Biografi Yngwie Malmsteen Gitaris Dunia

Yngwie Malmsteen
Pernahkah anda membaca atau bahkan menemui cerita seseorang yang justru bertambah sukses ketika cobaan bertubi-tubi menghampiri, mulai dari dianggap nakal di sekolah, di DO, cobaan kematian orang tua hingga cobaan maut yang hampir merenggut nyawa. Namun itu semua justru menjadi penyemangat seseorang tersebut untuk melangkah jauh lebih sukses dari sebelumnya. Hal inilah yang tersirat dari sejarah hidup sang gitaris no 1 dunia, Yngwie Malmsteen. Berikut Ini adalah Biografi Yngwie Malmsteen.
Biografi

Yngwie Malmsteen adalah seorang gitaris berbakat dunia yang telah melahirkan banyak karya besar yang membuat namanya terkenal di seluruh dunia. Yngwie adalah asli Sewedia. Ia dilahirkan di Stockholm pada tanggal 30 Juni 1963. Ayahnya adalah seorang kapten tentara dan ibunya adalah seorang seniman. 

Yngwie Malmsteen adalah anak bontot dari tiga bersaudara, saudaranya yang lain yaitu Ann Louise dan Bjorn. Awalnya kehidupan keluarga Yngwie baik-baik saja namun entah kenapa kemudian ayah dan ibunya bercerai.

Masa Kecil

Nama Yngwie yang berembel-embel Malmsteen adalah pemberian ibunya ketika masih kecil. Yngwie adalah anak yang sangat ‘badung’, di sekolah ia termasuk seorang yang suka membuat kacau. Akan tetapi ia sangat menyukai bahasa Inggris dan seni. Yngwie akhirnya drop out dari sekolahnya. Melihat hal ini, sang ibu mengikutkannya ke sekolah musik, namun dasar Yngwie, ia malah menggantung gitar pembelian ibunya. Ia juga kesulitan belajar terompet dan piano.

Suatu hari, Yngwie melihat sebuah konser yang memperingati meninggalnya seorang musisi yang bernama Jimi Hendrix. Di konser tersebut, diputar ulang gaya permainan Jimi Hendrix dalam memainkan gitarnya. Yngwie sangat terpesona dengan gaya permainannya, dari situlah Yngwie bertekad untuk sungguh-sungguh belajar musik terutama gitar.

Yngwie lalu membeli gitar murah yaitu sejenis Fender Stratocaster, ia kemudian belajar serius dan menggali kecenderungan nya dalam bermain gitar. Lagu yang pertama kali ia pelajari adalah lagu-lagu karya Deep Purple terutama permainan gitarnya Ritchie Blackmore sang gitaris Deep Purple dimana gaya permainan gitarnya cenderung ke arah musik klasik.

Yngwie diam-diam juga sangat mengagumi kakaknya yang sering mendendangkan lagu dari Bach, Vivaldi, Beethoven dan Mozart dengan gitar. Dari situlah Yngwie mendapat ide untuk menggabungkan musik klasik dengan musik rock melalui permainan gitar. Setiap hari Yngwie bermain gitar untuk menajamkan keunikannya dalam bermain gitar hingga tidur pun ia tak mau melepaskan gitarnya.

Rekaman dan Pintu Kesuksesan

Setelah dirasa cukup ahli dalam bermain gitar, Yngwie dan temannya kemudian merekam 3 lagu dan ditawarkannya ke studio rekaman di seluruh Swedia namun semua studio rekaman tersebut menolaknya. Yngwie tak putus asa, ia kemudian mengirimkan demo rekamannya ke luar negeri. Seorang konstributor Guitar Player dan pemilik Shrapnel Records yang bernama Mike Varney menyukai cara Yngwie bermain gitar yang kemudian mengundangnya ke Los Angeles untuk bergabung dengan band Steeler . Disinilah awal kesuksesan Yngwie di cetak.

Yngwie kemudian menjadi terkenal dalam kecepatan permainan gitarnya pada lagu Hot on Your Heels. Untuk lebih mengasah dirinya, ia kemudian bergabung dengan grup band yang lebih besar yaitu Alcatrazz, namun begitu Yngwie tak lantas berhenti berfikir untuk mengembangkan dirinya. Ia merasa masih terbatasi dalam grub band tersebut walau telah diberi kesempatan bermain solo di lagu Kree Nakoorie, Jet to Jet, dan Hiroshima Mon Amour. Yngwie merasa hanya solo lah pangggilan jiwanya.

Akhirnya Yngwie pun mengakhiri karirnya sebagai anak band dan menelurkan album solo pertamanya yaitu Rising Force yang sampai saat ini me legenda dan dijadikan sebagai acuan dalam musik beraliran Neo-Classical. Album ini kemudian menempati Billboard charts di urutan ke 60 sebagai musik instrumental gitar non komersil. Yngwie pun mendapat penghargaan Grammy Award sebagai musik instrumental rock terbaik serta mendapat penghargaan sebagai gitaris terbaik tahun itu.

Cobaan

Ketika Yngwie berada di puncak popularitasnya, ia justru mengalami musibah. Yngwie mengalami kecelakaan tragis dengan mobil jaguarnya yang membuat dirinya mengalami penyumbatan darah pada otak dan mengakibatkan tangan kanannya tak berfungsi lagi. Yngwie pun sempat koma hingga satu minggu. Ini terjadi pada tanggal 22 Juni 1987 yaitu ketika dirinya hendak merayakan ulang tahunnya yang ke 24. Menyadari bahwa tangannya adalah hartanya yang paling berharga dalam bermain gitar. Ia kemudian serius mengikuti terapi untuk memulihkan lukanya.

Setelah cobaan itu, Yngwie mendapat cobaan yang tak kalah hebatnya lagi yaitu ibu yang telah mendukung dirinya dan mengenalkannya pada dunia seni meninggal dunia. Betapa hancur hati Yngwie, belum pulih lukanya akibat kecelakaan, ia kini harus menerima kenyataan orang yang paling dicintai dan dikasihinya yaitu ibunya meninggalkannya selamanya. Apakah Yngwie menyerah terhadap takdirnya? Tidak. Ia malah terpacu untuk menaiki tangga sukses yang lebih tinggi lagi.

