis. Ketika bermain tennis, beliau berjumpa dengan seorang gadis puteri kedua dari R.P Gondokusumo pengurus partain Indonesia Raya (Parindra) yang bernama Johana Sunarti. Pak Nas akhirnya menikahinya dan dikaruniai dua orang puteri yang cantik-cantik, salah satunya adalah Ade Irma Suryani yang ikut gugur dalam peristiwa G 30 S/PKI.

Jadi Target Pembunuhan, Dikucilkan Orba dan Dipersalahkan Reformasi
Jika kita menengok sejarah, Pak Nas adalah salah satu target pembantaian pemimpin AD oleh PKI namun lolos dan sebagai gantinya adalah nyawa puteri kesayangannya, Ade Irma Suryani yang melayang terterjang peluru PKI.

Pak Nas pernah dituduh sebagai musuh poitik Orba dan dikucilkan padahal beliau adalah salah satu tonggak lahirnya Orba. Pak Nas lah yang memimpin sidang istimewa MPRS yang agendanya memberhentikan Presiden Soekarno sebagai Presiden RI pada 1967.

Pak Nasution adalah jendral yang berhati lembut. Beliau dua kali menitikkan air mata, pertama ketika melepas jenazah ke tujuh Pahlawan Revolusi yang dibunuh PKI secara keji . Dan yang kedua adalah ketika menerima pengurus pimpinan KNPI yang datang ke rumahnya berkenaan dengan penulisan buku, Bunga Rampai TNI, Antara Hujatan dan Harapan.

Beliau juga adalah penggagas Dwi Fungsi ABRI, namun beliau merasa bersalah ketika pelaksanaan dwi fungsi ABRI di selewengkan guna mengekalkan kepemimpinan seseorang saja. Bahkan konsep yang digagas Pak Nas ini akhirnya dihujat habis-habisan saat reformasi. Pak Nas merasa turut bersalah dan sedih akan hal itu. Bukan itu maksud dari gagasannya. Beliau juga tak berniat menjadikan ABRI sebagai alat poitik kekuasaan.

Usut punya usust yang menjadikannya dimusuhi penguasa Orba adalah karena Pak Nas adalah salah satu penandatangan petisis 50. Namun Pak Nas mengakui peran serta Soeharto dalam memimpin pasukan Wehrkreise melakukan serngan umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta hingga berhasil. Walau Orba mengucilkannya, namun pada akhir hayatnya, Pak Nas menerima gelar Jendral Besar dari pemerintah. Mungkin gelar tersebut sebagai wujud terima kasih Soeharto pada jasa Pak Nas. Bagaimanapun juga Pak Nasution juga telah banyak berjasa dalam melahirkan Orba.

Pak Nas juga berjasa dalam meletakkan dasar perang gerilya dalam melawan penjajah Belanda. Segala pengajaran mengenai perang gerilya beliau tuangkan dalam sebuah buku  yang berjudul Strategy of Guerrilla Warfare dimana buku tersebut telah disadur ke beberapa bahasa asing serta menjadi buku wajib militer di sekolah-sekolah elite militer di berbagai negara. Termasuk sekolah elite militer di Amerika, West Point.

Menulis Buku
Ketika dirinya mulai tersingkir dari dunia politik, yaitu ketika selesai menjadi pemimpin sidang MPRS tahun 1972, beliau yang pernah menduduki posisi kunci utama TNI selama 13 tahun ini tak lantas menghiba-hiba meminta kursi politik. Walau sebenarnya kharisma dan pengaruh beliau masih sangat besar dan bisa saja beliau menyususn siasat untuk membuat dirinya kembali bertengger di kancah perpoltikan namun beliau tak melakukan itu. Beliau cukup tahu diri posisinya. Dan beliau memutuskan menyibukkan diri menulis buku memoar.

 Pada 1986, lima dari tujuh jilid memoar perjuangan A.H Nasution telah selesai ditulisnya dan telah beredar di pasaran. Lima memoar ini masing-masing berjudul Kenangan Masa Muda, Kenangan Masa Gerilya, Memenuhi Panggilan Tugas, Masa Pancaroba, dan Masa Orla. Dua lagi memoarya, Masa Kebangkitan Orba dan Masa Purnawirawan, sedang dalam persiapan. Selain memoar, beliau juga menulis buku yang lain yang berjudul Pokok-Pokok Gerilya, TNI (dua jilid), dan Sekitar Perang Kemerdekaan (11 jilid).

