Biografi Ade Rai – Binaragawan Indonesia

Ade Rai
Biografi Ade Rai - Siapa yang tak tahu  Ade Rai? Sosok pria dengan dada kotak-kotak bukan karena digambari dengan spidol tetapi karena saking atletisnya sehingga bentuknya seakan –akan kotak-kotak. Ade Rai adalah atlet binaragawan asal Indonesia yang perstasinya suah diakui dunia hingga saat ini. Ade Rai terlahir di Jakarta pada tanggal 6 Mei 1970 dengan nama I Gusti Agung Kusuma Yudha Rai. Ia adalah keturunan Bali tapi keluarganya sudah lama menetap di Jakarta.

Ade Rai kecil sangat menyukai bermacam olahraga namun sayang tubuhnya yang kurus membuatnya kurang pede saat bergaul. Bayangkan saja, usia 10 tahun, Ade Rai hanya memiliki berat badan 25 kg. Setara dengan berat badan anak usia 6 tahun. Bahkan ketika remaja dengna tinggi badan 183cm, berat badan Ade Rai hanya 55kg.

Kesukaan Ade Rai pada olah raga membuatnya memutuskan untuk menekuni bulutangkis. Namun karena kesibukannya kuliah di FISIP UI Jurusan Hubungan Internasional menjadikan Ade Rai terpaksa harus menghentikan pelatihan bulutangkisnya. Putus hubungan dengan bulutangkis bukan berarti Ade Rai juga putus olah raga. Ia kemudian menekuni olahraga binaraga karena termotivasi ingin bentuk tubuh yang atletis bukan kurus tinggi.


Usaha Ade Rai tak sia-sia. Ketekunannya berolah raga binaraga membuatnya memenangkan prestasi internasionalnya yang pertama tepat saat ia lulus HI Universitas Indonesia yaitu menjadi pemenang Mr. Asia.

Dengan peningkatan bentuk tubuhnya yang semakin atletis dan kotak-kotak membuatnya semakin percaya diri mengikuti berbagai turnamen-turnamen. Mulai dari skala lokal hingga internasional. Berbagai pencapaian telah diraihnya seperti meraih penghargaan National Champion pada tahun 1994 hingga 1999, meraih penghargaan Mr. Asia tahun 1995 dan 1998. Asian Pro-Am Classic Winner 1996; Musclemania Overall Winner 1996; Life Time Drug Body Builder.

Di tahun 2000, Ade Rai menorehkan prestasi kembali dengan menyabet gelar Juara Dunia Superbody Professional dan Musclemania Professional. Dua gelar ini sekaligus mengakhiri keikut sertaannya dalam turnamen binaraga.

Ade Rai kemudian memiliki impian agar olah raga ini bisa lebih populer di mata masyarakat. Ia kemudian mengadakan event pertandingan antar pelajar dan mahasiswa. Ade Rai juga mengadakan Pesta Raga setiap tahunnya dimana dalamm ajang ini akan berkumpul seluruh atlet binaraga nasional untuk bertanding. Klub Ade Rai juga didirikan guna memfasilitasi orang yang ingin sehat dan bugar melalui olah raga.

http://biografionline.blogspot.com/

http://biografionline.blogspot.com/


Selain mengkampanyekan binaraga baik melalui seminar atau berbagai turnamen, Ade Rai juga mengembangkan bisnis waralaba Gym, bisnis suplemen sehat, serta mendirikan institusi program pelatihan sertifikasi bagi profesional dalam bidang fitnes. Ade Rai juga sibuk melakukan berbagai gerakan gaya hidup sehat melalui fitness dengan menerbitkan berbagai majalah olah raga serta buku-buku tentang hal itu. Ia juga aktif berkampanye melalui majalah, talk show di televisi serta radio.

Tips Hidup Sehat Ade Rai

  1. Lebih memilih makanan yang kaya serat seperti buah dan sayuran sebelum hidangan lain terutama karbohidrat.
  2. Banyak minum air putih dan lebih baik tidak minum air dengan kadar gula tinggi.
  3. Menghindari mengkonsumsi karbohidrat (nasi, lontong, ketupat)dengan dicampur lemak (santan, kulit ayam, daging yang berlemak).
  4. Setelah makan jangan langsung tidur, tunggulah hingga beberapa saat hingga makanan tercerna tubuh. Hal ini menghindari penumpukan makanan langsung oleh tubuh tanpa ada aktifitas yang mendahuluinya.
  5. Lakukan diet seimbang dengan mengontrol asupan karbohidrat. Jangan melakukan diet dengan tidak makan dan bekerja berlebihan, hal itu akan sia-sia saja justru akan menimbulkan lemas serta kuraang berenergi malahan bisa jatuh sakit.