Kesuksesan Demi Kesuksesan

Saat Konser
Dijiwai dengan semangat pantang menyerah pada takdir, Yngwie merilis album yang baru lagi seperti Odyssey, Eclipse, Fire & Ice, Seventh Sign, I Can’t Wait, MAGNUM Opus, Inspiration, Facing the Animal, Alchemy, War To End All Wars yang laris manis di pasaran.

Yngwie juga sempat menyambangi kota-kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, Surabaya dan Solo pada tahun 1990 yaitu ketika album Eclipse dirilis. Yngwie pun dikabarkan akan datang kembali ke Indonesia namun batal karena situasi politik yang kurang mendukung keamanannya dalam menggelar konser.

Yngwie mencetak kesuksesan lagi yaitu bermain bersama orkestra penuh di salah satu albumnya yang berjudul Concerto Suite for Electric Guitar and Orchestra in Eb minor, Op. 1 pada tahun 1998.
Yngwie juga ditawari bergaabung dalam G3 yang terdiri dari Joe Satriani, Yngwie dan Steve Vai yang kemudian menghasilkan satu album dan video. Yngwie kemudian melakukan tour bersama G3 di tahun 2005. Pulang dari tour itu, Yngwie melahirkan lagi satu karya fenomenal yaitu album Unleash the Fury. Album Attack yang memuat nomor hits instrumental Baroque& Roll juga menuai kesuksesan.

Kesuksesan demi kesuksesan telah dicapainya bahkan yang tertinggi adalah ketika setelah mendapat musibah kecelakaan. Yngwie dianggap ‘dewa’ nya musik Neo-Classical yang memberikan inspuirasi pada pemain gitar serupa. Setelahnya banyak bermunculan gitaris aliran ini yang mengaku-ngaku dirinya paling cepat dan paling unik permainannya, seperti Paul Gilbert, Marty Friedman, Jason Becker, Richie Kotzen, Vinnie Moore, Tony Macalpine, Greg Howe, dll. Namun itu semua tak sebanding dengan bakat dan kemahiran Yngwie Malmsteen dan menobatkan Yngwie sebagai gitaris terbaik se dunia hingga saat ini.

Biografi Abu Nawas

Jika mendengar nama Abu Nawas, saya terkenang akan masa kecil, dimana nama Abu Nawas pernah menjadi ikon dari salah satu majalah anak-anak jaman dahulu. Kisahnya yang jenaka dan menggelitik membuat saya enggan melewatkan satu episode pun dari majalah tersebut. Kalau tak salah nama majalah yang memuat cerita-cerita Abu Nawas itu adalah “Mentari”. Berikut ini akan dibahas tentang Biografi Abu Nawas.

Biografi
Abu Nawas adalah salah seorang penyair dan pujangga sastra Arab klasik. Namanya sering dikaitkan dengan cerita Seribu Satu Malam. Ia dilahirkan pada 145 H atau 747M di kota Ahvaz Persia (Iran). Abu Nawas memiliki nama asli Abu Ali al-Hasan bin Hani al-Hakami, dari ayah seorang anggota legiun militer Marwan II yaitu Hani Al Hakam yang seorang Arab dan ibu seorang Persia bernama Jalban dimana pekerjaannya adalah mencuci kain wol.

Sejak kecil Abu Nawas sudah yatim, ibunya harus banting tulang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga.  Abu Nawas juga seperti anak lainnya dimana umurnya waktu kecil dihabiskan untuk belajar pada orang terpelajar lainnya. Abu Nawas sangat menyukai syair. Ia belajar sastra Arab dari Abu Zaid al-Anshari dan Abu Ubaidah. Abu Nawas juga memperdalam Al Quran dari seorang ahli yang bernama Ya’qub al Hadrami sedangkan ilmu hadist belajar dari Abu Walid bin Ziyad, Muktamir bin Sulaiman, Yahya bin Said al Qattan dan Azhar bin Sa’ad as Samman.

Orang-orang yang sangat mempengaruhi gaya bahasa Abu Nawas dalam menulis syair adalah Walibah bin Habab al-Asadi. Ia adalah penyair dari Kufah yang sangat tertarik dengan bakat Abu Nawas. Dari penyair inilah akhirnya gaya bahasa syair Abu Nawas yang awalnya kasar menjadi lebih halus, berkelas dan teratur. Dalam gemblengan Walibah bin Habab al-Asadi, Abu Nawas berhasil mencapai puncak karirnya.

Menjadi Penyair Terkenal

Abu Nawas yang sudah terkenal itu kemudian pindah ke Baghdad yang merupakan pusat peradapan dan kejayaan dunia saat itu (mungkin kalau sekarang seperti Amerika). Di pusat peradapan Dinasti Abbasyiah inilah ia kemudian banyak bergaul dengan para bangsawan. Abu Nawas sering bersyair untuk para bangsawan dan saudagar. Tentunya syairnya banyak yang berisi kata-kata pujian dan sanjungan agar mereka senang dan memberikan upah yang tinggi untuk Abu Nawas. Ia jadi terkenal sebagai penyair yang menjilat penguasa untuk kepentingan dirinya.

Gaya hidup Abu Nawas menjadi sering glamour dan hura-hura, banyak hal kontroversial yang dilakukannya. Ia tampil sebagai tokoh unik sekaligus kontroversial dalam khasanah sastra Arab.

Didalam suatu kitab sejarah sastra Arab yang berjudul Al-Wasith fil Adabil 'Arabi wa Tarikhihi, Abu Nawas diceritakan sebagai seorang penyair dan sastrawan yang multi talenta, cerdik, multivisi, tajam berkata-kata dan tentunya jenaka. Ia sebenarnya juga menulis karya-karya ilmiah akan tetapi jarang dibahas dan tertutup oleh karya syairnya. Ia terkenal sebagai penyair yang jenaka, bertingkah lucu dan tak lazim.

Kepandaiannya dalam menulis syair dan puisi memikat penguasa saat itu yaitu Raja Harun Al Rasyid yang kemudian memanggilnya ke istana untuk dijadikan syairul bilad atau penyair istana.

Abu Nawas Dipenjarakan

Abu Nawas tak selalu berlimpah kemewahan, Di akhir hidupnya ia malah terkena masalah dengan penguasa setempat. Ketika Abu Nawas membaca puisi Kafilah Bani Mudar untuk Khalifah, tak disangka Khalifah tersinggung dengan puisi Abu Nawas. Sang penguasa akhirnya menjebloskan Abu Nawas ke penjara.