Jendral A.H Nasution V.S Presiden Soekarno
Jendral A.H Nasution sangat mengagumi Presiden pertama Indonesia, Ir Soekarno. Menurut beliau, Bung Karno adalah pemimpin yang sangat kharismatik. Walau begitu,, ketika Pak Nas memimpin TNI, beliau juga kerap berseberangan dengan sang proklamator tersebut. Namun kemudian akur kembali. Sebagai contoh, ketika terjadi pergolakan di dalam Angkatan Darat tahun 1952, Pak Nas menilai sang Presiden terlalu ikut campur. Kemudian pada “Peristiwa 17 Oktober”, ketika itu Jendral A.H Nasution ikut andil dalam pembubaran DPRS dan menuntut dibentuknya DPR baru, sehingga diberhentikan oleh presiden Soekarno.

Sempat tak akur beberapa lama, pada tahun 1955 Bung karno rukun kembali dengan Pak Nas dan mengangkat beliau menjadi ketua KSAD. Yaitu setelah adanya pemberontakann PRRI/Permesta dimana Pak Nas dipercaya sebagai co-formatur pembentukan Kabinet Karya dan Kabinet Kerja.

Ketika selesai perang pembebasan Irian Barat, kedua tokoh nasional ini terjadi cek-cok lagi dikarenakan Bung Karno memberi kesempatan pada PKI yang nyata-nyata berhalauan komunis untuk berkembang di INdonesia dimana Pak Nas sangat bertentangan engan prinsip PKI.

Itulah kisah putus-nyambung antara Ir soekarno dan Jendral A.H Nasution. Apapun yang terjadi, Pak Nas tetaplah mengagumi sosok Ir Soekarno, jika ditanya alasannya beliau menjawab “ Bung Karno sudah keluar masuk penjara gara-gara memperjuangkan kemerdekaan Indonesia sebelum saya faham apa itu perjuangan kemerdekaan.”

Wafatnya Jendral A.H Nasution
Semenjak kecil, Jendral A.H Nasution sudah biasa hidup sederhana. Hal inipun beliau terapkan hingga akhir hayatnya. Beliau meninggal di usia 82 tahun tepatnya 6 September 2000 (bulan yang sama ketika beliau menjadi target pembunuhan G 30S/PKI namun meleset). Beliau tidak meninggalkan materi berlimpah. Hanya idealisme dan kekayaan pengalaman dalam berjuang saja yang beliau wariskan melalui buku-bukunya.

Rumah tinggal beliau bersama keluarga besarnya yang terletak di jalan Teuku Umar Jakarta tampak begitu sederhana dan tak pernah tersentuh renovasi, sangat jauh sekali dari standar rumah seorang perwira tinggi TNI. Beliau juga telah kehilangan anak perempuannya yang cantik, Ade Irma, terkena terjangan peluru PKI. Namun sebagai gantinya beliau dikaruniai umur panjang hingga bisa melihat sendiri pergantian kekuasaan diantara tokoh-tokoh yang beliau kenal juga (kemerdekaan Indonesia, Orde Lama – Soekarno, Orde Baru – Soeharto dan Reformasi).

Biodata Jendral Abdul Haris Nasution
Nama: Abdul Haris Nasution
Pangkat: Jenderal Bintang Lima
Lahir : Kotanopan, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, 3 Desember 1918
Meninggal: Jakarta, 6 September 2000
Agama : Islam
Istri: Ny Johanna Sunarti

Pendidikan :
= HIS, Yogyakarta (1932)
= HIK, Yogyakarta (1935)
= AMS Bagian B, Jakarta (1938)
= Akademi Militer, Bandung (1942)
= Doktor HC dari Universitas Islam Sumatera Utara, Medan (Ilmu Ketatanegaraan, 1962)
= Universitas Padjadjaran, Bandung (Ilmu Politik, 1962)
= Universitas Andalas, Padang (Ilmu Negara 1962)
= Universitas Mindanao, Filipina (1971)