Pencapaian Ade Rai :

§  IFBB Indonesian National Championship, 1st Heavyweight & Overall, Best Bodybuilder (1994, 1996, 1997, 1999, 2000, 2002, 2007)
§  ABBF/IFBB Mr. Asia (1995 & 1998) & Mr.ASEAN (1995)
§  IFBB SEA Games Gold Medal (1997)
§  MUSCLEMANIA WORLD, 1st Light Heavyweight & Overall Winner (1996)
§  SUPERBODY WORLD PROFESSIONAL, Overall Winner (2000)
§  MUSCLEMANIA WORLD PROFESSIONAL, Overall Winner (2000)

Biografi Harry Tanoesoedibjo - Harry Tanoe

http://biografionline.blogspot.com/
Harry Tanoesoedibjo atau akrab disapa Harry Tanoe adalah salah satu konglomerat Indonesia. Namanya dibesarkan karena bisnisnya dalam hal jaringan televisi dan media cetak nasional. RCTI, MNCTV, GLOBAL, Indovision, Koran Sindo, adalah sederet jaringan yang berada dibawah kepemimpinannya. Harry Tanoe mulai terkenal ketika dirinya membeli sebagian besar saham dari anak Soeharto yaitu Bimantara Group milik Bambang Trihatmojo.

Berikut ini penulis akan mengulas tentang Biografi Harry Tanoesoedibjo agar kita bisa tahu kunci sukses beliau dalam membesarkan bisnisnya.

Harry Tanoesoedibjo dilahirkan di Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 26 September 1965. Masa kecil dan sekolahnya dihabiskan di kota Pahlawan ini. Barulah ketika dirinya lulus SMA, ia memutuskan untuk meneruskan pendidikannya di Kanada yaitu Carleton University, Ottawa Kanada. Dari sanalah ia menyabet gelar Bachelor of Commerce pada 1988.

Harry Tanoe tak lantas berbangga hati. Ia terus mencari ilmu lebih tinggi lagi dengan meneruskan studinya di tempat yang sama untuk memperoleh gelar Master of Business Administration dimana ia mencapainya hanya dalam waktu 1 tahun saja.

Harry Tanoe adalah anak ke tiga dari tiga bersaudara, nama saudaranya adalah Hartono Tanoesoedibjo dan Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo. Harry Tanoe menikah dengan seorang wanita anggun yang bernama Liliana Tanaja Tanoesoedibjo. Dari pernikahannya ini mereka dikaruniai lima orang anak.

Menjadi Entrepreneur

Sejak kecil Harry Tanoe memang terobsesi menjadi seorang pengusaha. Kiprahnya dalam dunia bisnis dimulai ketika tahun 2000. Ketika itu beliau mengambil alih kepemilikan PT Bimantara Citra Tbk milik Bambang Trihatmojo yaitu anak dari mantan presiden Soeharto. Dimana bidang usahanya adalah stasiun televisi RCTI.

Dari situlah minatnya di bisnis media semakin menjadi. Ia kemudian mengukuhkan tekad menjadi pemenang dalam persaingan bisnis media di Indonesia. Harry Tanoe memmang dikenal piawai dalam menata ulang perusahaan yang sudah morat-marit dan hampir bangkrut. Termasuk yang saat itu dialami oleh Bimantara Citra Tbk.

Setelah sukses menata ulang Bimantara Citra Tbk, Harry kemudian menggabungkan diri dengan media televisis lain yaitu TPI milik Siti Hadiyanti Rukmana atau Mbak Tutut yang juga anak dari mantan presiden Soeharto. Tak sampai lima tahun Harry Tanoe bisa menguasai saham mayoritas dan mengubah nama TPI menjadi MNC TV atau Media Nusantara Citra Televisi. Proses ini sempat mengalami perseteruan dengan pemiliknya semula yaitu Mbak Tutu namun kemudian bisa dimenangkan oleh Harry Tanoe.

Selain RCTI dan MNCTV, Harry juga mengambil alih stasiun televisi yang sempat terkenal dengan program MTV yaitu Global TV. Dengan begitu Harry telah menjadi penguasa dengan memiliki tiga stasiun televisi nasional yang paling utama di negeri ini.

Sejak saat itu Harry semakin agresif dalam ambisinya menjadi orang nomor satu di media elektronika. Harry juga membuat radio yaitu Trijaya FM kemudian membuat TV kabel yaitu Indovision, media cetak juga dirambahnya yaitu Koran Sindo, majalah ekonomi dan bisnis yaitu Trust, tabloid remaja yaitu Genie.

Langkah berikutnya, Harry Tanoe melalui MNC yang menjadi subholding dari Bimantara Citra Tbk juga mendirikan rumah produksi yang akan memasok acara-acara di stasiun televisi miliknya. Harry juga dikabarkan akan membuat jaringan radio nasional.

Selain bidang media cetak dan elektronika, Harry juga merambah bisnis investasi melalui PT Bhakti Investama. Ia juga memegang jabatan strategis di berbagai perusahaan ternama seperti menjadi Presdir di PT Global Mediacom Tbk.

