Biografi Abu Nawas

Jika mendengar nama Abu Nawas, saya terkenang akan masa kecil, dimana nama Abu Nawas pernah menjadi ikon dari salah satu majalah anak-anak jaman dahulu. Kisahnya yang jenaka dan menggelitik membuat saya enggan melewatkan satu episode pun dari majalah tersebut. Kalau tak salah nama majalah yang memuat cerita-cerita Abu Nawas itu adalah “Mentari”. Berikut ini akan dibahas tentang Biografi Abu Nawas.

Biografi
Abu Nawas adalah salah seorang penyair dan pujangga sastra Arab klasik. Namanya sering dikaitkan dengan cerita Seribu Satu Malam. Ia dilahirkan pada 145 H atau 747M di kota Ahvaz Persia (Iran). Abu Nawas memiliki nama asli Abu Ali al-Hasan bin Hani al-Hakami, dari ayah seorang anggota legiun militer Marwan II yaitu Hani Al Hakam yang seorang Arab dan ibu seorang Persia bernama Jalban dimana pekerjaannya adalah mencuci kain wol.

Sejak kecil Abu Nawas sudah yatim, ibunya harus banting tulang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga.  Abu Nawas juga seperti anak lainnya dimana umurnya waktu kecil dihabiskan untuk belajar pada orang terpelajar lainnya. Abu Nawas sangat menyukai syair. Ia belajar sastra Arab dari Abu Zaid al-Anshari dan Abu Ubaidah. Abu Nawas juga memperdalam Al Quran dari seorang ahli yang bernama Ya’qub al Hadrami sedangkan ilmu hadist belajar dari Abu Walid bin Ziyad, Muktamir bin Sulaiman, Yahya bin Said al Qattan dan Azhar bin Sa’ad as Samman.

Orang-orang yang sangat mempengaruhi gaya bahasa Abu Nawas dalam menulis syair adalah Walibah bin Habab al-Asadi. Ia adalah penyair dari Kufah yang sangat tertarik dengan bakat Abu Nawas. Dari penyair inilah akhirnya gaya bahasa syair Abu Nawas yang awalnya kasar menjadi lebih halus, berkelas dan teratur. Dalam gemblengan Walibah bin Habab al-Asadi, Abu Nawas berhasil mencapai puncak karirnya.

Menjadi Penyair Terkenal

Abu Nawas yang sudah terkenal itu kemudian pindah ke Baghdad yang merupakan pusat peradapan dan kejayaan dunia saat itu (mungkin kalau sekarang seperti Amerika). Di pusat peradapan Dinasti Abbasyiah inilah ia kemudian banyak bergaul dengan para bangsawan. Abu Nawas sering bersyair untuk para bangsawan dan saudagar. Tentunya syairnya banyak yang berisi kata-kata pujian dan sanjungan agar mereka senang dan memberikan upah yang tinggi untuk Abu Nawas. Ia jadi terkenal sebagai penyair yang menjilat penguasa untuk kepentingan dirinya.

Gaya hidup Abu Nawas menjadi sering glamour dan hura-hura, banyak hal kontroversial yang dilakukannya. Ia tampil sebagai tokoh unik sekaligus kontroversial dalam khasanah sastra Arab.

Didalam suatu kitab sejarah sastra Arab yang berjudul Al-Wasith fil Adabil 'Arabi wa Tarikhihi, Abu Nawas diceritakan sebagai seorang penyair dan sastrawan yang multi talenta, cerdik, multivisi, tajam berkata-kata dan tentunya jenaka. Ia sebenarnya juga menulis karya-karya ilmiah akan tetapi jarang dibahas dan tertutup oleh karya syairnya. Ia terkenal sebagai penyair yang jenaka, bertingkah lucu dan tak lazim.

Kepandaiannya dalam menulis syair dan puisi memikat penguasa saat itu yaitu Raja Harun Al Rasyid yang kemudian memanggilnya ke istana untuk dijadikan syairul bilad atau penyair istana.