Karir :
= Guru di Bengkulu (1938)
= Guru di Palembang (1939-1940)
= Pegawai Kotapraja Bandung (1943)
= Dan Divisi III TKR/TRI, Bandung (1945-1946)
= Dan Divisi I Siliwangi, Bandung (1946-1948)
= Wakil Panglima Besar/Kepala Staf Operasi MBAP, Yogyakarta (1948)
= Panglima Komando Jawa (1948-1949)
= KSAD (1949-1952)
= KSAD (1955-1962)
= Ketua Gabungan Kepala Staf (1955-1959)
= Menteri Keamanan Nasional/Menko Polkam (1959-1966)
= Wakil Panglima Besar Komando Tertinggi (1962-1963)
= Wakil Panglima Besar Komando Tertinggi (1965)
= Ketua MPRS (1966-1972)

Alamat Rumah :
Jalan Teuku Umar 40, Jakarta Pusat Telp: 349080

Biografi Abraham Samad – Ketua KPK

http://biografionline.blogspot.com/
Biografi Abraham Samad atau Dr. Abraham Samad, S.H., M.H adalah seorang advokat yang sekarang ini menjabat sebagai ketua Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK dalam masa periode 2011 hingga 2015. Abraham Samad terbilang sukses dalam melakukan pemberantasan korupsi, terbukti sejak dipilihnya beliau, banyak kasus korupsi terungkap dan beliau tak segan menyeret sang pelaku (walau itu pejabat negara atau bahkan presiden sekaligus) ke meja hijau. Banyak yang menyukai kinerjanya namun tak sedikit juga yang berusaha mencari celah kesalahannya. Namun hingg artikel ini ditulis, Abraham Samad tetap ‘lurus’ dalam mengemban amanah ini.

Kasus-kasus besar seperti Hambalat, Kasus Daging Sapi Import hingga saat ini ada kasus korupsi dengan ketua MK yang baru, telah ditanganinya. Walau belum dianggap tuntas seratus persen, namun kasus tersebut termasuk kasus besar yang telah banyak menyeret pejabat negara ke meja peradilan, dimana untuk melakukan itu taruhannya bisa jadi nyawa ketua KPK itu sendiri.

Sebenarnya, siapa sih sosok Abraham Samad? Dari mana beliau berasal dan siapa yang paling mempengaruhi kepribadian dirinya hingga memiliki nyali yang sangat besar untuk menegakkan keadilan hingga nyawa taruhannya. Berikut ini akan diulas tentang Biografi Abraham Samad.

Biografi

Abraham Samad adalah orang kelahiran Makassar pada tanggal 27 November 1967. Sejak kecil Abraham Samad sudah ditinggal oleh ayahnya sehingga hanya dengan ibunyalah dirinya tumbuh dan berkembang. Dibawah pengasuhan ibunya inilah, Abraham tumbuh menjadi pribadi yang kritis. Ia tak mentolelir adanya kesewenangan terhadap manusia lain terutama yang lebih lemah. Sosok sang ibu begitu mempengaruhi kepribadian dan menjadi pilar bagi tuntunan hidupnya.

Setamat SD pada tahun 1980, Abraham Samad kemudian masuk ke SMP Nasional di Makassar. Sikap kritis Abraham semakin terasah. Ia sangat tidak berkompromi terhadap segala bentuk penyimpangan di sekitarnya. Di tahun 1983, Abraham masuk ke SMA Katolik Cendrawasih, Makassar. Abraham termasuk siswa yang cerdas dan vokal di kalangan teman-temannya. Jiwa kritisnya dan jiwa pemberontak yang sudah tertanam dalam dirinya membuat ia kerap kali terlibat pertengkaran, namun pertengkaran yang ia lakukan adalah karena membela temannya yang tertindas. Sudah menjadi terkenal di kalangan teman-temannya jika ada yang merasa di perlakukan tidak adil maka mereka langsung mengadu ke Abraham.

Semenjak kecil Abraham bercita-cita ingin jadi advokat, maka selepas SMA ditahun 1987, Abraham mengikuti tes di Universitas Hasanuddin Makassar jurusan Hukum dan beliau diterima. Menjadi mahasiswa Hukum membuat Abraham seakan menemukan tempat untuk menyalurkan idealismenya.

Abraham kemudian magang. Dalam magangnya ini, Abraham menemukan bahwa sistem hukum di Indonesia cenderung sering di politisasi untuk kepentingan tertentu, bahkan hukum bisa dijual belikan dengan harga yang rendah. Hal ini membuat Abraham geram dan semakin gelisah. Ia ingin meluruskan itu semua namun belum tahu harus dari mana.