Berpolitik

Selain berbisnis, saat ini Harry Tanoesoedibjo adalah seorang bendahara KONI, menjadi pembicara dan dosen tamu di beberapa universitas terkemuka dan juga dalam berbagai seminar bisnis dan keuangan serta juga terjun dalam bidang politik.

Dalam bidang politik, Harry bergabung dengan partai politik Nasional Demokrat atau Nasdem bentukan Surya Paloh, pemilik Metro TV. Namun karena merasa tak sejalan dengan pola pemikirannya akhirnya Harry mengundurkan diri.

Harry kemudian melabuhkan plihan politiknya di partai Hanura besutan Wiranto. Harry memilih partai Hanura karena Wiranto telah memiliki pengalaman dan berjiwa kepemimpinan dari pengalamannya memimpin TNI selama 35 tahun. Di Hanura, Harry menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Hanura. 

Pada bulan Juli 2013 lalu, pasangan Wiranto-Harry mengumumkan menjadi pasangann capres dan cawapres 2014 dengan slogan “Pasti Maju Indonesia”. Menurut pasangan ini, modal besar dalam mencalonkan diri adalah kepemimpinan Wiranto yang telah terasah selama 35 tahun sebagai pemimpin TNI dan kesuksesan Harry dalam bisnis dianggap bisa memahami dan menyelesaikan persoalan ekonomi nasional.

Kunci Sukses Harry

Kesukses Harry dalam berbisnis tak diraihnya semalam. Kerja keras dan pengorbanan banyak dilakukannya dalam membangun imperium bisnisnya. 

Berikut ini adalah kunci suksesnya:

·         Visi yang jelas. Dari awal Harry memang memutuskan menjadi entrepreneurship yang sukses. Inilah visi atau tujuannya. "Saya dari dulu ingin jadi enterpreneurship, dan untuk menjadi tujuan itu, saya terus fokus dan dislipin, anda juga pasti bisa melakukan itu," ujarnya.

·         Fokus pada tujuan dan apa yang ingin dicapai. Jangan menyerah akan kegagalan, karena sukses itu tidak instan, sukses itu butuh proses. "Tujuan kita harus jelas dan fokus dan jangan berhenti sebelum tujuan itu tercapai, tapi kita harus ingat sukses besar adalah akumulasi dari sukses yang kecil-kecil," ujar Harry.

·         Kerja keras dan tak mengenal putus asa. Jika gagal maka terus dicoba lagi hingga berhasil karena pada dasarnya kegagalan itu tak ada. Yang ada adalah berhenti berusaha sehingga tujuannya tak tercapai.

·         Berdoa. Karena spiritual itu adalah kekuatan, untuk mencapai tujuan. "Istri saya banyak berdoa untuk saya, biasanya sebelum gol dalam tujuan, itu kita butuh wisdom, kita harus banyak berdoa, power of pray very strong," ujar Harry.

·         Membangun karakter yang baik untuk selalu maju mencapai tujuan yang jelas. Untuk mencapai itu, hal utama dilakukan adalah fokus pada kualitas bukan kuantitas. "Banyak orang cari uang, tapi kalau saya bekerja uang nomor dua, tapi yang pertama adalah kualitas," jelasnya.

·         Disiplin dan Komitmen. Komitmen yang kuat menghasilkan mental dan fisik yang kuat. "Intinya kita harus berubah, karena musuh terbesar dalam hidup adalah diri kita sendiri," ujar Hary.

Apakah orang sepintar Harry Tanoesoedibjo tak pernah merasakan gagal dan kecewa? Tentulah pernah. Tahukah teman bahwa Harry sewaktu SMA pernah merasakan tidak naik kelas. Coba bayangkan bagaimana kecewa dan malunya jika tidak naik. Harry juga mengalami hal itu namun ia tak berhenti berusaha. Terbukti tekadnya untuk kuliah di luar negeri menghantarkannya dalam kesuksesan studi dan bisnis. Selain itu ketika dirinya berseteru dengan pihak TPI yaitu Mbak Tutut, dirinya sempat kalah namun ia terus berusaha sehingga dirinya dinyatakan menang oleh pengadilan dan berhak atas 99,9% saham TPI yang kemudian berubah nama menjadi MNC TV.

Konglomerasi Harry Tanoe yang begitu menggurita membuatnya dinobatkan menjadi salah satu konglomerat di Indonesia dengan total aset 7,2 miliar dollar. Ini diraihnya hanya dalam tempo 14 tahun.

Biografi Jendral Abdul Haris Nasution

Jendral A.H Nasution
Jendral A.H Nasution atau Jendral Abdul Haris Nasution adalah salah satu Jendral Besar yang ikut serta dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Beliau adalah salah satu saksi sejarah yang berhasil menyaksikan sendiri kemerdekaan Indonesia, kepemimpinan Orde Lama (Presiden Soekarno), kepemimpinan Orde Baru (Era Soeharto) dan masa reformasi.