Di penjara inilah kehidupan Abu Nawas berubah drastis yang semula penuh kemewahan menjadi penuh keprihatinan, namun justru saat itulah sisi spiritualnya terketuk. Ia jadi sering mendekatkan diri pada Allah. Syair-syair dan puisinya yang awalnya berisi kepongahan dan keglamoran menjadi lebih bernuansa religi dan kepasrahan kepada Allah.

Seorang sahabatnya, Abu Hifan bin Yusuf bin Dayah, memberi kesaksian, akhir hayat Abu Nawas sangat diwarnai dengan kegiatan ibadah. Beberapa sajaknya menguatkan hal itu. Salah satu bait puisinya yang sangat indah merupakan ungkapan rasa sesal yang amat dalam akan masa lalunya.

 Mengenai tahun meningalnya, banyak versi yang saling berbeda. Ada yang menyebutkan tahun 190 H/806 M, ada pula yang 195H/810 M, atau 196 H/811 M. Sementara yang lain tahun 198 H/813 M dan tahun 199 H/814 M. Konon Abu Nawas meninggal karena dianiaya oleh seseorang yang disuruh oleh keluarga Nawbakhti – yang menaruh dendam kepadanya. Ia dimakamkan di Syunizi di jantung Kota Baghdad.

Biografi WR Soepratman Pengarang Lagu Indonesia Raya

Wr Supratman
Hai teman-teman...
Kali ini aku mau mengulas tentang Biografi WR Supratman. Itu tuh yang ngarang lagu kebangsaan Indonesia Raya (anak SD aja juga tau). Yuk disimak biografinya.

Lahir dan Masa Kecil

WR Soepratman atau Wage Rudolf Soepratman dilahirkan pada tanggal 9 Maret 1903 tepatnya hari Senin Wage, di Jatinegara Jakarta. Tapi ada pula versi yang menyebutkan kelahirannya adalah tanggal 19 Maret. Ia adalah anak dari seorang sersan di Batalyon VIII yang bernama Senen. WR Soepratman adalah tujuh bersaudara. Salah satu kakaknya yang juga ikut menorehkan sejarah kesuksesan beliau adalah Roekijem yang bersuamikan seorang Belanda yang bernama Willem van Eldik.

Ketika WR Soepratman berumur 11 tahun, ia ikut kakaknya Roekitjem yang berdomisili di Makassar. WR Soepratman kemudian disekolahkan oleh kakak iparnya.

WR Soepratman kemudian mendalami bahasa Belanda selama 3 tahun yang kemudian berlanjut ke Normaalschool. Pada tahun 1923 yaitu ketika WR Soepratman telah menamatkan pendidikannya, ia lalu menjadi guru di Sekolah Angka 2. Pada tahun 1925, ijazah Klein Ambtenaar miliknya keluar.

Setelah keluar dari guru di Sekolah Angka 2, WR Soepratman kemudian bekerja di sebuah perusahaan dagang yang di Ujung Pandang. WR Soepratman kemudian beralih profesi menjadi wartawan surat kabar Kaoem Moeda di Bandung yang kemudian berpindah ke surat kabar Sin Poo di Jakarta. Pada saat itulah, WR Soepratman banyak bergaul dengan tokoh pergerakan nasional dan dirinya mulai tertarik dengan pergerakan nasional.

Dari hubungannya dengan tokoh-tokoh nasionalis tersebut, timbullah rasa benci terhadap Belanda yang kemudian ia tuliskan rasa tidak senang itu di sebuah buku karangannya yang berjudul Perawan Desa. Buku itu memberikan inspirasi banyak orang agar bersatu untuk melawan Belanda sehingga buku tersebut dilarang beredar oleh Belanda.

WR Soepratman kemudian berpindah tugas di kota Singkang, namun kemudian WR Soepratman mengundurkan diri dari wartawan dan pulang kembali ke rumah kakaknya, Roekitjem di Makassar.

Roekitjem adalah seorang yang ahli bermain musik biola dan sandiwara. Banyak hasil kreasinya baik itu musik biola atau sandiwara yang kemudian dipentaskan di mes militer. Keahlian sang kakak ini kemudian menarik minat WR Soepratman akan musik. Beliau akhirnya banyak belajar musik dari sang kakak dan membaca buku-buku musik milik kakaknya. Beliau juga diajari musik oleh kakak iparnya yaitu suami Roekitjem. WR Soepratman menunjukkan kemajuannya dalam bermain musik, beliau bahkan sudah bisa menggubah lagu. Suatu hari, WR Soepratman membaca suatu majalah yang bernama majalah Timbul yang isinya menantang para ahli musik Indonesia untuk menciptakan lagu kebangsaan.

Mengetahui hal ini, WR Soepratman merasa tertantang untuk ikut menciptakan karya luhur tersebut. WR Soepratman lalu menggubah lagu yang kemudian pada 1924 terciptalah lagu “Indonesia Raya” karyanya.
Pada tahun 1928 bulan Oktober, diadakanlah Kongres Pemuda II dimana para tokoh pergerakan nasional dan perwakilan para pemuda seluruh Indonesia berkumpul untuk menyatukan visi mencapai Indonesia Merdeka. Di situ WR Soepratman juga hadir dan pertama kalinya beliau memperdengarkan lagu Indonesia Raya secara instrumental dengan biola (tanpa syair). Mengapa dikumandangkan lagu Indonesia Raya itu secara instrumental? Hal ini adalah usulan Soegondo Djojopuspito, salah satu tokoh pergerakan nasional, dengan alasan menjaga situasai politik dan kondisi saat itu. Banyak hadirin terpukau dengan lagu itu. Lagu tersebut telah berhasil mewakili keinginan rakyat Indonesia untuk segera merdeka dari Belanda.

Sesudah kongres itu, lagu Indonesia raya selalu diperdengarkan di kongres politik dan kongres nasional lainnya.

Belanda begitu khawatir akan efek persatuan yang ditimbulkan oleh lagu itu. Akhirnya Belanda selalu memburu WR Soepratman yang telah menciptakan lagu tersebut. Karena selalu menghindar dari kejaran polisi Belanda, W Soepratman akhirnya kelelahan dan jatuh sakit di Surbaya. WR Soepratman juga menciptakan lagu “Matahari Terbit” pada tahun 1938, ia kemudian menyiarkan lagu tersebut bersama pandu-pandu NIROM di jalan Embong Malang yang akhirnya membuatnya benar-benar ditangkap oleh Belanda dan dijebloskan di penjara Kalisosok Surabaya.