Menangani Kasus Pertama

Suatu saat dirinya diserahi menyelesaikan suatu kasus yaitu Bom Makassar beberapa tahun lalu. Sebenarnya masalah ini sangat sensitif dan cenderung dihindari advokat lain, pasalnya kasus ini akan sedikit menyinggung SARA. Kasus bom Makassar ini ditunggangi isu teroris yang tidak berdasar. Namun Abraham Samad menerima kasus ini ditangani olehnya karena ia ingin membela para keluarga korban perlakuan tak adil tersebut.

Keprihatinan Abraham Samad juga terlihat atas kasus korupsi yang sudah membudaya di negeri ini, hukum di Indonesia sudah kehilangan kredibilitasnya karena kasus korupsi ini.

Abraham menegaskan "Para penegak hukum, termasuk para advokat saat ini telah menjadi bagian dari mata rantai korupsi itu. Inilah yang menjadikan sistem peradilan kita mengalami proses pengeroposan, dimana budaya korupsi ini secara langsung menyebabkan perlakuan terhadap rakyat kecil menjadi sampai tidak adil", papar Abraham.

"Dengan demikian, lanjut Abraham, apapun bentuk program yang akan dijalankan untuk mengeliminir kecenderungan budaya perilaku korup ini, bila mafia hukum dan peradilan tidak diberantas, maka semua itu tak akan ada gunanya", lanjutnya.

Setelah menyelesaikan S1 nya, Abraham Samad melanjutkan S2 dan S3 nya di UnHas juga. Dalam tesis untuk mendapat gelar doktornya, beliau mengangkat tema pemberantasan korupsi dimana penanganan kasus korupsi di pengadilan negeri harus dilakukan dengan pengadilan khusus. Selain menyelesaikan studinya dan menjadi advokat, Abraham Samad juga mendirikan sebuah LSM yang bernama ACC atau Anti Coruption Committee. LSM ini bekerja dalam rangka membongkar kasus-kasus korupsi di Sulawesi Selatan juga mendukung sistem pemerintahan yang bersih dan pelayanan umum yang maksimal dengan agenda utamanya pemberantasan korupsi. Abraham Samad sendiri dalam LSM tersebut adalah pendiri sekaligus koordinator.

Menjadi Pimpinan KPK


http://biografionline.blogspot.com/

Pada tahun 2011, Abraham Samad mengajukan diri untuk mengikuti seleksi pimpinan KPK. Sebenarnya sebelum ini, Abraham Samad sudah pernah mengikuti seleksi pimpinan KPK sebanyak dua kali namun gagal. Beliau juga pernah mendaftar sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Komisis Yudisisal namun juga gagal. Baru yang ketiga kalinya mengikuti seleksi calon pimpinan KPK inilah ia sukses lulus di berbagai tes kelayakan oleh DPR.

Bersama dengan 10 calon yang kemudian menjadi 8 calon yang lain, Abraham Samad mengikuti tes uji kelayakan dan kepatutan oleh DPR yang diselenggarakan pada 21 November 2011.

Abraham Samad kemudian menang dengan total suara 43 dari 56 suara mengalahkan Bambang Widjojanto dan Adnan Pandu Praja.  Abraham Samad bersama jajaran pimpinan KPK kemudian dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 16 Desember 2011 lalu.


Biografi Ahmad Dhani – Musisi Legendaris Indonesia

http://biografionline.blogspot.com/2013/11/biografi-ahmad-dhani-musisi-legendaris.html
Ahmad Dhani. Masih segar ingatan kita tentang kasus yang menimpa Abdul Qodir Jaelani atau Dul, anak dari musisi Ahmad Dhani dan Maia Estianti. Dalam kasus itu nama Ahmad Dhani sbagai ayah yang paling dipersalahkan karena ceroboh membiarkan anaknya yang masih dibwah umur dan belum punya SIM mengendarai mobil.

Atau masih ingatkah kalian dengan kasus perceraian artis paling rumit selama tahun 2006. Tentulah itu kasus perceraian Maia dan Ahmad Dhani.

Namun kali ini penulis bukann mau bergosip. Itu biarlah urusan Hallo Selebriti, Silet, Kroscek atau sebangsanya. Penulis kali ini akan mengulas Biografi Ahmad Dhani sebagai musisi legendaris Indonesia.