Abu Nawas Dipenjarakan

Abu Nawas tak selalu berlimpah kemewahan, Di akhir hidupnya ia malah terkena masalah dengan penguasa setempat. Ketika Abu Nawas membaca puisi Kafilah Bani Mudar untuk Khalifah, tak disangka Khalifah tersinggung dengan puisi Abu Nawas. Sang penguasa akhirnya menjebloskan Abu Nawas ke penjara.

Di penjara inilah kehidupan Abu Nawas berubah drastis yang semula penuh kemewahan menjadi penuh keprihatinan, namun justru saat itulah sisi spiritualnya terketuk. Ia jadi sering mendekatkan diri pada Allah. Syair-syair dan puisinya yang awalnya berisi kepongahan dan keglamoran menjadi lebih bernuansa religi dan kepasrahan kepada Allah.

Seorang sahabatnya, Abu Hifan bin Yusuf bin Dayah, memberi kesaksian, akhir hayat Abu Nawas sangat diwarnai dengan kegiatan ibadah. Beberapa sajaknya menguatkan hal itu. Salah satu bait puisinya yang sangat indah merupakan ungkapan rasa sesal yang amat dalam akan masa lalunya.

 Mengenai tahun meningalnya, banyak versi yang saling berbeda. Ada yang menyebutkan tahun 190 H/806 M, ada pula yang 195H/810 M, atau 196 H/811 M. Sementara yang lain tahun 198 H/813 M dan tahun 199 H/814 M. Konon Abu Nawas meninggal karena dianiaya oleh seseorang yang disuruh oleh keluarga Nawbakhti – yang menaruh dendam kepadanya. Ia dimakamkan di Syunizi di jantung Kota Baghdad.

Biografi Aburizal Bakrie

Nama Aburizal Bakrie atau Ical sering dikaitkan dengan kasus Lumpur lapindo yang merendam berbagai wilayah di Porong, Sidoarjo mulai dari Mei 2006 hingga sekarang. Bakrie disebut-sebut sebagai orang yang harus bertanggung jawab terhadap bencana alam dan sosial tersebut.

Sebenarnya siapa sih Aburizal Bakrie ini. Kok sampai membikin heboh bumi pertiwi. Disini saya akan menuliskan Biografi Aburizal Bakrie atau Ical yang saya tulis ulang dari blog tetangga.


Aburizal Bakrie atau Ical dilahirkan pada tanggal 15 November 1946 di Jakarta. Ical adalah anak pertama dari empat bersaudara anak dari seorang pebisnis Achmad Bakrie. Achmad Bakrie adalah pendiri kelompok usaha Bakrie yang sudah terkenal menjadi konglomerat sejak dulu.

Beruntung Ical terlahir sebagai anak sulung dalam keluarga konglomerat yang membuat pola berfikirnya adalah pola pikir pebisnis sehingga setelah lulus kuliah dari Teknik Elektro ITB pada tahun 1973, ia tak perlu repot-repot lagi mencari pekerjaan dan langsung bergabung membantu usaha sang ayah di group Bakrie.

Aburizal di daulat sebagai pemimpin usaha grup Bakrie selama periode 1992 hingga 2004. Selain mengurusi usahanya, Aburizal Bakrie juga aktif dalam organisasi pengusaha seperti menjadi Ketua Kadin (Kamar Dagang Indonesia) selama dua kali yaitu mulai tahun 1994 hingga 2004. Dari keaktifannya di Kadin ini, Ical lantas mengenal perpolitikan dan dekat dengan orang pemerintahan.

Tahun 2004 adalah tahun titik balik bagi Aburizal Bakrie. Di tahun ini ia ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Kabinet Indonesia Bersatu periode 2004 hingga 2009 serta juga terpilih sebagai Menteri Koordinator Perekonomian di kabinet ini juga.

