Biografi Tri Rismaharini Walikota Surabaya

Jika Jokowi adalah mantan Walikota Solo yang diseBut sebagai Walikota terbaik di dunia maka Surabaya punya Tri Rismaharini yang juga dinobatkan sebagai Walikota terbaik sedunia. Siapa sebenarnya sosok Bu Risma (panggilan Tri Rismaharini) dan bagaimana sepak terjangnya. Berikut ini akan dibahas profil, biodata dan Biografi Tri Rismaharini.

Tri Rismaharini atau juga sering ditulis Tri Risma Harini atau Bu Risma adalah Walikota Surabaya wanita pertama yang menjabat untuk periode 2010-2015 menggantikan Bambang DH yang kemudian menjadi wakilnya.

Kelahiran Hingga Dicalonkan Menjadi Walikota Surabaya

Bu Risma dilahirkan di Kediri, Jawa Timur pada tanggal 20 Oktober 1961. Bu Risma menjabat sebagai Walikota diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP. Awalnya Bu Risma adalah Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) di Surabaya sejak 2005.

Bu Risma yang alumni Teknik Arsitektur ITS ini terBukti berhasil menjadi kepala DKP. Hal ini ditunjukkan sejak dipegang oleh beliau Surabaya menjadi kota yang lebih bersih, adem dan hijau. Hal ini memBuat beliau memiliki track record baik untuk dicalonkan menjadi Walikota. Namun sebenarnya Bu Risma enggan dicalonkan karena menurut beliau pertanggungjawabannya luar biasa berat di akhirat kelak.

Setelah didesak oleh PDIP yang mengusungnya akhirnya Bu Risma bersedia dengan meluruskan niat bahwa menjadi Walikota adalah amanah dan jalan mencapai surga.

Resmi Jadi Walikota dan Prestasinya

Mulai 28 September 2010 Bu Tri Rismaharini resmi mejabat sebagai Walikota Surabaya. Sejak saat itu sepak terjang BU Risma semakin kelihatan. Yang paling menonjol adalah pengelolaan pertamanan Surabaya yang lebih baik lagi sebagai contoh adalah Taman Bungkul yang awalnya tak pantas diseBut taman disulap oleh Bu Risma menjadi taman yang indah dan menjadi tempat rekreasi gratis untuk warga Surabaya.

Taman Bungkul juga telah diakui dunia dengan diterimanya penghargaan sebagai taman terbesar se Asia Tenggara. Selain taman Bungkul, taman –taman yang awalanya sudah tak terurus juga disulap oleh Bu Risma menjadi taman yang indah penyejuk kota Surabaya. Surabaya juga menjadi kota terbersih se Indonesia dengan menyabet gelar Piala Adipura tiga kali berturut-turut dari tahun 2011, 2012, dan 2013. Sebelumnya Surabaya selalu luput dari penghargaan Adipura ini sejak 2005.

Bu Risma juga ditetapkan sebagai nominasi Walikota terbaik di dunia 2012 dengan penghargaan World Mayor Prize oleh The City Mayors Foundation.

Prestasi BU Risma lainnya adalah memangkas anggaran birokrasi yang berbelit, memberikan tunjangan kesehatan bagi warga yang kurang mampu serta menambah anggaran pendidikan sebesar 35 % dari APBD dimana prosentase ini lebih tinggi dari anggaran pendidikan nasional. Bu Risma juga merubah tempat-tempat lokalisasi menjadi tempat yang lebih berguna dan dipastikan tidak lagi menjadi lokalisasi karena telah disulap menjadi taman kanak-kanak.

Menurut Bu Risma, membangun fisik Surabaya itu mudah namun membangun warganya itu yang jauh lebih sulit. Karena tiap orang punya otak dan kemauan sendiri-sendiri yang terkadang sulit diatur.

Berikut ini adalah sepak terjang nyata Bu Risma selama menjabat sebagai Walikota Surabaya :

1.       Rela basah kuyup berhujan-hujanan pantau banjir Surabaya

Ketika Bulan Desember adalah musim penghujan dimana Bulan itu rawan bagi kota besar seperti Surabaya terkena banjir. Ketika itu Bu Risma langsung memantau pintu-pintu air di beberapa titik seperti Jagir, Kayun, Patemon, Patuah dan Simo juga Bozem Morokrembangan.

"Saya langsung turun mengajak sopir hujan-hujan. Setelah menerima informasi banjir, saya langsung menuju pintu-pintu air," kata Risma kala itu.

Bu Risma juga tegas segera menyuruh untuk memperbaiki pompa yang rusak agar Surabaya tak sampai banjir. Beliau juga nekat memBuka sendiri pintu air dengan berbasah-basahan.

2.       Langsung mengecek pohon yang tumbang saat hujan.

Ketika hujan dan angin kencang, rawan sekali pohon tumbang disepanjang jalan Surabaya yang rindang. Bu Risma pun turun tangan langsung ke lokasi menginstruksikan ke anak Buahnya agar membereskan sisa ranting yang masih berserakan agar tak mengganggu jalan juga agar tak masuk sungai.

Bu Risma juga ikut melaksanakan sendiri hal itu bersama anak Buahnya sambil berseru , "Ayo-ayo cepet-cepet. KeBuru banjir nanti yang di sana".

Ketika itu Bu Risma memantau di daerah Ahmad Yani hingga Gayung Kebonsari dimana air sempat meninggi hampir meluap ke jalan raya.

3.       Ikut merapikan lalu lintas yang macet.

Ketika melewati ruas jalan tertentu dan disana terkena macet, maka Bu Risma serta merta turun dari mobilnya untuk ikut membantu mengatur lalu lintas yang macet.

Suatu hari beliau pernah telat menghadiri suatu pertemuan karena harus ikut mengatur lalulintas. "Mohon maaf bapak iBu sekalian, saya datang telat. Saya tadi harus ngatur lalu lintas karena macet parah," kata Risma.

4.       Menegur Bonek ketika kerusuhan sepakbola

Ketika terjadi pertandingan sepakbola sudah hal biasa selalu terjadi kerusuhan (fakta lho). Itu juga terjadi ketika berlangsung pertandingan di Gelora 10 Nopember. Kerusuhan itu sempat memakn korban 1 orang suporter tewas.