Jendral A.H Nasution (sering disapa Pak Nas) dilahirkan pada tanggal 3 Desember 1918 di Kotanopan, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Kesederhanaan, idealisme dan kekuatan visinya serta khusyuknya dalam beribadah tentulah dipengaruhi oleh keluarga dan lingkungan sekitarnya. A.H Nasution adalah anak dari keluarga petani yang bersahaja dan taat beragama. Beliau adalah anak kedua dari tujuh bersaudara.

Ayahnya adalah seorang aktivis Sarekat Islam di Kotanopan, Tapanuli Selatan. Nasution kecil sangat gemar membaca. Buku-buku seperti biografi tokoh dunia, sejarah dan kisah Nabi Muhammad serta perang kemerdekaan Belanda dan Perancis telah mengisi hari-harinya.

Setelah lulus AMS-B (setingkat SMA PASPAL) di tahun 1938, Nasution bekerja sebagai guru di Bengkulu dan Palembang. Selepas itu, Nasution pun bergabung ke dalam Akademi Militer dan sempat terhenti pendiidkannya karena invasi Jepang pada tahun 1942. Saat itu, Belanda yang telah kuat armada militernya dapat diberangus oleh Jepang karena tak mendapat dukungan dari rakyat. Sedangkan Jepang yang barusan masuk ke Indonesia dengan mudahnya mengalahkan Belanda. Ini menjadi pelajaran bagi Nasution bahwa dukungan rakyat sangatlah penting bagi militer.

Saat perang Revolusi Kemerdekaan I (1946-1948), TNI bahu membahu bersama rakyat melakukan perang gerilya atau disebut perang rakyat. Dan TNI bersama rakyat mendapat kemenangan berhasil mengusir penjajah Belanda yang mau menjajah Indonesia kembali.  Saat itu A.H Nasution diberi wewenang memimpin Divisi Siliwangi. Pak Nas menarik kesimpulan berharga lagi bahwa karena rakyat mendukung sepenuhnya maka perang bisa dimenangkan oleh TNI bersama rakyat. Hal ini kemudian diterapkan dalam perang revolusi Kemerdekaan II dimana beliau saat itu menjadi Panglima Komando Jawa (1948-1949).

Beliau adalah jendral idealis yang sangat tekun beribadah. Beliau lebih memilih hidup sederhana ketimbang menumpuk harta walau itu bisa saja dilakukannya mengingat posisinya sebagai orang nomor satu di ABRI. Rumah beliau hingga pensiun tetaplah rumah sederhana yang tak pernah direnovasi. Bahkan entah karena faktor apa, jaringan PDAM rumahnya disabotase oleh orang yang tak menyukainya sehingga beliau harus membuat sumur sendiri guna mendapatkan air bersih. Ternyata walau beliau orang yang sangat jujur dan lurus juga masih ada saja yang tak menyukainya (lha wong Nabi Muhammad saja yang sudah dijamin Allah akhlaknya juga masih memiliki musuh, tak ada yang sempurna di dunia ini).

Walau sangat sibuk memimpin TNI/ABRI, Pak Nasution juga manusia biasa yang pernah jatuh cinta. Pak Nas memiliki hobi bermain tennis. Ketika bermain tennis, beliau berjumpa dengan seorang gadis puteri kedua dari R.P Gondokusumo pengurus partain Indonesia Raya (Parindra) yang bernama Johana Sunarti. Pak Nas akhirnya menikahinya dan dikaruniai dua orang puteri yang cantik-cantik, salah satunya adalah Ade Irma Suryani yang ikut gugur dalam peristiwa G 30 S/PKI.

Jadi Target Pembunuhan, Dikucilkan Orba dan Dipersalahkan Reformasi
Jika kita menengok sejarah, Pak Nas adalah salah satu target pembantaian pemimpin AD oleh PKI namun lolos dan sebagai gantinya adalah nyawa puteri kesayangannya, Ade Irma Suryani yang melayang terterjang peluru PKI.

Pak Nas pernah dituduh sebagai musuh poitik Orba dan dikucilkan padahal beliau adalah salah satu tonggak lahirnya Orba. Pak Nas lah yang memimpin sidang istimewa MPRS yang agendanya memberhentikan Presiden Soekarno sebagai Presiden RI pada 1967.

Pak Nasution adalah jendral yang berhati lembut. Beliau dua kali menitikkan air mata, pertama ketika melepas jenazah ke tujuh Pahlawan Revolusi yang dibunuh PKI secara keji . Dan yang kedua adalah ketika menerima pengurus pimpinan KNPI yang datang ke rumahnya berkenaan dengan penulisan buku, Bunga Rampai TNI, Antara Hujatan dan Harapan.

Beliau juga adalah penggagas Dwi Fungsi ABRI, namun beliau merasa bersalah ketika pelaksanaan dwi fungsi ABRI di selewengkan guna mengekalkan kepemimpinan seseorang saja. Bahkan konsep yang digagas Pak Nas ini akhirnya dihujat habis-habisan saat reformasi. Pak Nas merasa turut bersalah dan sedih akan hal itu. Bukan itu maksud dari gagasannya. Beliau juga tak berniat menjadikan ABRI sebagai alat poitik kekuasaan.