Hal ini membuat dirinya tertarik terjun kedunia politik. Aburizal Bakrie kemudian menyatakan diri mundur dari mengurusi bisnis grup Bakrie. Ical kemudian dipilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Yusuf Kala untuk periode 2009-2010. Ical sangat konsentrasi dalam mengurusi Golkar, waktu dan energinya tercurah untuk itu. Bahkan iapun rela berkorban 1 triliun untuk disumbangkan ke Partai Golkar. Usut punya usut ternyata Ical ingin dicalonkan sebagai Capres tunggal oleh partai Golkar untuk pemilihan presiden 2014.



Aburizal Bakrie pernah menduduki peringkat pertama sebagai orang terkaya di Indonesia pada tahun 2007 berdasarkan ulasan majalah Forbes Asia. Ini dikarenakan saat itu nilai barang komoditas seperti pertambangan dan perkebunan yang memang menjadi kekuatan utama bisnis Bakrie Group sedang naik-naiknya. Kekayaan Aburizal Bakrie dan Bakrie group pun diperkirakan melonjak lima kali lipat. Mengalahkan orang nomor satu di Indonesia sebelumnya yaitu bos Group Raja Garuda Mas, Sukanto Tanoko.

Padahal saat krisis moneter, perusahaan bakrie group sempat hampir colaps karena tak kuat diguncang badai krismon.

Keberuntungan tersebut terjadi karena ada dua hal yang sedang terjadi bersamaan yaitu harga komoditas yang sedang naik dan serbuan investor asing ke pasar Asia Pasifik. Bursa Saham Indonesia pun saat itu sedang tumbuh hingga 52%.

Menurut Dradjad Wibowo, seorang pakar ekonomi, Bakrie group mengalami perkembnagan hingga lima kali lipat dikarenakan hal-hal berikut :
·         Kepiawaian membaca pasar dan mencuri peluang dari pesaingnya
·         Keberuntungan
·         Kedekatan dengan kelompok penguasa
·         Kemujuran

Keluarga Aburizal Bakrie

Aburizal Bakrie mempunyai tiga adik yaitu sebagai berikut :
·         Roosmania Odi Bakrie, menikah dengan Bangun Sarwito Kusmulyono
·         Indra Usmansyah Bakrie, menikah dengan Gaby Djorgie
·         Nirwan Dermawan Bakrie, menikah dengan Indira (Ike)

Aburizal menikah dengan Tatty Murnitriati dan dikaruniai tiga anak sebagai berikut:

·         Anindya Novyan Bakrie, menikah dengan Firdani Saugi
·         Anindhita Anestya Bakrie, menikah dengan Taufan Nugroho
·         Anindra Ardiansyah Bakrie, menikah dengan Nia Ramadhani

Pekerjaan
1992 - 2004 Komisaris Utama/Chairman, Kelompok Usaha Bakrie
1989 – 1992 Direktur Utama PT. Bakrie Nusantara Corporation
1988 – 1992 Direktur Utama PT Bakrie & Brothers
1982 – 1988 Wakil Direktur Utama PT. Bakrie & Brothers
1974 –1982 Direktur PT. Bakrie & Brothers
1972 – 1974 Asisten Dewan Direksi PT. Bakrie & Brothers

Biografi Rusdi Kirana Pendiri dan Pemilik Lion Air

Dahulu, hanyalah mimpi disiang bolong orang biasa bisa pergi naik pesawat.

Dahulu, harga tiket pesawat begitu selangit tak mungkin terjangkau oleh orang biasa seperti saya.

Dahulu, jika ada pesawat lewat diatas rumah, saya hanya bisa melambaikann tangan sambil berteriak daa...daa.... pesawat karena merasa mustahil bisa berada di dalamnya.