Kesehatannya yang menurun drastis ditambah tekanan fisik serta psikis karena diburu oleh Belanda membuat WR Soepratman akhirnya jatuh sakit dan meninggal dunia pada hari Rabo Wage, tanggal 17 Agustus 1938. Beliau meninggal dunia tepatnya di Jl Mangga no 21 Surabaya dan dimakamkan secara Islam di Makam Umum Kapasan, Jl. Kenjeran Surabaya.
Makam WR Supratman

WR Soeprtman telah berjasa dalam membuat lagu yang bisa menyatukan rakyat Indonesia dan memberikan kobaran semangat demi terciptanya Indonesia Merdeka. Namun WR Sepratman sendiri tak sempat menghirup udara kemerdekaan karena keburu meninggal. Beliau tidak pernah menikah dan memiliki anak bahkan anak angkat sekalipun. Hidupnya diabdikan untuk perjuangan kemerdekaan Indonesia melalui lagu.
Sebelum meninggal, WR Soepratman sempat menulis sebuah surat yang berisi seperti berikut : 

“Nasipkoe soedah begini. Inilah yang di soekai oleh Pemerintah Hindia Belanda. Biar saja meninggal, Indonesia pasti merdeka”.

Yang artinya : “Takdirku memang begini. Inilah yang diinginkan pemerintah Hindia Belanda. Biarlah saya meninggal, Indonesia pasti merdeka”.

Selain Indonesia Raya dan Matahari Terbit, WR Soepratman juga menciptakan lagu-lagu perjuangan lainnya. Berikut ini adalah lagu-lagu karya beliau :

Kebangsaan Indonesia Raya (1928),
Indonesia Ibuku (1928),
Bendera Kita Merah Putih (1929), 
Raden Ajeng Kartini (1929),
Lagu Mars Kepanduan Bangsa Indonesia (1930), 
Di Timoer Matahari (1931), 
Mars Parindra (1937), 
Mars Soerya Wirawan (1937), 
Matahari Terbit (1938), 
dan lagu Selamat Tinggal (1938) belum terselesaikan.

WR Soepratman juga mengarang buku-buku yang isinya mengajak untuk bersatu, seperti Perawan Desa, Darah Moeda dan Kaoem Panatik (1929).

Pada tanggal 26 Juni 1958 dikeluarkanlah Kepres No 44/1958 yang isinya menetapkan lagu Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan Indonesia.
Monumen Wr Supratman

Berikut ini adalah lirik lagu Indonesia Raya
Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Disanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan Tanah Airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu

Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Biografi Oki Setiana Dewi

Siapa yang tak kenal dengan Oki Setiana Dewi, artis cantik yang menutup aurat ini begitu mempesona karena selain tak membuka auratnya layaknya pesinetron lain tapi juga begitu cerdas. Akhir-akhir ini Oki (panggilan akrab Oki Setiana Dewi) sedang banyak diberitakan media karena sedang menjalani persiapan pernikahan. Berikut ini Biografi Oki Setiana Dewi.

Oki Setiana Dewi lahir di Batam pada tanggal 13 Januari 1989. Ia adalah anak pertama dari tiga bersaudara yang kesemuanya perempuan. Orang tua Oki bernama Sulyanto dan Yunifah Lismawati yang merupakan pasangan suami istri berdarah Jawa – Palembang.

Sejak tahun 2005, keluarga Oki hijrah dan menetap di Jawa tepatnya di Depok. Oki sendiri menyelesaikan SMA nya juga di SMAN1 Depok. Oki termasuk siswa yang pintar hingga bisa diterima di Universitas Indonesia.

Berkarir di Perfilman dan Berjilbab

Nama Oki Setiana Dewi mulai berkibar ketika dirinya memerankan Anna dalam film Ketika Cinta Bertasbih dilanjutkan dengan sinetronnya. Yang membuat artis wanita ini berbeda selain kecantikannya yang alami dan mempesona adalah jilbab syar’i nya yang menutup seluruh aurat. Oki tak seperti artis lainnya yang menaikkan popularitas dengan menonjolkan kecantikan dan aurat tubuh.

Oki juga selalu kelihatan anggun dan smart serta religius. Sebelum berjilbab, Oki sempat bermain di beberapa FTV namun kemudian berhenti lantaran produser tak mengijinkan pemainnya pakai jilbab. Oki pun memilih berhenti daripada menanggalkan jilbabnya. Namun itu semua telah diganti oleh Allah dengan menjadikan Oki sebagai pemain utama wanita dalam film dan serial KCB.

Kisah Oki ketika memutuskan memakai jilbab adalah ketika sang bunda terserang sakit yang kata dokter sudah sulit disembuhkan. Mendengar itu Oki jadi sangat sedih. Ia pun lalu memutuskan untuk berjilbab agar bisa lebih dekat dengan Allah dan bisa lebi khusyuk mendoakan kedua orang tuanya terutama bundanya. Sejak saat itulah Oki memakai jilbab.

Pendidikan dan Prestasi Lain

Setelah meluluskan kuliahnya di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Oki memutuskan untuk memperdalam ilmu ke-Islamannya dengan menjadi santri di program Tahfidzul Qur’an di Rumah Quran Depok. Ia juga mempelajari Bahasa Arab di Universitas Umm Al Qura, Makkah. Oki juga memperdalam ilmunya dengan mengambil program pasca sarjana di Universitas Negeri Jakarta jurusan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Ketika SMA, Oki selalu langganan menjadi juara kelas. Ia juga sering mewakili sekolahnya dalam berbagai perlombaan akademis dan non akademis.

Prestasi di Film

Dalam hal perfilm-an, tak diragukan lagi prestasi Oki. Banyak gelar telah disabetnya. Berikut ini rentetan daftar prestasi Oki di perfilm-an Indonesia :

·         Aktis Wanita Terbaik versi Islamic Movie days
·         Aktris Pendatang Baru wanita terbaik
·         Aktris pendatang baru wanita terfavorit untuk film Ketika Cinta Bertasbih di Indonesia Movie Awards 2010.
Oki Setiana Dewi juga telah membintangi banyak film dan sinetron yaitu :
·         Ketika Cinta Bertasbih 1&2 (2010)
·         Ketika Cinta Bertasbih Spesial Ramadhan (2010)
·         Ketika Cinta Bertasbih Meraih ridho Illahi (2011)
·         Dari Sujud ke Sujud (2011)

Oki juga berpartisipasi dalam mengisi soundtrack untuk film dan sinetron Dalam Mihrab Cinta (2011) dan Dari Sujud ke Sujud (2011).