Mengetahui hal itu BU Risma langsung menghadapi para Bonek dan juga pengurusnya. Dengan agak emosi beliau mengatakan, “Cukup sudah Rek, ini yang terakhir. Sampai kapan lagi harus seperti ini. Lihat keluarganya, kasihan. Ini korban anak tunggal," ujar Risma di depan Bonekmania dari ASP (Asosiasi Suporter Persebaya).

"Semua itu ada garis pembatasnya masing-masing, jangan ditemBus, jangan dilawan. Kemarin sudah lima dan saya pantau terus update dari anggota sampai tak bisa tidur," lanjut Risma lagi.

Bu Risma tak mau warganya mati konyol gara-gara kerusuhan sepakbola yang seharusnya tak perlu terjadi. Menurut Bu Risma boleh-boleh saja menyukai suatu kesebelasan apalagi itu adalah milik daerahnya namun tak perlu ada kerusuhan apalagi hingga memakan korban.

5.       Turun tangan langsung me- Razia ABG mesum di diskotek

Ketika ada razia ABG mesum di diskotek, Risma juga ikut turun tangan. Beliau sungguh geram terhadap ABG-ABG yang tertangkap basah berbau alkohol dan melakukan adegan mesum.

Bu Risma juga tak setuju jika para ABG itu menyalahkan orang tuanya yang bercerai hingga terjun ke dunia hitam. Menurut Bu Risma itu hanyalah alasan menyalahgunakan keadaan.

"Masih banyak orang lain yang menderita, kalian itu jangan menyalahkan keadaan, baju kamu masih bagus, coba lihat di sekitar kalian," kata Risma.

"Kamu jangan gaya-gayaan. Kalian itu masih di bawah umur, pakai acara pergi ke diskotek segala, mau jadi apa kalian?," tegasnya dengan nada tinggi.

6.       Menemui dan Melabrak Tersangka Penjual Gadis ABG

Ketika terdengar kabar ditangkapnya seorang iBu rumah tangga Ayu Puji Astuti yang telah terBukti melakukan jual beli anak dibawah umur, Bu Rism langsung menuju ke Mapolrestabes Surabaya. Disana Bu Risma langsung menumpahkan kemarahannya pada sang iBu muda ini.

"Yang kamu tawari itu kan cuma anak kecil. Di suruh apa-apa ya mau, wong dia nggak ngerti apa-apa. Coba anak kamu ditawari permen, biar beracun ya mau aja, wong anak kecil," tegas Risma dengan nada keras sambil menunjuk ke arah tersangka.

"Kamu itu perempuan, lah kok tega-teganya menjual anak orang. Kamu nggak ngerti dosa apa, apa kamu nggak punya agama, makanya nggak ngerti dosa?" lanjut Risma dengan nada kesal.

7.       Memulangkan Para PSK ke Daerah Asalnya

Bu Risma langsung memimpin acara pemulangan 45 Pekerja Seks Komersial ke daerahnya dari sejumlah tempat lokalisasi. Bu Rism ajuga menasehati mereka sbb:

"Jangan pernah berfikir, saya Bukan bagian dari sampeyan (kalian), tapi berifikirlah bahwa sampeyan-sampeyan itu juga bagian dari saya. Sehingga bisa berBuat baik seperti yang orang lain lakukan," kata Risma dalam pidatonya di hadapan para PSK yang sebagian menutup wajahnya dengan cadar.

"Semua orang pasti berBuat salah, jadi jangan berkecil hati. Kalau sekarang sampeyan menutup wajah, ke depan sampeyan akan berani membanggakan diri sebagai bagian dari masyarakat umumnya. Suatu saat nanti, saya ingin sampeyan-sampeyan bertemu dengan saya dan menceritakan keberhasilan sampeyan," kata Risma bijak.

8.       Bekerja mulai pukul 05.30

Bu Risma berangkat kerja mulai pukul 05.30. Pekerjaan pertama yang dilakukan adalah memunguti sampah disepnjang jalan yang ia lihat ada sampah. Kemudian dilanjutkan bekerja urusan kantor. Sering juga langsung terjun ke lapangan. Bu Risma sore hari menyempatkan bermain dengan anak kecil di sekitar taman, Bu Risma melempar bola ke anak-anak itu sambil berkata “Hari sudah sore, waktunya pulang dan belajar.”

Ketika gelap, Bu Risma kerap patroli ke taman-taman dan penjuru Surabaya. Jika kedapatan ada anak dibawah umur yang masih keluyuran maka beliau langsung memarahinya dan menyuruhnya pulang. Jika kedapatan lalu lintas macet maka sering Bu Risma turun ikut mengatur lalu lintas.

9.       Berwawancara Langsung Dengan Warga

Bu Risma juga sering meluangkan waktu untuk berbincang dengan warga S
urabaya melalui radio. Bu Risma dengan sabar meladeni segala pertanyaan warganya mulai dari penggusuran, saluran got yang tersumbat bahkan pernah juga ada pertanyaan yang kurang sopan dilontarkan padanya. Yah... selalu ada pro dan kontra walau itu nyata-nyata baik.

Itulah beberapa aksi real yang dilakukan Bu Risma sebagai Walikota Surabaya. Ide-ide kreatifnya memBuat pertumBuhan ekonomi Surabaya meningkat lebih dari 7,5 persen sejak memimpin pada 2010 silam. Ia pun diganjar penghargaan bergengsi, Women Leader Award 2012 dari Globe Asia.

Pro Kontra Kepemimpinan Risma

Sesuatu pasti ada pro dan kontranya bahkan untuk hal yang sudah terBukti benar sekalipun. Termasuk juga Bu Risma. Ketika masa kepemimpinannya masih berumur satu tahun, beliau pernah hampir dijatuhkan oleh anak Buahnya sendiri.

Adalah Wisnu Wardhana, kepala DPRD Surabaya yang berusaha menjatuhkan Risma dengan menggunakan hak angketnya.  Menurut Wisnu Bu Risma telah melanggar peraturan dengan menaikkan tarif iklan dan baleho yang biasa terpampang di tengah-tengah kota.