Namun ketika beranjak tahun 2000an, sepertinya dunia sudah berputar 360 derajat. Hampir ssemua orang dari kalangan apapun bisa naik pesawat. Harga tiket pesawat yang sebelumnya hanya bisa dijangkau oleh yang berduit tebal, sekarang yang berkantong pas-pasan pun bisa membelinya. Orang seperti saya-pun tak hanya melambaikan tangan saja namun sudah bisa berada di dalamnya. 

Bahkan jika dibandingkan, harga tiket pesawat dengan kereta api terkadang lebih terjangkau harga tiket pesawat sehingga orang lebih memilih menggunakan pesawat terbang.

Memang yang seharusnya adalah demikian, mengingat negara Indonesia adalah negara kepulauan dimana transportasi udara sangat memegang peranan penting bagi mobilitas warganya.

Konon, fenomena seperti itu diawali oleh salah satu maskapai penerbangan nasional yang terkenal dengan semboyan “We make people fly”, Lion Air. Maskapai inilah yang mempelopori harga tiket pesawat yang lebih miring sehingga setiap orang benar-benar terjangkau untuk membelinya. Hal inilah yang membuat bisnis penerbangan di negara ini menjadi semakin semarak. Hingga membuat banyak maskapai penerbangan lain yang meniru hal serupa.

Tahukah teman siapakah yang telah mendirikan Lion Air? Dialah Kirana bersaudara yaitu Rusdi Kirana dan Kusnan Kirana. Namun di kesempatan kali ini, penulis akan membahas tentang Biografi Rusdi Kirana. Berikut ulasannya.

Biografi Rusdi Kirana

Rusdi Kirana dilahirkan pada tanggal 17 Agustus 1963 dari keluarga seorang pedagang. Sedari kecil Rusdi bersaudara sudah terbiasa dengan atmosfer perbisnisan yang kemudian akan menjadi bekalnya dalam membesarkan Lion Air.

Mendirikan Lion Air

Sebenarnya karir awal Rusdi Kirana adalah seorang penjual mesin ketik Amerika yang bermerk “Brother”. Namun kemudian ia bersama sang kakak yaitu Kusnan Kirana membuat sebuah biro perjalanan. Kemudian mereka berdua memutuskan untuk mendirikan maskapai penerbangan sekalian dengan modal satu pesawat jet yang dibelinya di bulan Juni 2000. Impian mereka berdua adalah membangun sebuah maskapai penerbangan yang kemudian mereka besarkan bersama.

Namun entah kenapa tiga bulan setelahnya Rusdi sepertinya goyah dan ingin menjual pesawat itu. Untunglah sang istri mencegahnya dan terus memotivasi suaminya untuk melanjutkan mimpi-mimpinya bersama sang kakak. Disinilah awal mula Lion Air diuji. Belum genap satu tahun sudah banyak pakar yang memperkirakan bahwa Rusdi Kirana bakal gagal emmpertahankan Lion Air bahkan Rusdi pun sempat akan menjual saham Lion Air dengan harga lebih dari 1 juta dollar namun karena kondisi pasar saham yang tak kondusif akhirnya niat itu dibatalkannya. Tak ada jalan lain, harus terus maju mengembangkan Lion Air.

Memajukan Lion Air

Perlahan namun pasti akhirnya Rusdi Kirana berhasil membuat Lion Air jadi maskapai penerbangan yang patut diperhitugkan. Kerja keras, keuletan dan sifat supel Rusdi sangat membantu dalam membesarkan Lion Air. Sifat-sifat itu diturunkan oleh orang tua Rusdi yang notabene adalah juga seorang entrepreneur. Rusdi sangatlah pandai bergaul. Beliau bisa menyesuaikan dan bisa membawa diri ketika masuk dalam lingkungan yang baru sekalipun sehingga banyak orang yang simpatik dengan beliau.

Rusdi Kirana bersama Lion Air telah menjadi pelopor penerbangan komersil yang murah di tanah air. Namun begitu Rusdi pun sadar bahwa walau harganya miring namun keselamatan tpenumpang dan kru tetaplah nomor satu.