Usut punya usust yang menjadikannya dimusuhi penguasa Orba adalah karena Pak Nas adalah salah satu penandatangan petisis 50. Namun Pak Nas mengakui peran serta Soeharto dalam memimpin pasukan Wehrkreise melakukan serngan umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta hingga berhasil. Walau Orba mengucilkannya, namun pada akhir hayatnya, Pak Nas menerima gelar Jendral Besar dari pemerintah. Mungkin gelar tersebut sebagai wujud terima kasih Soeharto pada jasa Pak Nas. Bagaimanapun juga Pak Nasution juga telah banyak berjasa dalam melahirkan Orba.

Pak Nas juga berjasa dalam meletakkan dasar perang gerilya dalam melawan penjajah Belanda. Segala pengajaran mengenai perang gerilya beliau tuangkan dalam sebuah buku  yang berjudul Strategy of Guerrilla Warfare dimana buku tersebut telah disadur ke beberapa bahasa asing serta menjadi buku wajib militer di sekolah-sekolah elite militer di berbagai negara. Termasuk sekolah elite militer di Amerika, West Point.

Menulis Buku
Ketika dirinya mulai tersingkir dari dunia politik, yaitu ketika selesai menjadi pemimpin sidang MPRS tahun 1972, beliau yang pernah menduduki posisi kunci utama TNI selama 13 tahun ini tak lantas menghiba-hiba meminta kursi politik. Walau sebenarnya kharisma dan pengaruh beliau masih sangat besar dan bisa saja beliau menyususn siasat untuk membuat dirinya kembali bertengger di kancah perpoltikan namun beliau tak melakukan itu. Beliau cukup tahu diri posisinya. Dan beliau memutuskan menyibukkan diri menulis buku memoar.

 Pada 1986, lima dari tujuh jilid memoar perjuangan A.H Nasution telah selesai ditulisnya dan telah beredar di pasaran. Lima memoar ini masing-masing berjudul Kenangan Masa Muda, Kenangan Masa Gerilya, Memenuhi Panggilan Tugas, Masa Pancaroba, dan Masa Orla. Dua lagi memoarya, Masa Kebangkitan Orba dan Masa Purnawirawan, sedang dalam persiapan. Selain memoar, beliau juga menulis buku yang lain yang berjudul Pokok-Pokok Gerilya, TNI (dua jilid), dan Sekitar Perang Kemerdekaan (11 jilid).

Jendral A.H Nasution V.S Presiden Soekarno
Jendral A.H Nasution sangat mengagumi Presiden pertama Indonesia, Ir Soekarno. Menurut beliau, Bung Karno adalah pemimpin yang sangat kharismatik. Walau begitu,, ketika Pak Nas memimpin TNI, beliau juga kerap berseberangan dengan sang proklamator tersebut. Namun kemudian akur kembali. Sebagai contoh, ketika terjadi pergolakan di dalam Angkatan Darat tahun 1952, Pak Nas menilai sang Presiden terlalu ikut campur. Kemudian pada “Peristiwa 17 Oktober”, ketika itu Jendral A.H Nasution ikut andil dalam pembubaran DPRS dan menuntut dibentuknya DPR baru, sehingga diberhentikan oleh presiden Soekarno.

Sempat tak akur beberapa lama, pada tahun 1955 Bung karno rukun kembali dengan Pak Nas dan mengangkat beliau menjadi ketua KSAD. Yaitu setelah adanya pemberontakann PRRI/Permesta dimana Pak Nas dipercaya sebagai co-formatur pembentukan Kabinet Karya dan Kabinet Kerja.

Ketika selesai perang pembebasan Irian Barat, kedua tokoh nasional ini terjadi cek-cok lagi dikarenakan Bung Karno memberi kesempatan pada PKI yang nyata-nyata berhalauan komunis untuk berkembang di INdonesia dimana Pak Nas sangat bertentangan engan prinsip PKI.

Itulah kisah putus-nyambung antara Ir soekarno dan Jendral A.H Nasution. Apapun yang terjadi, Pak Nas tetaplah mengagumi sosok Ir Soekarno, jika ditanya alasannya beliau menjawab “ Bung Karno sudah keluar masuk penjara gara-gara memperjuangkan kemerdekaan Indonesia sebelum saya faham apa itu perjuangan kemerdekaan.”

Wafatnya Jendral A.H Nasution
Semenjak kecil, Jendral A.H Nasution sudah biasa hidup sederhana. Hal inipun beliau terapkan hingga akhir hayatnya. Beliau meninggal di usia 82 tahun tepatnya 6 September 2000 (bulan yang sama ketika beliau menjadi target pembunuhan G 30S/PKI namun meleset). Beliau tidak meninggalkan materi berlimpah. Hanya idealisme dan kekayaan pengalaman dalam berjuang saja yang beliau wariskan melalui buku-bukunya.