Ahmad Dhani bernama lengkap Dhani Ahmad Prasetyo atau juga sering dikenal sebagai Dhani Manaf. Ia dilahirkan pada tanggal 26 Mei 1972 di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Ahmad Dhani dikenal sebgai musisi, pencipta lagu, pentolan Band Dewa, aransemen musik, produser dan Presiden Republik Cinta Manajemen.

Banyak band yang dihantarkannya pada posisi puncak seperti Band Dewa, Grup Band The Rock, The Virgin, Dewi-Dewi, Mulan Jamela dan masih banyak lagi. Dhani telah banyak menciptakann banyak lagu yang kemudian menjadi hits dalam jangka waktu cukup lama.

Sejarah Dewa 19

Personil Dewa 19
Sejak kecil Ahmad Dhani sudah akrab dengan musik. Keluarganya tergolong penyuka musik. Karir musik Ahmad Dhani sendiri dimulai saat ia bersekolah di SMPN 6 Surabaya. Ia bertemu dengan tiga temannya yaitu Andra Junaidi, Erwin Prasetya dan Wawan Juniarso yang kemudian pada 1986 bersatu membentuk Grub Band Dewa.

Pada grub band tersebut, Ahmad Dhani memegang vokal dan keyboard. Minat Ahmad Dhani terhadap musik begitu menggebu mengalahkan prioritasnya terhadap sekolah. Ia kemudian sering tak masuk sekolah karena lebih senang kumpul dengan teman bandnya di rumah Wawan di kompleks Universitas Airlangga untuk sekedar bermain musik.

Awalnya aliran musik Dhani adalah rock, namun kemudian ia mencoba hokinya di musik jazz. Ia kemudian merubah nama Dewa menjadi Downbeat. Ahmad Dhani bersama band Downbeat-nya kemudian menjadi pemenang pada Festival Jazz Remaja se-Jawa Timur, Juara I Festival band SLTA '90 dan Juara II Djarum Super Fiesta Musik. Setelah puas berprestasi di jalur jazz, Dhani kembali lagi ke jalur semula yaitu rock dengan mengusung bendera band Dewa 19 dimana kemudian personelnya bertambah satu, Ari Lasso.

Ahmad Dhani kemudian bertekad untuk memasuki dapur rekaman. Namun untuk sukses menjadi musisi hebat di Surabaya sangatlah sulit karena Surabaya tidak memiliki studio rekaman yang baik saat itu. Tak ada jalan lain, ia harus mencoba peruntungannya di Jakarta untuk mencari studio rekaman yang sudi menjadi label Dewa 19.

Dengan bekal yang sangat minim, Ahmad Dhani berpetualang menjelajah kota metropolitan itu guna menemukan studio rekaman yang bagus. Jangan dikira saat itu ia mengendarai mobil mewah, bis kotalah teman nya setiap hari untuk berpindah dari perusahaan rekaman satu ke perusahaan rekaman lainnya.

Walau banyak yang menolak, Dhani tak putus asa. Usahanya membuahkan hasil dengan bertemunya ia dengan Jan Djuhana dari Team Records. Segeralah Dhani bersama Dewa 19 melakukan rekaman dan launching album. Tak perlu menunggu lama, lagu-lagu Dewa 19 langsung meledak di pasaran dan Dewa 19 mendapatkan sukses besar. Beberapa hits yang melejit adalah “Kangen” dan “ Kita Tidak Sedang Bercinta Lagi” yang kemudian menjadi album terlaris tahun selama 1993. Berbagai penghargaan pun diterimanya, diantaranya adalah sebagai Pendatang Baru Terbaik.

Kesuksesan Dewa 19 pun berlanjut terus di album-album berikutnya. Hampir tak ada lagu Dewa yang tak laris di pasaran. Entahlah, dari mana Ahmad Dhani mendapat kehebatan ilmu dalam mencipta lagu sehingga lagu-lagunya laris manis.

Berikut ini adalah sebelas album yang berhasil ditelorkan oleh Ahmad Dhani bersama Dewa 19 :

Dewa 19 (1992), Format Masa Depan (1994), Terbaik Terbaik (1995), Pandawa Lima (1997), The Best Of Dewa 19 (1999), Bintang Lima (2000), Cintailah Cinta (2002), Atas Nama Cinta I & II (2004), Laskar Cinta (2004), Republik Cinta (2006), dan Kerajaan Cinta (2007).