Rusdi selalu memantau bagaimana kondisi pesawatnya, apakah layak terbang ataukah tidak. Walau Lion Air juga pernah mengalami nasib naas tetapi itu tak menyyurutkan langkah Kirana bersaudara untuk tetap eksis dan mengembangkan perusahaan itu.

Lion Air sebagai pelopor maskapai penerbangan low cost telah menunnukkan bisa eksis dengan kemampuannya melayani lebih banyak penumpang meski awalnya sempat diragukan. Semakin bertambah waktu semkin bertambah pula pelanggan Lion Air. Bahkan banyak dari calon penumpang tersebut harus mengantre untuk mendapatkan tiket.

Perusahaan penerbangan yang awalnya hanya menggunakan pesawat Boeing 737-900ER ini kemudian menggebrak pasaran dunia dengan ditandatanganinya surat pembelian pesawat Airbus jenis A320 sebanyak 234 buah di Paris, Prancis pada Senin 18 Maret 2013. 234pesawat tersebut terdiri dari 109 pesawat A320neo, 65 A321neo, & 60 A320ceo. Dalam tahun tersebut mereka akan mengeluarkan dana sebesar USD 24 miliar (Rp 233 triliun). Padahal, Tahun 2011 lalu, Lion Air telah mengumumkan pembelian 201 pesawat Boeing yang nilainya USD 22 miliar (Rp 214 triliun). Lion Air terkenal sebagai maskapai penerbangan yang paling banyak memakai pesawat Boeing  737-900ER dan sekarang mempelopori penggunaan jenis pesawat airbus yang tentu lebih canggih.

Lion Air juga menawarkan segala kenyamanan pada penumpangnya seperti kondisi pesawat yang layak terbang, keramah-tamahan pramugarinya, kecakapan kru pesawat lainnya serta performa dan kemajuan teknologi yang dimilikinya mmebuat pelanggannya betah menggunakan Lion Air.

Pengakuan Prestasi Rusdi Kirana

Rusdi Kirana dan sang kakak terbukti berhasil membesarkan Lion Air. Saat ini total kekayaan mereka berdua hingga tahun 2012 tercatat sebesar 900 juta dollar. Hal ini membuat Kirana bersaudara menjadi orang terkaya yang ke 33 dari 40 orang terkaya di Indonesia tahun 2012. Rusdi Kirana pun dinobatkan sebagai tokoh bisnis paling berpengaruh oleh media ekonomi nasional. Kini perusahaan Kirana bersaudara tersebut telah siap menembus pasaran dunia.

Lion Air Crash

Tak ada gading yang tak retak. Begitulah bunyi peribahasa yang mengartikan bahwa tak ada yang sempurna di dunia ini. Begitu juga dengan Lon Air. Walau secara manajemen sudah tertata rapi namun yang namanya sial pernah juga dialami Lion Air. Tanpa berniat mengungkit kesalahan, penulis hanya mmeberikan informasi seobyektif mungkin. Berikut beberapa foto Lion Air ketika mengalami "kesialan".

Biografi WR Soepratman Pengarang Lagu Indonesia Raya

Wr Supratman
Hai teman-teman...
Kali ini aku mau mengulas tentang Biografi WR Supratman. Itu tuh yang ngarang lagu kebangsaan Indonesia Raya (anak SD aja juga tau). Yuk disimak biografinya.

Lahir dan Masa Kecil

WR Soepratman atau Wage Rudolf Soepratman dilahirkan pada tanggal 9 Maret 1903 tepatnya hari Senin Wage, di Jatinegara Jakarta. Tapi ada pula versi yang menyebutkan kelahirannya adalah tanggal 19 Maret. Ia adalah anak dari seorang sersan di Batalyon VIII yang bernama Senen. WR Soepratman adalah tujuh bersaudara. Salah satu kakaknya yang juga ikut menorehkan sejarah kesuksesan beliau adalah Roekijem yang bersuamikan seorang Belanda yang bernama Willem van Eldik.