Rumah tinggal beliau bersama keluarga besarnya yang terletak di jalan Teuku Umar Jakarta tampak begitu sederhana dan tak pernah tersentuh renovasi, sangat jauh sekali dari standar rumah seorang perwira tinggi TNI. Beliau juga telah kehilangan anak perempuannya yang cantik, Ade Irma, terkena terjangan peluru PKI. Namun sebagai gantinya beliau dikaruniai umur panjang hingga bisa melihat sendiri pergantian kekuasaan diantara tokoh-tokoh yang beliau kenal juga (kemerdekaan Indonesia, Orde Lama – Soekarno, Orde Baru – Soeharto dan Reformasi).

Biodata Jendral Abdul Haris Nasution
Nama: Abdul Haris Nasution
Pangkat: Jenderal Bintang Lima
Lahir : Kotanopan, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, 3 Desember 1918
Meninggal: Jakarta, 6 September 2000
Agama : Islam
Istri: Ny Johanna Sunarti

Pendidikan :
= HIS, Yogyakarta (1932)
= HIK, Yogyakarta (1935)
= AMS Bagian B, Jakarta (1938)
= Akademi Militer, Bandung (1942)
= Doktor HC dari Universitas Islam Sumatera Utara, Medan (Ilmu Ketatanegaraan, 1962)
= Universitas Padjadjaran, Bandung (Ilmu Politik, 1962)
= Universitas Andalas, Padang (Ilmu Negara 1962)
= Universitas Mindanao, Filipina (1971)

Karir :
= Guru di Bengkulu (1938)
= Guru di Palembang (1939-1940)
= Pegawai Kotapraja Bandung (1943)
= Dan Divisi III TKR/TRI, Bandung (1945-1946)
= Dan Divisi I Siliwangi, Bandung (1946-1948)
= Wakil Panglima Besar/Kepala Staf Operasi MBAP, Yogyakarta (1948)
= Panglima Komando Jawa (1948-1949)
= KSAD (1949-1952)
= KSAD (1955-1962)
= Ketua Gabungan Kepala Staf (1955-1959)
= Menteri Keamanan Nasional/Menko Polkam (1959-1966)
= Wakil Panglima Besar Komando Tertinggi (1962-1963)
= Wakil Panglima Besar Komando Tertinggi (1965)
= Ketua MPRS (1966-1972)

Alamat Rumah :
Jalan Teuku Umar 40, Jakarta Pusat Telp: 349080

Biografi Alexander Graham Bell Penemu Telepon


http://biografionline.blogspot.com/
Biografi Alexander Graham Bell - Di jaman yang serba canggih saat ini, penggunaan telepon adalah hal yang mutlak diperlukan. Bahkan sekarang ini telepon sudah dapat dibawa kemana-mana. Bayangkan saja apa jadinya jika kita sehari saja hidup tanpa telepon. Pastilah susah jadinya. Mau menghubungi kawan tak bisa, mau bicara pada saudara yang tinggalnya jauh pun harus kesana dulu yang pastinya bakal berat diongkos.

Tahukah kawan? Siapakah yang telah berjasa menemukan telepon? Dialah Alexander Graham Bell. Berikut ini akan penulis urai Biografi Alexander Graham Bell. Yuk disimak!



Alexander Graham Bell adalah seorang pengajar bicara bagi orang yang tuli di negara Skotlandia. Beliau akrab disapa Bell. Bell dilahirkan pada 3Maret 1847 di Edinburg – Skotlandia. Bell bukanlah anak yang jenius di sekolahnya, namun lingkungan keluarganya sangat mensupport Bell dalam mendalami ilmu pengetahuan.

Ayah Bell yang bernama Alexander Melville Bell adalah seorang psikolog dan elocution atau lebih sederhana adalah ahli dalam mengajari orang-orang tuli untuk bicara. Bell pun belajar tentang hal itu dari sang ayah. Keterampilan inilah yang kelak akan mempertemukan Bell dengann wanita yang dicintainya.

Pada tahun 1865, Alexander Graham Bell memperdalam keilmuannya mengenai suara. Ia juga mempelajari percobaan Herman Ludwig von Helmholtz yaitu tentang bunyi yang dihasilkan dari magnet dan fort .

Keahlian Bell tentang bunyi-bunyian dan suara membuatnya didaulat untuk menjadi dosen di Sarah Fuller yaitu sebuah institusi yang mengajar anak tuli bicara. Selain itu Bell juga menerima murid privat.

Menikah dan Meneliti

Selain mengajar, Alexander Graham Bell juga melakukan penelitian tentang telegraph, electric speaking dan photonograph dimana pendanaan dari penelitiannya ini mendapat donor dari orang tua muridnya. Salah satu wali murid yang menjadi penyandang dana bagi Bell adalah Gardiner Hubbard. Beliau memiliki putri yang tuli bernama Mabel yang telah berhasil diajari oleh Bell. Dikemudian hari Mabel dan Bell pun menikah.