Namun Bu Rism beralasan bahwa itu Bukan menyalahi aturan malah itu akan menguntungkan kota Surabaya sendiri. Dengan menaikkan tarif iklan maka investor dan pebisnis akan berpikir ulang kali jjika mau beriklan dengan baleho atau papan iklan. Sehingga mereka akan memilih iklan di surat kabar dan media elektronik. 

Dengan begini Surabaya akan terhindar dari hutan iklan yang sering mengurangi indahnya pemandangan kota.
Dalam kasus pemakzulan Risma ini, mendagri ikut campur tangan dan mengatakan bahwa Bu Risma masih Walikota Surabaya yang sah dan upaya pemakzulan Risma adalah hal uang mengada-ada. Itu hanyalah upaya pihak yang sirik dan iri akan prestasi Bu Risma.

Terakhir diketahui bahwa upaya pemakzulan Bu Risma itu terjadi karena Bu Risma menolak pembangunan jalan tol tengah kota. Bu Risma lebih memilih pembangunan jalan tol frontage road dan MERR-IIC (Middle East Ring Road) yang akan menghuBungkan area industri Rungkut hingga ke Jembatan Suramadu via area timur Surabaya. Menurut Bu Risma ini akan memBuat pemeratan kesejateraan di Surabaya juga.

Kedekatan Dengan Jokowi

Bu Risma juga bersahabat dengan Gubernur DKI, Jokowi. Selain karena se-partai yaitu PDIP, Bu Risma juga mirip Jokowi yang benar-benar bekerja untuk rakyat. Jokowi juga memuji Bu Risma sebagai pemimpin yang berani, tegas dan lincah melayani masyarakat. Jokowi dan Risma juga seusia. Mereka sering bertemu untuk berdiskusi berbagai masalah.

Bakal Capres RI 2014

Ada slentingan bahwa BU Risma juga digadang-gadang menjadi gubernur Surabaya bahkan Capres 2014. Menanggapi hal ini Bu Risma mengatakan bahwa dirinya tidak berambisi politik. Sebab, menurutnya, menjadi walikota, gubernur, bahkan presiden adalah tanggung jawab yang luar biasa. Tak hanya soal memecahkan masalah, seperti banjir, "tapi bagaimana membantu orang berkembang dan menjadi sukses."

Biodata Bu Risma

Nama
:
Ir. Tri Rismaharini, M.T
Tanggal Lahir
:
20 Oktober 1961.
Tempat Lahir
:
Kediri, Jawa Timur, Indonesia
Partai Politik
:
PDI Perjuangan
Suami
:
Djoko Saptoadji
Almamater
:
Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya
Profesi
:
Birokrat di Pemkot Surabaya
Agama
:
Islam

Riwayat Pendidikan

SMP Negeri X Surabaya (1976)
SMU Negeri V Surabaya (1980)
S-1 Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) (1987)
S-2 Manajemen Pembangunan Kota Surabaya ITS (2002)

Riwayat Karir

Kepala Seksi Tata Ruang dan Tata Guna Tanah Bappeko Surabaya (1997-2000)
Kepala Seksi Pendataan dan Penyuluhan Disbang (2001)
Kepala Cabang Dinas Pertamanan (2001)
Kepala Bagian Bina Bangunan (2002)
Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan (2005)
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (2010)
Wali Kota Surabaya (2010-2015)

Biografi Rahmad Darmawan – Pelatih Sepakbola Terbaik Indonesia

Biografi Online ~ Setelah Indonesia berhasil masuk ke babak final sepakbola pada SEA GAMES 2013 tahun ini, nama Rahmad Darmawan kembali menjadi buah bibir. Pasalnya, beliaulah yang telah berjasa mengantar Indonesia ke babak final sepakbola yang paling bergengsi se-Asia Tenggara. Sebelum di “asuh” oleh Rahmad Darmawan, kualitas sepakbola tanah air sangatlah terpuruk bahkann stagnan. Jangankan untuk ke babak final se Asia Tenggara, untuk ke perempat final saja jarang.

Siapakah sebenarnya Rahmad Darmawan. Bgaimana sepak terjangnya di dunia pesepakbolaan Indonesia. Berikut ini akan diulas Biografi Rahmad Darmawan.

Menjadi Pemain Sepakbola

Rahmad Darmawan atau lebih dikenal Rahmad atau Coach RD lahir pada tanggal 26 November 1996 di Metro, Lampung. Karirnya di dunia sepakbola diawali menjadi pemain Sepakbola di Lampung hingga ikut memperkuat tim Lampung dalam PON ke-11.

Karena prestasinya sangat menonjol, Rahmad kemudian diangkat menjadi pemain Timnas U-23 dan dilanjutkan dalam Timnas Senior dimana Rahmad telah membela Indonesia dalam SEA GAMES 1989 di Kuala Lumpur, Malaysia. Teman-teman Rahmad semasa itu adalah seperti Jaya Hartono, Robby Darwis, dan Fachry Husain.

Di era 90-an, Rahmad mendapat lamaran dari ABRI yang meminta dirinya untuk bergabung dalam PS ABRI. Di sana selain mennjalani sekolah wajib militer, Rahmad juga didaulat melatih tim sepakbola Angkatan Laut.

Pengalaman Rahmad dalam merumput semakin terasah. Banyak pertandingan telah dilakoninya. Hingga suatu saat ia mengalami kecelakaan ketika bertanding hingga mmebuat dirinya memutuskan untuk tak lagi menjadi pemain.

Menjadi Pelatih

Rahmad kemudian memutuskan untuk menjadi pelatih saja. Untuk menambah bekalnya dalam  melatih, Rahmad juga mengasah dirinya dengan bersekolah di luar negeri yaitu mengambil kursus kepelatihan C, B dan A License AFC, COnditioning Coach of Football di Malaysia dan dilanjutkan dengan terbang ke Jerman untuk mengikuti Internasional Coaching Coach.

Bagi Rahmad yang juga alumni jurusan Kepelatihan di Fakultas Pendidikan Olah Raga Kesehatan IKIP Jakarta ini, pengalaman menjadi pemain saja tak cukup untuk menjadi seorang pelatih professional, sehingga ilmu tentang kepelatihan ia dapatkan dari sekolah di luar negeri diatas.