Akting dan mengisi sountrack film telah dilakoninya. Saat ini Oki juga terkenal akan kepiawaiannya menulis buku. Berikut ini buku-buku best seller Oki Setianan Dewi yang juga telah dibedah di luar negeri (Malaysia, Singapore, Makkah dan Jeddah):
·         Melukis Pelangi catatan hati Oki Setiana Dewi (2011)
·         Sejuta Pelangi pernik cinta Oki Setiana Dewi (2012)
·         Cahaya di Atas Cahaya(2012)
·  Hijab Im in Love (2013) merupakan karya terbarunya yang paling berbeda karena OSD mengeluarkan pula album perdananya dengan judul yang sama. Album Hijab Im in Love (2013) ini dinyanyikan bersama adiknya, Shindy.
Kegiatan Lain
Oki juga sering mengisi seminar kemuslimahan dan kepemudaan. Oki juga meluangkan waktunya mengajar ngaji di TPA untuk anak-anak dan ibu-ibu. Oki juga memiliki komunitas sendiri yaitu Sahabat Oki Setiana Dewi atau SOSD yang telah memiliki member beribu orang baik itu di Indonesia dan juga di luar negeri. Bersama komunitas tersebut, Oki menggalakkan kegiatan DMKM yaitu Dari Masjid ke Masjid dan juga program “Yuk Mengaji, Al Qur’an di Hati” dimana pelaksanaannya juga menyentuh lingkungan Lapas Wanita Tangerang.
Kecerdasan dan prestasi Oki juga diakui ketika dirinya ditunjuk sebagai duta untuk Anak-anak Rumah Autis (2012) dan duta Internet Sehat dan Aman oleh kementrian Komunikasi dan Informatika 2010.
Oki Setiana Dewi Menikah

Baru-baru ini santer dikabarkan bahwa Oki Setianan Dewi akan menikah di bulan Januari 2014 mendatang dengan seorang pengusaha Ory Vitrio (Rio) yang telah bertaaruf sejak September 2013 silam. Rencananya pernikahan akan digelar 12 Januari 2013.

Yang membuat lebih terpesona terhadap sosok Oki adalah dirinya tidak mau melakukan foton pre wedding dengan calon suami karena belum menjadi muhrimnya sehingga tak boleh berdekatan dulu apalagi berpegangan tangan layaknya foto pre wedding lainnya. Oki mengatakan bahwa ia akan melakukan foto pasca wedding saja. "Foto nanti pasca wedding. Insya Allah kan tanggal 12 menikah, 13 aku ultah yang ke-25 tahun, kalo pasca kan udah boleh pegangan. Kalo sekarang kan belum boleh," tegasnya.

Biografi Paul Walker Bintang Film Fast & Furious 7


Paul Walker
Akhir-akhir ini banyak berita tentang kematian salah satu aktor Hollywood Paul Walker. Kali ini penulis akan mengulas tentang biografi sang aktor yang berperan sebagai Brian O’Conner dalam Fast & Furious 7 yang telah tiada akibat kecelakaan mobil pada tanggal 30 November 2013 lalu.


Paul Walker atau Paul William Walker IV lahir pada tanggal 12 September 1973 di Grendale, California, Amerika Serikat. Ia adalah anak dari pasangan Paul William Walker III yang seorang kontraktor sekaligus juara tinju dan Cheryl (nee Crabtree) seorang model. Paul Walker adalah sulung dari lima bersaudara. 

Keluarga Walker adalah keluarga yang sangat menyukai tantangan, ayah Walker adalah pemenang sarung tangan emas pada kejuraan tinju sebanyak dua kali sedang kakeknya adalah pembalap mobil Ford. Tak mengherankan jika sejak kecil Paul juga sangat menyukai tantangan baik itu bidang olah raga lebih lagi di bidang balap mobil.

Berkiprah di Televisi

Paul Walker memulai debutnya di televisi ketika dia berusia dua tahun yaitu menjadi bintang iklan “Pampers”. Namanya mulai dikenal ketika berakting di film Varsity Blues dan semakin dikenal lagi ketika menjadi Brian O’Conner dalam film Fast and Furious 7.

Paul Walker memang bukan aktor Hollywood yang cepat naik daun, karirnya dibangunnya dengan kerja keras dan dedikasi tinggi serta butuh waktu lama. Namun Paul Walker selalu komitmen dan sangat profesional dalam aktingnya. Perlahan namun pasti akhirnya nama Paul Walker semakin diperhitungkan dalam kancah film Hollywood terlebih dalam aktingnya sebagai pembalap di Fast and Furious 7. Namun begitu Paul Walker tak pernah besar kepala. Mottonya adalah “go big or go home”, itulah yang selalu dipegangnya. Jika tak bersungguh-sungguh untuk sukses mending pulang kampung saja.

“Motto ini berlaku untuk semuanya. Ini seperti kalau Anda mengejar sesuatu yang diinginkan Anda harus mencurahkan seluruh komitmen Anda disitu, atau tidak usah melakukan apa-apa sekalian. Saya menerapkan hal itu pada semuanya. Saya menerapkannya pada hubungan saya, saya mengaplikasikannya pada pada olahraga, saya mengaplikasikannya pada semuanya. Begitu cara hidup saya. Saya suka yang seperti itu,” kata Walker.

Asmara Paul Walker
Paul Walker dan Meadow, putrinya

Kehidupan asmara Paul Walker ia isi bersama Rebecca dan dari hasil hubungann tersebut lahirlah seorang anak perempuan yang bernama Meadow Rain Walker pada 4 November 1999. Sebenarnya mereka berdua tak berencana memiliki anak namun ketika Meadow lahir, mereka memprioritaskan hidup mereka untuk sang anak. Bahkan ketika Paul dan Rebecca berpisah dan sang anak, Meadow diasuh ibunya, Paul yang memilih tinggal di California tetap secara berkala menemui putrinya.