Selama melakukan penelitian, Alexander Graham Bell dibantu oleh temannya yang bernama Thomas Watson. Impian Bell adalah menciptakan alat komunikasi khusus yang menggunakan transmisi gelombang listrik.

Alexander Graham Bell dan Thomas Watson melakukan penelitian ini mulai tanggal 2 Juni 1875 dan berhasil dipatenkan pada dua tahun kemudian yaitu tepatnya tanggal 7 Maret 1876. Dalam penelitian itu mereka menggunakan alat pengatur suara dan magnet yang digunakan untuk menghantarkan bunyi. Sehingga terciptalah pesawat telepon serta pemancar yang berbentuk piringan hitam yang dipasang didepan elektromagnet.

Titik sejarah ditemukannya telepon ini ditandai dengan kesuksesannya mengirimkan suara pada tanggal 10 Maret 1876. Demonstrasi ini dilakukan pada pameran ulang tahun kota Philadelphia yang ke 100.

Mendirikan Perusahaan

Untuk mengkomersilkan penemuannya ini, Alexander Graham Bell dan kawan-kawan kemudian membentuk perusahaan sendiri pada Juli 1877 dengan nama AT&T atau American Telephone and Telepgraph.

Sebenarnya, sebelum itu The Western Union Telegraph Company menyatakann kesediaannya untuk membayar penemuan itu sebesar seratus ribu dolar namun entah kenapa akhirnya Western Union Telegraph Company kemudian secara sepihak membatalkannya yang akhirnya mmebuat Bell dkk membuat sendiri perusahaan untuk tujuan komersil penelitiannya.

Dalam kepemilikan saham AT&T, Bell dan sang istrinya memegang 15% sahamnya. Namun Bell lebih pandai menjadi ilmuwan ketimbang pebisnis. Secara emosional Bell dann sang istri menjual sahamnya dengan harga rata-rata. Mereka tak tahu jika setelah itu harga saham AT&T bakal naik tajam dari $250 menjadi $1000 per saham. Namun mereka tak menyesal karena telah mengantongi keuntungan lebih dari 1 juta dolar.

Kiprah Alexander Graham Bell sebagai ilmuwan tak lalu berhenti. Ia tetap meneruskan penelitiannya dan berhasil menemukan alat-alat lainnya walau tak sedahsyat penemuannya akan telepon.

Meninggalnya Alexander Graham Bell

Hingga saat ini namanya selalu dikenang sebagai orang yang telah berjasa menemukan alat yang sangat penting yaitu telepon. Penemuannya ini dapat disejajarkan dengan penemuan bola lampu oleh Thomas Alva Edison yang juga spektakuler. Alexander Graham Bell meninggal dunia sebagai warga negara Amerika Serikat pada tahun 1922.

Biografi Abraham Samad – Ketua KPK

http://biografionline.blogspot.com/
Biografi Abraham Samad atau Dr. Abraham Samad, S.H., M.H adalah seorang advokat yang sekarang ini menjabat sebagai ketua Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK dalam masa periode 2011 hingga 2015. Abraham Samad terbilang sukses dalam melakukan pemberantasan korupsi, terbukti sejak dipilihnya beliau, banyak kasus korupsi terungkap dan beliau tak segan menyeret sang pelaku (walau itu pejabat negara atau bahkan presiden sekaligus) ke meja hijau. Banyak yang menyukai kinerjanya namun tak sedikit juga yang berusaha mencari celah kesalahannya. Namun hingg artikel ini ditulis, Abraham Samad tetap ‘lurus’ dalam mengemban amanah ini.

Kasus-kasus besar seperti Hambalat, Kasus Daging Sapi Import hingga saat ini ada kasus korupsi dengan ketua MK yang baru, telah ditanganinya. Walau belum dianggap tuntas seratus persen, namun kasus tersebut termasuk kasus besar yang telah banyak menyeret pejabat negara ke meja peradilan, dimana untuk melakukan itu taruhannya bisa jadi nyawa ketua KPK itu sendiri.

Sebenarnya, siapa sih sosok Abraham Samad? Dari mana beliau berasal dan siapa yang paling mempengaruhi kepribadian dirinya hingga memiliki nyali yang sangat besar untuk menegakkan keadilan hingga nyawa taruhannya. Berikut ini akan diulas tentang Biografi Abraham Samad.

Biografi

Abraham Samad adalah orang kelahiran Makassar pada tanggal 27 November 1967. Sejak kecil Abraham Samad sudah ditinggal oleh ayahnya sehingga hanya dengan ibunyalah dirinya tumbuh dan berkembang. Dibawah pengasuhan ibunya inilah, Abraham tumbuh menjadi pribadi yang kritis. Ia tak mentolelir adanya kesewenangan terhadap manusia lain terutama yang lebih lemah. Sosok sang ibu begitu mempengaruhi kepribadian dan menjadi pilar bagi tuntunan hidupnya.