Rahmad memulai sepak terjangnya menjadi pelatih profesional pada 2002 dengan menjadi asisten pelatih Timnas. Karirnya semakin cemerlang ketika dirinya dipercaya memegang Persipura Jayapura dimana saat itu Persipura hampir menjadi sejarah saja alias minim prestasi. Namun berkat kelihaiann Rahmad dalam melatih, Persipura yang awalnya mengalami kemunduran bisa mencetak sejarahnya dengan menjadi juara Liga Indonesia 2005.

Melihat kecemerlanan Rahmad, pihak PSSI mendaulatnya menjadi pelatih Persija. Awalnya Rahmad merasa tersanjung dan mengiyakan tawaran ini. Nmaun setelah memegang Persija satu musim saja, Rahmad keluar menjdi pelatih Persija tanpa menorehkan prestasi apapun. Pasalnya Rahmad tak diberi kuasa penuh untuk menentukan pemain. Disini, dirinya merasa kurang sreg dengan peraturan seperti itu.

Rahmad kemudian menjadi pelatih Sriwijaya FC. Dimana dirinya diberi kebebasan penuh dalam  melatih. Mulai dari memilih pemain yang benar-benar berbakat (bukan nepotisme) hingga menentukan strateginya dalam melatih para pemain. Alhasil, Sriwijaya FC bisa menjadi juara Copa Indonesia tiga kali berturut-turut. 

Rahmad pun berhasil meraih double winnwr ditahun pertama. Padahal targetnya hanya menjadikan Sriwijaya FC masuk ke Liga Super. Nmaun entah kenapa tiba-tiba Rahmad digantikan oleh Ivan Kolev dengan alasan penyegaran tim (alasan yang dicari-cari). Rahmad kemudian ditarik menjadi pelatih Persija lagi ditahun 2010.

Pada tahun 2012 Rahmad menjadi pelatih klub Pelita Jaya yang kemudian lanjut menjadi pelatih klub asal Malang yaitu Arema.

Menjadi Pelatih Timnas U-23

Ditahun 2013, Rahmad diangkat menjadi Pelatih Kepala Timnas U-23. Disini Rahmad benar-benar menggembleng pemainnya sehingga menghantarkan Indonesia menjadi masuk dalam final di SEA GAMES 2013. Ketika itu, Indonesia melawan Thailand. Walau hanya menjadi Runner-Up dengann skor 1-0 untuk Thailand namun itu adalah prestasi bagi pesepakbolaan Indonesia dimana sebelumnya belum pernah masuk final. Paling mentok Indonesia hanya masuk perempat final dan kemudian gugur.

Semenjak Indonesia gagal meraih juara 1 di SEA GAMES 2013, Rahmad Darmawan memutuskan pensiun menjadi pelatih.

Keunggulan Sebagai Pelatih

Rahmad Darmawan adalah seorang pelatih yang sangat “lengkap” talentanya. Selain pandai dalam memnentukan strategi permainan, Rahmad juga sangat memperhatikan kondisi psikis tiap-tiap pemainnya. Rahmad memposiiskan dirinya sebagai pelatih, guru, teman dan juga sahabat. Sebagai contoh ketika Rahmad emegang Sriwijaya FC, saat itu ada pemainnya yang terlibat perkelahhian dengan supporter dan kemudian bermasalah dengna hukum. Rahmad pun mendampingi pemain tersebut hingga masalahnya selesai. Bagi Rahmad pemain juga manusia biasa yang bisa berbuat kesalahan. Disini terlihat Rahmad berposisi tak hanya sebagai pelatih ketika dilapangann saja namun juga sebagai sahabat dan teman ketika pemainnya dirundung masalah.

Menurut Rahmad, Indonesia bisa berprestasi di area Internasional asal benar-benar konsiisten dalam membentuk pemainnya. Tak hanya lihai bermain namun asupan gizi juga sangat diperlukan. Selain itu Indonesia sangat kurang dalam memproduksi pelatih lokal yang berkualitas.

Bagi Rahmad, sah-sah saja mengambil pelatih asing, namun hal itu tak menjamin kesuksesan. Sebagai contoh ketika Indonesia mengambil pelatih yang telah sukses menghantarkan Meksiko ke liga dunia. Namun ketika menangani Indonesia juga tak berhasil. Karena selain faktor pemain, juga faktor iklim serta budaya di Indonesia yang sangat berbeda dengan Meksiko.

Membuat suatu kemajuan di bidang sepakbola memang bakal butuh dana besar dan waktu yang lama. Rahmad mengatakan bahwa setidaknya butuh waktu 10 tahun untuk mencetak pemain  dann tim yang unggul. Itu pun jika pihak terkait benar-benar fokus dalam membentuk tim, mulai dari pemilihan pemain berkualitas unggul usia dini, kemudian membentuk karakter menjadi pemain sepakbola yang professional, menyiapkan asupan gizi dan latihan yang modern oleh pelatih berwawasan sepakbola modern, serta sering ikut serta dalam banyak turnamen atau pertandingan melawann tim sepakbola  yang berkualitas.

Tentang sumber dananya, walau saat ini masih mengandalkan APBD namun jika klub di Indonesia konsisten meningkatkan mutu tim dan bisa menyuguhkan premainan sepakbola yang menarik serta sporrtifitas yang tinggi layaknya Inggris maka pihak sponsor dengan sukarela bakal mengucurkan dananya dengan deras sehingga tak perlu merepotkan anggaran APBD lagi. Selain itu tentu tiket pertandingan yang dijual bisa berharga semakin mahal untuk tingkatan tertentu misal VVIP, VIP. Inikan juga pemasukan bagi tim teersebut.

Itulah Biografi Rahmad Darmawan. Pelatih terbaik Indonesia tersebut benar-benar telah mmeberikan sumbangsih yang berharga bagi kemajuan sepakbola Indonesia. Semga kedepan pesepakbolaan di Indonesia bisa benar-benar maju layaknya tim-tim di Eropa.