Mengikuti Balap Mobil

Diluar jadwal syutingnya, Paul sering menghabiskan waktunya untuk mengutak-atik mobil. Di akhir pekan, ia sering mengikuti balapan diakhir pekan. Paul banyak berpartisipasi dalam balapan mobil seperti seri balapan RedLine Time Attack beberapa kali dengan mengendarai Nissan Skyline GT-R R34 dan Porsche 911 GT3 RS. Tahun lalu, Walker juga berlaga di event yang sama dengan mengendarai BMW M3 E92.

Walu hanya dianggap sebagai aktor yang hanya bergaya dibelakang setir, Paul Walker sebenarnya sangat berpengalaman dan tahu banyak tentang kehidupan sebagai pembalap. Ketika ditanya tentang perbedaan antara pengalaman sebagai pembalap dalam film nya Fast and Furious 7 dengan pengalamannya di lintasann balap mobil yang asli, Paul menjawab “Para pengemudi terbaik justru sangat tenang ketika berkendara. Sama sekali tidak mirip dengan yang Anda lihat di Fast and Furious ketika karakter saya selalu berkata, ‘Woo,’ dan menampilkan wajah yang sangat ekspresif. Ketika saya berkendara di lintasan balap, saya berpura-pura sedang mendengarkan Coldplay. Saya benar-benar santai. Sayangnya, hal itu tidak terlihat bagus di layar lebar, jadi kami harus berteriak-teriak dan terlihat sedikit takut dalam adegan-adegan balapan itu.”

Paul Walker juga mengatakan bahwa ia sangat menyukai ketegangan, petualangan dan kecepatan. Ia sangat menikmati hal itu, ketik beradu balap di arena nyata ataupun ketika berakting adegan berbahaya dalam filmnya. “Saya tidak takut dengan apapun. Itulah saya yang sebenarnya. Kakek saya juga dulu begitu. Dulu ia adalah pembalap mobil dan ia mengendarai Ford Falcon di Lembah San Fernando. Dan ayah saya adalah pemenang Sarung Tangan Emas dua kali, dan sekarang ia sedang menggemari sepeda gunung dan white water rafting. Saya rasa Anda bisa mengatakan kalau saya berasal dari keluarga yang senang mencari ketegangan.”

Menjadi Ilmuwan Laut

Selain berakting, balap mobil, mengutak-atik mobil dan kehidupan asmara, Paul Walker juga sangat menyukai kehidupan laut. Setahun sebelum kematiannya, Paul Walker sempat ikut dalam seri Expedition Great White dari National Geographic Channel. Dalam ekspedisi ini, Walker bersama Kapten Brett McBride, Dr. Michael Domeier dari Marine Conservation Science Institute, serta Chris Fischer mengumpulkan sampel DNA, mengukur, dan memberikan tag satelit real-time pada hiu-hiu putih besar. Semua ini dilakukan untuk mempelajari pola migrasi dan perkembangbiakan jenis hiu ini.

Paul Walker sempat ber narasi jika dirinya tak bisa menengguk kesuksesan dalam berakting, ia ingin bergabung dalam seri ekspedisi ini sebagai ilmuwan dan peneliti kelautan. “Saya sebenarnya ingin menjadi ilmuwan di bidang kelautan. Saya mengambil kelas-kelas tentang biota laut dan kelautan ketika saya sempat. Saya masih mencintai lautan. Saya pikir kalau karir akting saya tidak berhasil, saat ini mungkin saya akan bekerja sebagai ilmuwan kelautan. Saya bisa mengajak Anda jalan-jalan ke pantai dan menyebutkan nama-nama latin dari semua binatang laut yang dapat Anda temukan,” katanya.

Paul Walker Meninggal

Paul Walker ketika hendak berangkat test drive

Paul Walker dan Porschee yang terbakar

Di sela-sela jadwal syuting dan balap mobilnya, Paul pun menyempatkan diri melakukan acara amal salah satunya adalah acara amal dalam korban topan Filipina yang digelar akhir November 2013 lalu di Santa Clara, California . Dalam acara ini Paul bertemu dengan temannya yang kemudian mengajaknya untuk melakukan test drive mobil Porsche Carrera GT.

Mereka berdua kemudian melajukan mobil dengan kecepatan tinggi. Paul sebagai penumpangnya dan rekannya sebagai pengemudi. Ketika di daerah Hercules Street, mobil yang dikendarai temannya tersebut hilang kendali dann menabrak pohon serta tiang listrik. Seketika itu mobil langsung terbakar. Paul bersama rekannya terjebak di dalam kobaran api, tak bisa menyelamatkan diri untuk keluar mobil dan akhirnya tewas ditempat tepat pada tanggal 30 November 2013 pukul 15:30waktu Santa Clara California, Amerika Serikat.
Sekujur tubuh Paul bersama rekannya ditemukan sangat mengenaskan karena terpanggang api.

Paul Walker, sang aktor tampan Hollywood itu telah tiada dalam seri test drive bersama rekannya. Ia tewas melalui kegiatan yang sangat digemarinya yaitu sang penyuka ketegangan. Paul meninggalkan seorang anak perempuan, Meadow.

Banyak kolega dan artis yang berbelasungkawa atas kejadian itu. Para fansnya pun masih banyak yang mengunjungi tempat naas ketika Izroil menjemput Paul untuk mengenang dan memberikan karangan bunga.


Nama Lengkap : Paul William Walker IV
Alias: Paul Walker
Tanggal Lahir: 12 September 1973
Tempat Lahir: Glendale, California, USA
Zodiac: Virgo
Tinggi Badan: 190.5 cm
Kewarganegaraan: Amerika
Ayah: Paul William Walker III (Kontraktor Pipa Saluran Pembuangan dan petinju pemegang sarung tangan emas 2 kali)
 Ibu: Cheryl Crabtree (Mantan Model)
Saudara: Caleb, Cody, Ashlie, Amie
Kekasih: Rebecca

Anak: Meadow Rain (lahir 4-Nov-99)

Biografi Ahmad Dhani – Musisi Legendaris Indonesia

http://biografionline.blogspot.com/2013/11/biografi-ahmad-dhani-musisi-legendaris.html
Ahmad Dhani. Masih segar ingatan kita tentang kasus yang menimpa Abdul Qodir Jaelani atau Dul, anak dari musisi Ahmad Dhani dan Maia Estianti. Dalam kasus itu nama Ahmad Dhani sbagai ayah yang paling dipersalahkan karena ceroboh membiarkan anaknya yang masih dibwah umur dan belum punya SIM mengendarai mobil.