Setamat SD pada tahun 1980, Abraham Samad kemudian masuk ke SMP Nasional di Makassar. Sikap kritis Abraham semakin terasah. Ia sangat tidak berkompromi terhadap segala bentuk penyimpangan di sekitarnya. Di tahun 1983, Abraham masuk ke SMA Katolik Cendrawasih, Makassar. Abraham termasuk siswa yang cerdas dan vokal di kalangan teman-temannya. Jiwa kritisnya dan jiwa pemberontak yang sudah tertanam dalam dirinya membuat ia kerap kali terlibat pertengkaran, namun pertengkaran yang ia lakukan adalah karena membela temannya yang tertindas. Sudah menjadi terkenal di kalangan teman-temannya jika ada yang merasa di perlakukan tidak adil maka mereka langsung mengadu ke Abraham.

Semenjak kecil Abraham bercita-cita ingin jadi advokat, maka selepas SMA ditahun 1987, Abraham mengikuti tes di Universitas Hasanuddin Makassar jurusan Hukum dan beliau diterima. Menjadi mahasiswa Hukum membuat Abraham seakan menemukan tempat untuk menyalurkan idealismenya.

Abraham kemudian magang. Dalam magangnya ini, Abraham menemukan bahwa sistem hukum di Indonesia cenderung sering di politisasi untuk kepentingan tertentu, bahkan hukum bisa dijual belikan dengan harga yang rendah. Hal ini membuat Abraham geram dan semakin gelisah. Ia ingin meluruskan itu semua namun belum tahu harus dari mana.

Menangani Kasus Pertama

Suatu saat dirinya diserahi menyelesaikan suatu kasus yaitu Bom Makassar beberapa tahun lalu. Sebenarnya masalah ini sangat sensitif dan cenderung dihindari advokat lain, pasalnya kasus ini akan sedikit menyinggung SARA. Kasus bom Makassar ini ditunggangi isu teroris yang tidak berdasar. Namun Abraham Samad menerima kasus ini ditangani olehnya karena ia ingin membela para keluarga korban perlakuan tak adil tersebut.

Keprihatinan Abraham Samad juga terlihat atas kasus korupsi yang sudah membudaya di negeri ini, hukum di Indonesia sudah kehilangan kredibilitasnya karena kasus korupsi ini.

Abraham menegaskan "Para penegak hukum, termasuk para advokat saat ini telah menjadi bagian dari mata rantai korupsi itu. Inilah yang menjadikan sistem peradilan kita mengalami proses pengeroposan, dimana budaya korupsi ini secara langsung menyebabkan perlakuan terhadap rakyat kecil menjadi sampai tidak adil", papar Abraham.

"Dengan demikian, lanjut Abraham, apapun bentuk program yang akan dijalankan untuk mengeliminir kecenderungan budaya perilaku korup ini, bila mafia hukum dan peradilan tidak diberantas, maka semua itu tak akan ada gunanya", lanjutnya.

Setelah menyelesaikan S1 nya, Abraham Samad melanjutkan S2 dan S3 nya di UnHas juga. Dalam tesis untuk mendapat gelar doktornya, beliau mengangkat tema pemberantasan korupsi dimana penanganan kasus korupsi di pengadilan negeri harus dilakukan dengan pengadilan khusus. Selain menyelesaikan studinya dan menjadi advokat, Abraham Samad juga mendirikan sebuah LSM yang bernama ACC atau Anti Coruption Committee. LSM ini bekerja dalam rangka membongkar kasus-kasus korupsi di Sulawesi Selatan juga mendukung sistem pemerintahan yang bersih dan pelayanan umum yang maksimal dengan agenda utamanya pemberantasan korupsi. Abraham Samad sendiri dalam LSM tersebut adalah pendiri sekaligus koordinator.

Menjadi Pimpinan KPK


http://biografionline.blogspot.com/

Pada tahun 2011, Abraham Samad mengajukan diri untuk mengikuti seleksi pimpinan KPK. Sebenarnya sebelum ini, Abraham Samad sudah pernah mengikuti seleksi pimpinan KPK sebanyak dua kali namun gagal. Beliau juga pernah mendaftar sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Komisis Yudisisal namun juga gagal. Baru yang ketiga kalinya mengikuti seleksi calon pimpinan KPK inilah ia sukses lulus di berbagai tes kelayakan oleh DPR.

Bersama dengan 10 calon yang kemudian menjadi 8 calon yang lain, Abraham Samad mengikuti tes uji kelayakan dan kepatutan oleh DPR yang diselenggarakan pada 21 November 2011.

Abraham Samad kemudian menang dengan total suara 43 dari 56 suara mengalahkan Bambang Widjojanto dan Adnan Pandu Praja.  Abraham Samad bersama jajaran pimpinan KPK kemudian dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 16 Desember 2011 lalu.


Back to top