Menjadi Produser


Selain menggawangi grup band Dewa 19, Ahmad Dhani kemudian membentuk grup band Ahmad Band pada 1999 dan sempat menelorkan album yang berisi lagu yang berjudul “ Bidadari di Kesunyian “ dan “ Aku Cinta Kau dan Dia”.

Ahmad Dhani juga banyak mengorbitkan orang lain dengan memproduserinya. Para artis yang suksesberkat tangan dingin Ahmad Dhani adalah Reza Artamevia, Maia Estianti dengan” Ratu” (saat masih menjadi istrinya), Mulan Jameela, dan juga grup band seperti Andra and teh Backbone, DewiDewi, the Virgin, the Rock, LakiLucky (personelnya adalah ketiga anaknya sendiri, Al, El, Dul).

Ahmad Dhani juga berkolaborasi dengan Andra Ramadhan dan menelorkan album yang berisi 4 lagu dimana single terlarisnya adalah “Kuldesak”.

Semua artis-artis yang telah diorbitkan oleh Ahmad Dhani dinaungi dalam Republik Cinta Manajemen.

Kerikil Kehidupan

Kesuksesan Ahmad Dhani tak berjalan sempurna, berkali-kali Dewa 19 berganti personel. Mulai dari Erwin yang hengkang hingga Ari Lasso yang dikeluarkan dari grup band Dewa 19 karena terbukti menjadi pecandu narkoba yang kemudian ber-Solo karir sendiri.

Selain itu berbagai masalah pribadi kerap menghampiri Ahmad Dhani. Mulai dari masalah dengan FPI karena Dewa dituduh melakukan penghinaan lafadz Allah karena dipakai sebagai gambar grup band-nya, dituduh antek Yahudi (mengingat ibunda Ahmad Dhani masih keturunan Yahudi)  hingga perseteruannya dengan sang istri Maia Estianti yang berujung perceraian.
Walau diterpa masalah pelik seperti itu namun karir musik Ahmad Dhani malah kian cemerlang.

Rumah Tangga Ahmad Dhani


Dhani menikah dengan Maia Estianty di tahun 1994, setelah sekian lama menjalin cinta sejak Dhani masih di SMA Negeri 2 Surabaya. Dari pernikahan mereka, keduanya memiliki 3 anak. Dhani menamai anak-anaknya sesuai tokoh sufi yang dikaguminya, yakni Ahmad Al Gazali, El Jalaluddin Rumi, dan Ahmad Abdul Qodir Jaelani.

Sejak akhir 2006, Dhani dan istrinya terlibat skandal 'tuduh menuduh' yang berujung pada gugatan cerai yang diajukan oleh Maia Estianty. Rumah tangga mereka resmi berakhir pada 23 September 2008 melalui keputusan hakim di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.


Ahmad Dhani kemudian dikabarkan dekat dengan penyanyi Mulan Jameela (vokalis Ratu, mantan penyanyinya Maia) yang dituding sebagai penyebab retaknya rumah tangganya dengan Maia. Dengan Mulan Jameela dikabarkan Ahmad Dhani melakukan nikah siri dan telah dikaruniai seorang anak perempuan cantik yang bernama Safeea.

Ahmad Dhani Bersama Anak-Anaknya

Ahmad Dhani bersama Al, El, Dul

Ahmad Dhani bersama Safeea
Baru-baru ini musibah kembali menimpa keluarga Ahmad Dhani. Slah satu puteranya, Abdul Qodir Jaelani atau Dul telah melakukan kecerobohan dengan mengendarai mobil secara kencang dan akhirnya menabrak mobil didekatnya. Beberapa orang dilaporkan tewas dalam kejadian ini sedangkan Dul mengalami luka yang lumayan serius. HIngga artikel ini diposting, proses hukum sedang berlanjut.

Biografi Lady Diana – Putri Cantik dari Inggris

http://biografionline.blogspot.com/
Masih ingatkah anda dengan Putri Diana atau Lady Diana? Beliau adalah istri pertama dari Pangeran Charles, Pewaris tahta Kerajaan Inggris dan  ibu dari Pangeran William. Lady Diana terkenal dengan kepeduliannya pada penyandang AIDS dan kampanye anti ranjau darat.

Selain itu soosk Lady Diana juga terkenal karena kecantikan parasnya, kemodisan gaya busananya serta skandal rumah tangganya.