Biodata Rahmad Darmawan
Nama Lengkap
:
Drs. Rahmad Darmawan
Nama Populer
:
Rahmad Darmawan
Nama Panggilan
:
Coach RD
Tanggal Lahir
:
26 November 1966
Tempat Lahir
:
Kota Metro, Lampung, Indonesia
Hobi
:
Membaca dan Menyanyi
Profesi
:
Pelatih Tim Sepakbola
Keluarga
Nama Istri
:
Eti Yuliana
Nama Anak
:
Febia Albina Darmawan dan Aldi Darmawan
Karir Sebagai Pemain
Lampung (PON ke-11)
Timnas U-23 (1986)
Timnas Senior (1989)
Persija Jakarta (1966)

Karir Kepelatihan Rahmad Darmawan
Asisten pelatih timnas Indonesia (2002)
Pelatih Persikota (2003-2004)
Pelatih Persipura (2005-2006)
Pelatih Persija (2006-2007)
Pelatih Sriwijawa FC (2007-2010)
Pelatih Persija (2010-kini)
Pelatih Timnas U-23 (2011)
Asisten Pelatih Timnas (pra-Piala Dunia 2014)

Biografi Indra Sjafri – Pelatih Timnas Garuda Muda

Biografi Online ~ Baru-baru ini Indonesia telah menorehkan prestasi dibidang pesepakbolaan, yaitu berhasilnya Timnas U-19 (Evan Dimas dkk) mengalahkan juara bertahan 11 kali, Korea Selatan, dalam ajang piala AFF U-19. Ini adalah prestasi yang membanggakan mengingat sebelum ini sepakbola Indonesia tak pernah menorehkan prestasi apapun diajang internasional.

Tahukah kawan siapa orang dibalik kesuksesan Timnas Garuda Muda ini? Dialah Coach Indra Sjafri. Jika Rahmad Darmawan melatih Timnas senior maka Indra Sjafri ditugasi oleh PSSI melatih Timnas junior atau terkenal dengan sebutan Garuda Muda. Berikut ini Biografi Indra Sjafri.

Indra Sjafri dilahirkan pada tanggal 2 Februari 1963 di Lubuk Nyiur, Batang Kapas, Pesisir Selatan, Sumatra Barat. Ia memulai karir sepakbolanya dengan menjadi pemain  di klub PSP Padang dengan posisi sebagai gelandang pada era 80-an.

Menjadi Pelatih Garuda Muda

Setelah berpengalaman menjadi pemain sepakbola, Indra Sjafri memutuskan untuk menjadi pelatih saja. Awalnya ia melatih klub sepakbola di daerahnya yaitu di Sumatra Barat. Sejalan dengan waktu dan pengalamannya dalam menangani pemain, Indra Sjafri pun kemudian dipanggil oleh PSSI ke Jakarta.
Saat itu adalah tahun 2009 bulan Mei, Indra Sjafri ditugasi untuk mencari bibit unggul pemain muda dari daerah yaitu U-12, U-17 dan U-19. Indra Sjafri jugalah yang diberi tanggung jawab untuk membentuk mental mereka dan melatih skill mereka dalam bermain bola.

Cara kepelatihan Indra Sjafri terbukti berhasil dengan berbagai prestasi yang ditorehkan oleh tim Garuda Muda di dunia internasional dimana dalam 22 tahun ini, Indonesia sangat minim prestasi bahkan tidak pernah.

Para Garuda Muda itu telah meemnangkan berbagai turnamen seperti pada HKFA U-17 dan HKFA U-19 di Hongkong. Kemudian pada 22 September 2013 yang lalu, Timnas U-19 berhasil menjadi juara Piala AFF U-19 setelah mengalahkan Vietnam dengan adu penalti 7-6.

Tak lama setelah itu, Indra Sjafri juga telah berjasa atas menangnya Timnas U-19 dalam kejuaraan Piala AFC U-19 dimana dibuka dengan pertandingan melawan Laos yang berakhir manis untuk Indonesia 4-0. Laga pertandingan berikutnya adalah melawan Korea Selatan yang telh menjadi juara bertahan selama 11 kali.

Ketika akan dimulainya pertandingan, semua orang sempat meragukan apakah tim asuhan Indra Sjafri bisa mengalahkan Korea Selatan. Namun kata-kata Evan Dimas yaitu “Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan”  membuat Garuda Muda semakin terpacu. Dan itu dibuktikan dengan Hattrick yang dilakukan Evan Dimas 3-2 pad Korsel membuat Indonesia memenangkan pertandingan itu sekaligus menjadi juara Grup G Kualifikasi AFC U-19 serta mengantarkan Timnas U-19 ke Piala Asia U-19 pada Oktober 2014 mendatang melawan Myanmar. Semoga INdonesia bisa mengulang kembali kegemilangannya seperti saat menaklukkan Korsel.

Hidup Indra Sjafri......
Hidup Timnas Garuda Muda......
Hidup Indonesia.....

Biodata
Nama
:
Indra Sjafri
Tanggal Lahir
:
2 Februari 1963.
Tempat Lahir
:
Lubuk Nyiur, Batang Kapas,  Pesisir Selatan, Sumatra Barat
Posisi Bermain
:
Gelandang
Informasi Klub
Klub saat ini
:
Pelatih Indonesia U-19
KarierSenior
1986-1991
:
Tim PSP Padang
Kepelatihan
Tahun 2011.
:
Indonesia U-17
Tahun 2013.
:
Indonesia U-19

Biografi Amien Rais

Biografi Online ~ Amien Rais adalah salah satu tokoh Nasional yang berjasa dalam membawa gerakan Reformasi 1998. Amien Rais beserta Megawati Soekarnoputri dan KH Abdurrahman Wahid adalah tokoh reformasi yang mengawal jalannya reformasi 1998 hingga bisa menumbangkan Reim Orde Baru. Berikut ini Biografi Amien Rais.

Lahir dan Masa Kecil

Amien Rais dilahirkan pada tanggal 26 April 1944 di Solo dari pasangan suami istri Suhud Rais dan Sudalmiyah. Amien Rais adalah anak kedua dari enam bersaudara yaitu adalahFatimah, dan empat adiknya adalah Abdul Rozak, Achmad Dahlan, Siti Aisyah, dan Siti Aminah.

Sejak kecil Amien Rais dididik pendidikan agama secara ketat oleh sang ibu. Keluarga Amien Rais adalah keluarga yang  taat beribadah. Ayahnya adalah seorang guru sedang ibunya adalah guru di sekolah Kepandaian Putri (SGKP ) Negeri dan Sekolah Bidan Aisyiyah Surakarta. Keluarga Amien Rais memang cenderung ke Muhammadiyah. Kakeknya, Wiryo Soedarmo adalah salah satu pendiri Muhammadiyah di Gembong, Jawa Tengah.