Atau masih ingatkah kalian dengan kasus perceraian artis paling rumit selama tahun 2006. Tentulah itu kasus perceraian Maia dan Ahmad Dhani.

Namun kali ini penulis bukann mau bergosip. Itu biarlah urusan Hallo Selebriti, Silet, Kroscek atau sebangsanya. Penulis kali ini akan mengulas Biografi Ahmad Dhani sebagai musisi legendaris Indonesia.

Ahmad Dhani bernama lengkap Dhani Ahmad Prasetyo atau juga sering dikenal sebagai Dhani Manaf. Ia dilahirkan pada tanggal 26 Mei 1972 di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Ahmad Dhani dikenal sebgai musisi, pencipta lagu, pentolan Band Dewa, aransemen musik, produser dan Presiden Republik Cinta Manajemen.

Banyak band yang dihantarkannya pada posisi puncak seperti Band Dewa, Grup Band The Rock, The Virgin, Dewi-Dewi, Mulan Jamela dan masih banyak lagi. Dhani telah banyak menciptakann banyak lagu yang kemudian menjadi hits dalam jangka waktu cukup lama.

Sejarah Dewa 19

Personil Dewa 19
Sejak kecil Ahmad Dhani sudah akrab dengan musik. Keluarganya tergolong penyuka musik. Karir musik Ahmad Dhani sendiri dimulai saat ia bersekolah di SMPN 6 Surabaya. Ia bertemu dengan tiga temannya yaitu Andra Junaidi, Erwin Prasetya dan Wawan Juniarso yang kemudian pada 1986 bersatu membentuk Grub Band Dewa.

Pada grub band tersebut, Ahmad Dhani memegang vokal dan keyboard. Minat Ahmad Dhani terhadap musik begitu menggebu mengalahkan prioritasnya terhadap sekolah. Ia kemudian sering tak masuk sekolah karena lebih senang kumpul dengan teman bandnya di rumah Wawan di kompleks Universitas Airlangga untuk sekedar bermain musik.

Awalnya aliran musik Dhani adalah rock, namun kemudian ia mencoba hokinya di musik jazz. Ia kemudian merubah nama Dewa menjadi Downbeat. Ahmad Dhani bersama band Downbeat-nya kemudian menjadi pemenang pada Festival Jazz Remaja se-Jawa Timur, Juara I Festival band SLTA '90 dan Juara II Djarum Super Fiesta Musik. Setelah puas berprestasi di jalur jazz, Dhani kembali lagi ke jalur semula yaitu rock dengan mengusung bendera band Dewa 19 dimana kemudian personelnya bertambah satu, Ari Lasso.

Ahmad Dhani kemudian bertekad untuk memasuki dapur rekaman. Namun untuk sukses menjadi musisi hebat di Surabaya sangatlah sulit karena Surabaya tidak memiliki studio rekaman yang baik saat itu. Tak ada jalan lain, ia harus mencoba peruntungannya di Jakarta untuk mencari studio rekaman yang sudi menjadi label Dewa 19.

Dengan bekal yang sangat minim, Ahmad Dhani berpetualang menjelajah kota metropolitan itu guna menemukan studio rekaman yang bagus. Jangan dikira saat itu ia mengendarai mobil mewah, bis kotalah teman nya setiap hari untuk berpindah dari perusahaan rekaman satu ke perusahaan rekaman lainnya.

Walau banyak yang menolak, Dhani tak putus asa. Usahanya membuahkan hasil dengan bertemunya ia dengan Jan Djuhana dari Team Records. Segeralah Dhani bersama Dewa 19 melakukan rekaman dan launching album. Tak perlu menunggu lama, lagu-lagu Dewa 19 langsung meledak di pasaran dan Dewa 19 mendapatkan sukses besar. Beberapa hits yang melejit adalah “Kangen” dan “ Kita Tidak Sedang Bercinta Lagi” yang kemudian menjadi album terlaris tahun selama 1993. Berbagai penghargaan pun diterimanya, diantaranya adalah sebagai Pendatang Baru Terbaik.

Kesuksesan Dewa 19 pun berlanjut terus di album-album berikutnya. Hampir tak ada lagu Dewa yang tak laris di pasaran. Entahlah, dari mana Ahmad Dhani mendapat kehebatan ilmu dalam mencipta lagu sehingga lagu-lagunya laris manis.

Berikut ini adalah sebelas album yang berhasil ditelorkan oleh Ahmad Dhani bersama Dewa 19 :

Dewa 19 (1992), Format Masa Depan (1994), Terbaik Terbaik (1995), Pandawa Lima (1997), The Best Of Dewa 19 (1999), Bintang Lima (2000), Cintailah Cinta (2002), Atas Nama Cinta I & II (2004), Laskar Cinta (2004), Republik Cinta (2006), dan Kerajaan Cinta (2007).

Menjadi Produser


Selain menggawangi grup band Dewa 19, Ahmad Dhani kemudian membentuk grup band Ahmad Band pada 1999 dan sempat menelorkan album yang berisi lagu yang berjudul “ Bidadari di Kesunyian “ dan “ Aku Cinta Kau dan Dia”.

Ahmad Dhani juga banyak mengorbitkan orang lain dengan memproduserinya. Para artis yang suksesberkat tangan dingin Ahmad Dhani adalah Reza Artamevia, Maia Estianti dengan” Ratu” (saat masih menjadi istrinya), Mulan Jameela, dan juga grup band seperti Andra and teh Backbone, DewiDewi, the Virgin, the Rock, LakiLucky (personelnya adalah ketiga anaknya sendiri, Al, El, Dul).

Ahmad Dhani juga berkolaborasi dengan Andra Ramadhan dan menelorkan album yang berisi 4 lagu dimana single terlarisnya adalah “Kuldesak”.

Semua artis-artis yang telah diorbitkan oleh Ahmad Dhani dinaungi dalam Republik Cinta Manajemen.

Kerikil Kehidupan

Kesuksesan Ahmad Dhani tak berjalan sempurna, berkali-kali Dewa 19 berganti personel. Mulai dari Erwin yang hengkang hingga Ari Lasso yang dikeluarkan dari grup band Dewa 19 karena terbukti menjadi pecandu narkoba yang kemudian ber-Solo karir sendiri.