Karena hal-hal tersebut, Putri Diana menjadi figur wanita yang paling banyak diburu paparazi. Konon beliau adalah wanita yang paling banyak dipotret di dunia. Hingga kematiannya pun disebabkann karena diburu paparazi. Berikut ini Biografi Lady Diana.


Lahir Dari Keluarga Bangsawan

Lady Diana atau Putri Diana dilahirkan pada tanggal 1 Juli 1961 di Park House Sandringham Estate. Putri Diana lahir dengan nama Diana Frances Spencer. Ia adalah anak kedua. Ayahnya bernama Edward John Spencer adalah keturunan langsung Raja Charles II. Sedangkan ibunya yaitu Frances Viscountess Althorp adalah keturunan bangsawan Amerika Frances Works. Jadi Putri Diana adalah seorang bangsawan keturunan raja.

Seperti anak-anak Inggris pada umumnya, Diana juga bersekolah di sekolah umum yaitu di West Heath Girls’ School dan di Riddlesworth Hall, Norfolk. Di sekolah, Diana bukanlah murid yang pandai bahkan prestasi belajarnya tergolong kurang. Kelebihan yang dimilikinya hanyalah bidang olah raga dan menyanyi.

Mengetahui hal ini, ayah Diana kemudian memindahkan anaknya ke Institut Alpin Videmanette di Switzerland yaitu sekolah yang menitik beratkan pada pelajaran budaya dan mengarahkan muridnya ke organisasi sosial. Disinilah sepertinya Diana menemukan dunianya. Dianan sangat menikmati setiap kegiatan sosial yang digawangi oleh sekolahnya dan itu menjadikannya sebagai individu yang sangat peka pada orang yang lebih lemah.

Bertunangan dan Menikah

Ketika sibuk dalam kegiatan sosial itulah Diana kemudian berkenalan dengn Pangeran Charles yang waktu itu sedang berjalan-jalan bersama kakanya yaitu Lady Sarah.

Dari perkenalan itu, Diana kemudian bertunangan dengan Pangeran Charles pada 24 Februari 1981 dan diteruskan dengan menikah pada 29 Juli 1981 di Katredal St Paul, London. Pernikahan Diana dan Charles adalah pernikahan yang sangat mewah, meriah dan agung. Hampir semu mata dunia tertuju pada pernikahan mereka saat itu.

Diana yang dianggap sebagai wanita sederhana, anggun dan ayu bertemu dengan pangeran impiannya yaitu Pangeran Charles, mirip seperti cerita Cinderella. Begitulah yang diagungkan dalam cerita pernikahan mereka. Banyak wanita yang iri pada sosok Diana. Mulai saat itulah semua media intensif memberitakan kehidupan mereka baik pribadi, rumah tangga dan juga sosial.

Khusus untuk Lady Diana, adalah sumber berita yang sangat ditunggu tunggu sehingga terus-menerus menjadi incaran media dan wartawan atau yang sering disebut paparazi.

Berita tentang Putri Diana semakin santer dan popularitasnya semakin menanjak ketika mereka berdua dikaruniai putera yaitu Pangeran William Arthus Philip Louis dan Pangeran Henry charles Albert David atau Pangeran Harry.

Kehidupan rumah tangga mereka semakin santer diberitakan. Semakin banyak orang yang mengagumi sosok Diana. Diana dianggap sebagai trendsetter dalam hal berbusana. Diana sangat pandai dalam membawa diri di hadapan publik. Banyak yang menyayangi dirinya. Tak hanya rakyat Inggris namun juga seluruh warga dunia terutama anak-anak dan wanita.

Sebagai seorang putri kerajaan dan seorang publik figur, Diana benar-benar mendapatkan segala yang dididamkan oleh wanita. Cantik, Anggun, Baik Hati, Terkenal dan istri seorang ahli waris tahta kerajaan Inggris. Benar-benar seperti cerita putri dalam dongeng.

Berjiwa Sosial Tinggi

Lady Diana juga seorang yang memiliki jiwa sosial tinggi. Hal ini dibuktikan dengan perhatiannya pada para penderita AIDS. Diana adalah publik figure pertama yang terang-terangan mau bersalaman dengan penderita AIDS tanpa menggunakan sarung tangan dimana kebanyakan orang menganggap jijik pada mereka. Diana juga melakukan kampanye yang menyerukan ketidak setujuannya dengan ranjau darat di Afrika.