Didikan Ibu yang Disisplin

Sudalmiyah adalah tipe orang yang sungguh – sungguh dalam melakukan segala hal termasuk dalam profesinya sebgai guru, beliau benar-benar total menjalaninya. Karena totalitasnya di dunia pendidikan ini maka pada 1985 gelar Ibu Teladan se-Jawa Tengah disematkan padanya. Sudalmiyah juga suka berorganisasi, Beliau sangat aktif dalam partai politik Masyumi ketika masih jaya-jayanya.

Ketotalan Sudalmiyah juga tercermin dalam cara mendidik anak-anaknya. Sudalmiyah sangat menerapkan disiplin pada anak-anaknya. Sebagai contoh ketika bangun pagi. Amien Rais kecil sudah dilatih untuk bangun tiap jam 4 pagi. Agar tidak terlambat bangun maka sang ibu selalu emasang weker. Dan jika sudah bangun maka Amien disuruh untuk mengatakan “ashalatu khairum minan naum” dengan suara keras sehingga terdengar sang ibu, kemudian mereka semua harus siap berjamaah subuh. Biasanya Sudalmiyah akan memberi bonus 50 sen jika sang anak berhasil bangun tepat waktu. Uang tersebut dimasukkan ke celengan oleh Amien dan dibuka ketika lebaran untuk membeli baju lebaran.

Sekalipun ibu Amien Rais orang yang tegas namun beliau tak memaksa kehendak anaknya dalam memilih karier. Anak-anaknya dibiarkan tumbuh dan berkembang alamiah sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing. Ibunya hanya berpesan bahwa “Hakikat hidup adalah ibadah”. Pesan inilah yang selalu diingat oleh Amien Rais hingga tua. Segala yang dilakukan haruslah diniatkan untuk ibadah biar tak sia-sia. Makn untuk ibadah, tidur ibadah, kerja juga niat ibadah.

Bagi Amien Rais, ibu adalah orang yang sangat mempengaruhi kehidupannya, membentuk karakternya. Hingga jika Amien mengalami masalah yang sulit dipecahkan maka ia selalu berkonsultasi ke sang ibu di Solo. Setiap Idul Fitri, rumah sang ibunda di Solo selalu ramai dikunjungi anak-anaknya dan cucu-cucunya termasuk Amien Rais.

Ketika kecil, Amien Rais bercita-cita ingin menjadi Walikota. Hal ini dikarenakan kekagumann Amien Rais pada Muhammad Saleh sang Walikota Solo yang begitu taat menjalankan agama serta masih aktif memberikan tauziah di masjid-masjid walau sudah sibuk dengan tugas kewalikotaan.

Akan tetapi ketika SMA, Amien Rais ingin menjadi duta besar. Hingga beliau memilih Hubingan Internasional ketika kuliah. Amien berprinsip bahwa “Hidup untuk mencari Ridha Allah”. Beliau sellau berpegang bahwa untuk menggapai ridah Illahi maka beliau harus menjadi orang yang apa adanya. “You are what you are”.

Amien Rais Menikah

Pada 9 Februari 1969, Amien Rais menikahi seorang gadis yang bernamaKusnasriyati Sri Rahayu. Gadis itu juga adalah teman kecilnya dahulu. Namun selama menjalani pernikahan mereka sulit dikaruniai anak hingga usia pernikahan yang ke 10. Mereka berdua sudah mencoba berbagai jalan namun selalu belum memperoleh hasil.

Hingga suatu saat mereka berdua diberi kesempatan untuk beribadah haji ke tanah suci. Amien Rais dan sang istri begitu khusyu beribadah dan berdoa di depan Baitullah. Setelah pulang dari Mekkah. Dua bulan kemudian Kusnasriyati positif hamil. Sejak saat itu setiap dua tahun mereka dikaruniai anak hingga lima orang yaitu Ahmad Hanafi, kemudianHanum Salsabiela, Ahmad Mumtaz, Tasnim Fauzia, dan yang terakhirAhmad Baihaqy.

Istri Amien Rais adalah ibu rumah tangga yang begitu total menjaga anak-anaknya. Untuk lebih dekat dengan dunia anak-anak, Kusnasriyati mendirikan Taman Kanak Kanak. Awalnya itu hanyalah TK kecil namun kemudian berkembang menjadi TK yang lebih maju. Kusnasriyati juga membuka kedai sederhana yang kemudian sangat diminati para mahasiswa.

Bagi Amien Rais, istrinya adalah wanita luar biasa. Pernah suatu ketika beliau menerima tamu wartawan dari Jepang. Amien Rais begitu antusias menceritakan perihal istrinya, “Istri saya mungkin merupakan wanita terbaik se-Asia Tenggara.” Begitulah Kusnasriyati dimata Amien Rais.

Berorganisasi dan Karir Politik

Ketika sekolah Amien Rais sangat aktif di kegiatan Hizbul Wathon atau Pramuka. Disinilah Amien Rais mengenal apa itu kepemimpinan dan kebersamaan dalam satu visi dan misi atau yang disebut berorganisasi. Ketika menjadi mahasiswa, ia termasuk salah seorang pendiri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah [IMM]. 

Ia juga pernah aktif di Himpunan Mahasiswa Islam [HMI], dan pernah di¬percaya untuk mendu¬duki jabatan sekretaris Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam [LDMI] HMI Yogyakarta. Amien Rais juga suka menulis di kolom surat kabar yaitu tabloid mingguan Mahasiswa Indonesia.  Karena ketajaman dalam menulis ini Amien Rais pernah menerima Zainal Zakie Award, sebuah penghargaan bagi mereka yang bagus artikelnya.

Sejak TK hingga SMA, Amien Rais selalu memilih sekolah Muhammadiyah. Jika ketika itu sudah berdiri Universitas Muhammadiyah maka mungkin Amien Rais memilih kuliah disitu juga. Amien Rais lalu memilih UGM untuk kuuliahnya, namun sang ibu menginginkannya belajar di Kairo. Untuk menghibur hati ibunya Amien Rais berkuliah ganda di UGM dan IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ketika itu belum muncul larangan kuliah pararel.