Selain itu berbagai masalah pribadi kerap menghampiri Ahmad Dhani. Mulai dari masalah dengan FPI karena Dewa dituduh melakukan penghinaan lafadz Allah karena dipakai sebagai gambar grup band-nya, dituduh antek Yahudi (mengingat ibunda Ahmad Dhani masih keturunan Yahudi)  hingga perseteruannya dengan sang istri Maia Estianti yang berujung perceraian.
Walau diterpa masalah pelik seperti itu namun karir musik Ahmad Dhani malah kian cemerlang.

Rumah Tangga Ahmad Dhani


Dhani menikah dengan Maia Estianty di tahun 1994, setelah sekian lama menjalin cinta sejak Dhani masih di SMA Negeri 2 Surabaya. Dari pernikahan mereka, keduanya memiliki 3 anak. Dhani menamai anak-anaknya sesuai tokoh sufi yang dikaguminya, yakni Ahmad Al Gazali, El Jalaluddin Rumi, dan Ahmad Abdul Qodir Jaelani.

Sejak akhir 2006, Dhani dan istrinya terlibat skandal 'tuduh menuduh' yang berujung pada gugatan cerai yang diajukan oleh Maia Estianty. Rumah tangga mereka resmi berakhir pada 23 September 2008 melalui keputusan hakim di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.


Ahmad Dhani kemudian dikabarkan dekat dengan penyanyi Mulan Jameela (vokalis Ratu, mantan penyanyinya Maia) yang dituding sebagai penyebab retaknya rumah tangganya dengan Maia. Dengan Mulan Jameela dikabarkan Ahmad Dhani melakukan nikah siri dan telah dikaruniai seorang anak perempuan cantik yang bernama Safeea.

Ahmad Dhani Bersama Anak-Anaknya

Ahmad Dhani bersama Al, El, Dul

Ahmad Dhani bersama Safeea
Baru-baru ini musibah kembali menimpa keluarga Ahmad Dhani. Slah satu puteranya, Abdul Qodir Jaelani atau Dul telah melakukan kecerobohan dengan mengendarai mobil secara kencang dan akhirnya menabrak mobil didekatnya. Beberapa orang dilaporkan tewas dalam kejadian ini sedangkan Dul mengalami luka yang lumayan serius. HIngga artikel ini diposting, proses hukum sedang berlanjut.

Bioggrafi Cita Citata Penyanyi Lagu Sakitnya Tuh Disini

Foto Cita Citata penyanyi lagu "sakitnya tuh disini"
Profil, biografi, biodata, foto Cita Citata penyanyi Sakitnya Tuh Disini. Mungkin nama Cita Citata belum begitu familiar bagi Anda. Namun Anda pasti pernah mendengar lagu yang berjudul "Sakitnya Tuh Disini". Ya, dialah Cita Citata, pelantun lagu yang saat ini tengah heboh dan jadi trend di masyarakat.

Liriknya yang sederhana dan mudah di hafal memang tak dapat ditampik menjadi salah satu faktor kesuksesan dari lagu dangdut tersebut. Meskipun hits berjudul sakitnya tuh disini tengah menjadi perbincangan di media dan masyarakat luas, namun tahukah Anda jika lagu ini diciptakan secara spontan dan hanya memakan waktu 4 jam saja?.

Proses pembuatan lagu berjudul "Sakitnya tuh disini" diakui Cita cukup unik. Kejadiannya saat ia berada di studio rekaman rekaman untuk menyanyikan sebuah lagu dangdut. Karena merasa kesulitan akhirnya ia berceloteh sakitnya tuh disini dengan gaya jari menunjuk ke arah bawah bahu. Kesulitan yang dialaminya saat menyanyikan lagu dangdut bukannya tidak beralasan, pasalnya, ia sebenarnya adalah seorang penyanyi jazz yang kerap bernyanyi di hotel, restoran dan kafe.

Kesuksesan Cita Citata dengan lagu "sakitnya tuh disini" seakan mengingatkan kita pada kesuksesan Ayu Ting Ting yang beberapa tahun lalu namanya melejit lewat lagu "salah alamat". Tak seperti Cita Citata, artis cantik kelahiran Bandung yang namanya populer dengan waktu singkat dengan lagu hits terbarunya sakitnya tuh disini, Ayu Ting Ting membutuhkan waktu dan proses yang jauh lebih lama yaitu harus menunggu lebih dari 4 tahun untuk membuat dirinya populer. Itu pun tanpa di sengaja sebab video klip yang pernah di buatnya untuk lagu salah alamat dibuat pada tahun 2006 silam dan baru populer pada sekitar 2 tahun yang lalu.

Cita Citata adalah merupakan salah satu artis yang beruntung di ranah musik dangdut di Indonesia. Bahkan ia pun tidak pernah menyadari jika lagunya tersebut ternyata populer. Bahkan ia mengaku sempat terkejut manakala lagunya tersebut menjadi top chart di berbagai radio dan kerap dinyanyikan di beberapa stasiun televisi di Indonesia.

Berita terbaru dari Cita Citata terkait statusnya yang dikabarkan telah menikah pada Oktober 2012 dan saat ini masih menjadi istri yang sah dari Galih Purnama alias Ijonk beberapa waktu lalu sempat mencuat ke permukaan. Artis yang akrab dipanggil Cita ini pun mengakui jika betul bahwa ia memang pernah menikah saat usianya 18 tahun. Meskipun saat ini ia masih berstatus sebagai istri sah dari Ijonk, namun ia mengakui jika saat ini mahligai rumah tangganya memang sudah tidak harmonis lagi. Lebih dari itu, ia juga mengakui jika perpisahannya dengan Galih tengah menunggu proses pengadilan agaman.

Profil, biografi, biodata dan foto Cita Citata penyanyi lagu sakitnya tuh disini

Nama: Cita Citata
Tempat tanggal lahir: 14 Agustus 1994
Zodiac: Leo
Single: Kalimera Athena, Sakitnya Tuh di Sini
Sinetron: Diam-Diam Suka, Cinta Lama Bersemi Kembali

Berikut ini adalah beberapa foto Cita Citata yang paling populer di mesin pencarian. Untuk melihat foto-foto terbaru Cita Citata, Anda dapat mengunjungi instagram-nya.
Lihat Instagram Cita Citata: #http://instagram.com/cita_citata
Lihat Twitter Cita Citata: #https://twitter.com/cita_citata


Profil, biografi, biodata, foto Cita Citata penyanyi lagu sakitnya tuh disini
Foto Cita Citata penyanyi lagu "sakitnya tuh disini"
Back to top