Keretakan Rumah Tangga

Hidup memang tak selalu sempurna. Tak ada gading yang tak retak. Kepercayaan masyarakat yang begitu tinggi akan kesempurnaan hidup Diana dan Charles tampaknya bakal ternoda. Benih-benih pertengkaran rumah tangga mereka berdua akhirnya tercium ke publik. Pangeran Charles yang sebelumnya dianggap sebagai suami sempurna ternyata berkhianat dengan berpaling ke cinta pertamanya yaitu Camilia Parker Wales. Ditambah lagi ternyata Diana menderita Bulimia dan berkali-kali berusaha bunuh diri.

Entahlah... apakah penyakit Diana ini dipicu oleh kenyataan bahwa suaminya lebih memilih wanita lain dan juga tekanan kehidupan dalam kerajaan, ataukah memang sebelum itu Diana memang sudah mengidap penyakit itu. Tak ada yang tahu.

Setelah perselingkuhan Pangeran Charles, Diana memilih untuk tinggal berpisah. Mereka berdua pun akhirnya bercerai pada 28 Agustus 1996. Kehidupan sempurna bak dongeng itu berakhir sudah.

Setelah berpisah dengan Pangeran Charles, Diana kemudian bertemu dengan seorang pria yaitu Dody Alfayed anak dari Muhammad Fayed seorag milyarder Muslim keturunan Mesir.

Bersama Dody Alfayed sepertinya Diana menemukan cinta sejatinya yang tak pernah dia rasakan ketika bersama Pangeran Charles.

Kecelakaan dan Kematian Diana

Sepertinya mungkin Diana tak diijinkan berbahagia bersama cinta sejatinya. Ketika 31 Agustus 1997, Diana bersama Dody beserta sopirnya Henri Paul dan bodyguardnya Trevor Rees Jones mengendarai mobil mercedes benz menuju Paris melintasi terowongan, mereka berempat dikejar-kejar paparazi yang akhirnya mmebuat mobil Diana kehilangan kendali menabrak didnding terowongan.

Dalam kecelakaan jam 1 dini hari itu, Dody dan sopirnya tewas ditempat sedangkan Diana sempat dilarikan ke rumah sakit dan setelah operasi yaitu jam 4 subuh dinyatakan tewas pula. Yang mengherankan adalah bodyguardnya selamat dan tak mengalami cedera serius.

 Keesokan harinya ketika berita kematian putri cantik itu tersiar, dunia sangat berduka. Banyak yang merasa kehilangan dengan sosok yang murah senyum dan sopan itu. Putri cantik yang baik hati itu pergi tuk selama-lamanya.

Maraknya berita kematian Putri Diana mmebuktikan bahwa walau pihak kerajaan terus memojokkan Diana namun masyarakat banyak yang mencintainya dan tak rela bila sang putri pergi.

Memang sangatlah berat beban yang harus ditanggung Diana, harus menjadi istri dari pewaris tahta kerajaan dimana diluar dirinya harus tampil sempurna tanpa cacat, tersenyum tulus namun didalam kehidupan kerajaan dan rumah tangga, Diana seperti menjadi bulan-bulanan tekanan keluarga sang suami.

Ditambah lagi ulah paparazi yang tak kenal lelah mengupas tuntas kehidupan pribadi Diana hingga Diana seperti tak punya lagi tempat privaci untuk dirinya sendiri. Berbagai tekanan itulah yang akhirnya membuatnya kehilangan nyawa. Diana dipanggil Tuhan ketika sedang melarikan diri dari kejaran paparazi yang membabi buta mendapatkan beritanya. Diana wafat dalam usia yang masih sangat muda yaitu 36 tahun, dimana kecantikannya masih sangat dikagumi hingga sekarang.

The Sun, The Mirror, dan Daily Mail, adalah tiga tabloid di Inggris yang langganan membayar tinggi foto-foto eksklusif kiriman paparazzi.

Jenazah Putri Diana lalu dimakamkan di Althorp, Northamptonshire, England pada tanggal 6 September 1997, seminggu setelah disemayamkan. Upacara penguburannya disiarkan langsung oleh seluruh stasiun TV di dunia dan disaksikan oleh hampir 1,5 miliar penduduk bumi.

Back to top