Setelah lulus S1, Amien Rais melanjutkan studinya ke University of Notre Dame, Indiana, Amerika Serikat. Amien Rais kemudiann meneruskan S3 di University of Chicago untuk meraih gelar doktor. Dalam kesehariannya, Amien Rais memilih mengabdi di Almamaternya yaitu UGM menjadi dosen. 

Penggerak Reformasi

Ketika Indonesia mengalami pergolakan mulai tahun 1997, Amien Rais tidak tinggal diam. Beliau juga aktif menyuarakan apresiasi rakyat yang kemudian mengantarkannya menjadi aktifis yang menggerakkan roda reformasi pada tahun 1998 bersama Megawati, Sri Sultan HBX dan Gus Dur.

Karena jasa beliau dan Megawati, Sri Sultan HBXserta Gus Dur inilah kemudian tiga tokoh ini dinobatkan sebagai Tokoh Reformasi 1998. Amien Rais sendiri disebut sebagai Bapak Reformasi.

Setelah Soeharto tumbang dan tuntutan reformasi akan pergantian kepemimpinan menuai sukses, Amien Rais kemudian membentuk sebuah partai yang disebut Partai Amanat Nasional atau PAN. Pada pemilu 1999, Amien Rais terpilih sebagai Ketua MPR. Posisi ini sangatlah strategis dengan segala upaya, Amien Rais sangat pandai dalam “bermain” sehingga ketika dipimpinnya MPR benar-benar bisa mengemban amanat rakyat.

Pada 2006  Amien turut mendukung evaluasi kontrak karya terhadap PT.Freeport. Setelah terjadi peristiwa Abepura, Kepala Badan  Intelejen Negara (BIN) Syamsir Siregar secara tidak langsung menuding Amien Rais dan LSM terlibat dibalik peristiwa ini. Tapi hal ini kemudian dibantah kembali oleh Syamsir Siregar.

Peran Amien Rais dalam kegiatan politik di Indonesia sangatlah besar. Indonesia sangatlah beruntung memiliki sosok cendekiawan seperti beliau. Semoga dikemudian hari muncul “Amien Rais Amien Rais” yang baru dan jauh lebih baik untuk kemajuan bangsa ini.

Biografi Fatin Shidqia Lubis Pemenang X-Factor 2013

Biografi Online ~ Masih ingat kan dengan ajang pencarian bakat X-Factor?  Pasti tahu juga khan siapa pemenangnya? Yup. Betul sekali. Pemenangnya adalah Fatin Shidqia Lubis. Kali ini penulis akan mengulas Biografi Fatin Shidqia Lubis.

Fatin Shidqia Lubis dilahirkan pada tanggal 30 Juli 1996. Ia adalah anak dari Bahari Lubis. Fatin (panggilan akrabnya) sejak kecil sudah dididik oleh sang ibu berbicara bahasa Inggris. Ini memang kelebihan Fatin. Tak heran jika ketika remaja gadis ini sangat fasih berbahasa Inggris.

Kelihaiannya berbahasa Inggris juga dibarengi dengan kelancarannya dalam melafalkan lagu-lagu berbahasa Inggris. Fatin sering bernyanyi di kamar mandi. Vokalnya sebenarnya lumayan namun Fatin tak pernah secara serius melatih kemampuan vokalnya itu. Paling banter ia hanya ikut band di sekolahnya.

Ikut Audisi X-Factor

Ketika mengetahui ada audisi ajang pencarian bakat yaitu X-Factor, Fatin pun ditantang oleh temannya untuk mengikutinya. Sebenarnya saat itu Fatin tidak terlalu bersemangat namun sang teman terus saja mendorongnya. Bahkan ada sumber yang mengatakan bahwa temannyalah yang membelikan formulir hingga meminjami jaket buat ikut audisi.

Karena telah didaftarkan oleh sang teman, Fatin pun mengikutinya. Pada hari audisinya, karena tak ingin ketahuan orang tuanya, Fatin pura-pura berangkat sekolah. Padahal ia berangkat ke audisi X-Factor. Baju yang dikenakannya pun baju seragam sekolah yang ditutupi jaket punya temannya. Fatin membolos dari sekolah.

Ketika dirinya dipanggil ke ruang audisi oleh juri. Semua juri terkejut melihat sesosok cewek manis berkerudung yang mengenakan pakaian sekolah dan tanpa make up apapun masuk ke ruang audisi. Awalnya para juri sempat under estimate dengn Fatin. Pasalnya mereka menyangka Fatin tak serius mengikuti audisi. Dibanding peserta lainnya yang telah bermake-up dan berbusana layaknya penyanyi profesional, Fatin sangat berbeda sekali.

Namun ketika Fatin mulai bernyanyi mmebawakan lagu dari Bruno Mars yang berjudul Grenade. Semua dewan juri yang terdiri dari Ahmad Dhani, Rossa, Anggun dan Bebi Romeo langsung terpukau akan suara Fatin. Suaranya yang serak-serak basah namun bernada tinggi serta fasihnya Fatin berbahasa Inggris membuat dirinya diterima sebagai peserta X-Factor.

Ketika ditanya alasannya tak memberitahu orang tuanya akan keikutsertaannya dalam X-Factor, Fatin hanya menjawab, “Biasanya aku cuma bernyanyi di kamar mandi. Jadi waktu lolos pertama di X-Factor nggak bilang sama orangtua, mau kasih surprise aja. Nggak mau kasih tahu Ayah dulu,” ujar Fatin.

Sang ayah pun sempat kaget namun juga sangat senang anaknya mengikuti ajang X-Factor itu. “Saya bilang saya dukung saja. Saya hanya tidak mau anak saya jadi bahan tertawaan. Mimpi jadi penyanyi pun tidak pernah,” ujar Bahari Lubis, ayah Fatin.

Tak pernah terbayangkan oleh Fatin ternyata ia diterima di X-Factor. Maka mulai saat itu Fatin pun mengikuti olah vokal yang lebih profesional agar vokalnya tertata.

Menjadi Pemenang X-Factor

Ketika Fatin masuk 12 besar. Fatin memilih Rossa sebagai mentornya. Mulai dari awal muncul hingga ke dua belas besar, Fatin sellau mendapat dukungan terbanyak dari pemirsa juga dari dewann juri. Yang membuat Fatin menjadi idola adalah selain karakter suaranya yang unik dan alami serta fasihnya berbahasa Inggris, Fatin tetap memilih mengenakan jilbab. Inilah yang membuat seluruh penonton kagum pada sosok Fatin Shidqia Lubis.

Jilbab telah membuat Fatin semakin unik bahkan akhirnya Fatin pun menjadi trendsetter dalam dunia hijab.
Disetiap episode X-Factor Fatin selalu menduduki ranking pertama dalam poling pemirsa. Hingga waktunya final Fatin pun dinobatkan sebagai pemenang.

Gadis 16 tahun itu pun telah mengukir sejarahnya sendiri di industri musik Indonesia. Fatin berhak mendapat hadiah senilai 2,5 miliar dan sebuah mobil.

Selepas ajang X-Factor, Fatin pun didaulat untuk membuat single sendiri. Single Fatin adalah “Aku Memilih Setia”. Ketika ditanya apakah dirinya akan terus berkarir di dunia musik, Fatin pun menjawab bahwa dirinya ingin menulis lirik lagunya dan mengaransemen sendiri lagunya. Selain itu Fatin juga ingin membuka toko makanan serba ada. Diatas semua itu Fatin lebih mementingkan sekolah. Bagi Fatin sekolah akan sangat bermanfaat untuk dirinya kelak. Tak ada yang sia-sia dari sekolah, ujar murid SMAN 97 Ciganjur, Jakarta Selatan ini.

Kolaborasi Dengan Bruno Mars

Ketika ditanya perihal Bruno Mars, Fatin mengaku suka akan lagu-lagunya namun bukan fans fanatik. Fatin sendiri ingin berkolaborasi dengan Bruno Mars namun Fatin sepertinya tak begitu berharap. Video Fatin saat menyanyikan lagu Grenade juga telah di upload di situs resminya Bruno Mars, namun Fatin juga tak terlalu kegeeran karena yang mengupload itu kabarnya orang Indonesia. Itulah Fatin. Walau sekarang menjadi bintang namun tetap rendah hati dan tahu diri akan ukurannya.

Kritikan untuk Fatin

Menjadi bintang bukan berarti bebas kritik, begitu juga yang dialami Fatin Shidqia Lubis selepas dirinya disah kan menjadi pemenang pertama X-Factor. Namun semua itu bermaksud untuk menjadikan Fatin lebih baik tentunya bukan berniat menjatuhkannya. Seperti kritikan akan hijabnya. Berikut ini contohnya. Ketika mmebawakan lagu Adele “ Rumor Has It”, Fatin mengenakan busana yang terllau dewasa dan ini dianggap para penggemarnya yang tergabung dalam Fatinistic mmeberinya tegoran bahwa Fatin tetap harus bisa mmepertahankan ciri khasnya yaitu lugu, anggun dan apa adanya.

Kritikan ini biasanya dilontarkan mellaui jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter. Berikut ini beberapa kritikan terhadap Fatin ketika menyanyikan lagu Adele “Rumor Has It”. “Suara yang luar biasa. Kuat banget karakternya. Mungkin perlu ditunjang dengan kekuatan performa juga. Kostumnya keren, hanya mungkin perlu kerudung yang lebih pas untuk lebih menonjolkan karakter wajah dan ekspresi Fatin. Sepertinya kerudung mengkilap dan model begitu kurang pas buat Fatin,” tulis penggemar Fatin bernama Sandra Palupi.

Kemudian ada juga yang menulis seperti berikut : “Fatin tampak elegan dan berkelas jika pakaiannya nggak aneh-aneh cukup terusan panjang seperti pas audisi. Nyanyinya juga cukup pegang mik dan tengok dikit kiri kanan. Agnes monica bakal nggak ada apa-apanya!” tulis seorang komentator lain bernama Bambang Dwijo.

Kritikan sebenarnya adalah nama lain dari kasih sayang. Jika ada orang yang mengkritik kita itu artinya orang tersebut sayang pada kita karena mereka sangat perhatian hingga mau menunjukkan kelemahan kita. Begitulah Fatin mensikapi kritikan terhadapnya.

Mendapat Surat dari MUI

Rupanya penggemar Fatin bukan hanya anak muda. Pemuka sekelas MUI juga sangat mengagumi Fatin sehingga menulis surat buat Fatin. Berikut ini isi suratnya :

Assalaamualaikum. Bapak sering menonton penampilan Fatin di X Factor, bapak dan keluarga bangga dengan kamu yang tetap berjilbab dalam penampilanmu ikutan di X Factor. Bapak sebagai Ketua MUI Pusat yang membidangi Seni dan Budaya ingin berpesan untuk Fatin sebagai berikut: Pada suatu saat Fatin akan dihadapkan pilihan, jilbab atau karier. Misalnya akan ada yang membisikan Fatin dengan kalimat; “Kalau mau menang jadi juara I kamu harus copot jilbab!” atau “kalau mau ikut nyanyi di luar negeri kamu harus copot jilbab”, Bapak pesan jangan sekali-kali kamu jual akidahmu demi karier duniawimu. Dan jauhi pergaulan negatif. Jangan tinggalkan sholat lima waktu dengan alasan apapun, kalau terpaksa boleh di akhir waktu. Dan kalau betul-betul darurat bisa dijamak.Kepada umat Islam, khususnya muslimah yang sudah berjilbab dan anggota Hijabers, setiap Fatin mau tampil di “X Factor” dukunglah, niatkan untuk da’wah dan syiar Jilbab. Rumus jilbab itu 3T yaitu Tidak buka aurat, Tidak transparan, dan Tidak ketat. Terima kasih atas perhatian Fatin dan salam buat kedua orang tuamu. Wassalam.

Menanggapi isi surat dari MUI ini Fatin hanya komentar, “Sudah tahan gangguan, godaan dan cobaan, Insh Allah”.

Itulah biografi Fatin Shidqia Lubis, perempuan 16 tahun yang semula bukan siapa-siapa namun kemudian dalam tempo yang relatif singkat menjadi dikenal oleh orang seluruh Indonesia bahkan luar negeri. Sukses untukmu Fatin.

Back to top