Ketika WR Soepratman berumur 11 tahun, ia ikut kakaknya Roekitjem yang berdomisili di Makassar. WR Soepratman kemudian disekolahkan oleh kakak iparnya.

WR Soepratman kemudian mendalami bahasa Belanda selama 3 tahun yang kemudian berlanjut ke Normaalschool. Pada tahun 1923 yaitu ketika WR Soepratman telah menamatkan pendidikannya, ia lalu menjadi guru di Sekolah Angka 2. Pada tahun 1925, ijazah Klein Ambtenaar miliknya keluar.

Setelah keluar dari guru di Sekolah Angka 2, WR Soepratman kemudian bekerja di sebuah perusahaan dagang yang di Ujung Pandang. WR Soepratman kemudian beralih profesi menjadi wartawan surat kabar Kaoem Moeda di Bandung yang kemudian berpindah ke surat kabar Sin Poo di Jakarta. Pada saat itulah, WR Soepratman banyak bergaul dengan tokoh pergerakan nasional dan dirinya mulai tertarik dengan pergerakan nasional.

Dari hubungannya dengan tokoh-tokoh nasionalis tersebut, timbullah rasa benci terhadap Belanda yang kemudian ia tuliskan rasa tidak senang itu di sebuah buku karangannya yang berjudul Perawan Desa. Buku itu memberikan inspirasi banyak orang agar bersatu untuk melawan Belanda sehingga buku tersebut dilarang beredar oleh Belanda.

WR Soepratman kemudian berpindah tugas di kota Singkang, namun kemudian WR Soepratman mengundurkan diri dari wartawan dan pulang kembali ke rumah kakaknya, Roekitjem di Makassar.

Roekitjem adalah seorang yang ahli bermain musik biola dan sandiwara. Banyak hasil kreasinya baik itu musik biola atau sandiwara yang kemudian dipentaskan di mes militer. Keahlian sang kakak ini kemudian menarik minat WR Soepratman akan musik. Beliau akhirnya banyak belajar musik dari sang kakak dan membaca buku-buku musik milik kakaknya. Beliau juga diajari musik oleh kakak iparnya yaitu suami Roekitjem. WR Soepratman menunjukkan kemajuannya dalam bermain musik, beliau bahkan sudah bisa menggubah lagu. Suatu hari, WR Soepratman membaca suatu majalah yang bernama majalah Timbul yang isinya menantang para ahli musik Indonesia untuk menciptakan lagu kebangsaan.

Mengetahui hal ini, WR Soepratman merasa tertantang untuk ikut menciptakan karya luhur tersebut. WR Soepratman lalu menggubah lagu yang kemudian pada 1924 terciptalah lagu “Indonesia Raya” karyanya.
Pada tahun 1928 bulan Oktober, diadakanlah Kongres Pemuda II dimana para tokoh pergerakan nasional dan perwakilan para pemuda seluruh Indonesia berkumpul untuk menyatukan visi mencapai Indonesia Merdeka. Di situ WR Soepratman juga hadir dan pertama kalinya beliau memperdengarkan lagu Indonesia Raya secara instrumental dengan biola (tanpa syair). Mengapa dikumandangkan lagu Indonesia Raya itu secara instrumental? Hal ini adalah usulan Soegondo Djojopuspito, salah satu tokoh pergerakan nasional, dengan alasan menjaga situasai politik dan kondisi saat itu. Banyak hadirin terpukau dengan lagu itu. Lagu tersebut telah berhasil mewakili keinginan rakyat Indonesia untuk segera merdeka dari Belanda.

Sesudah kongres itu, lagu Indonesia raya selalu diperdengarkan di kongres politik dan kongres nasional lainnya.

Belanda begitu khawatir akan efek persatuan yang ditimbulkan oleh lagu itu. Akhirnya Belanda selalu memburu WR Soepratman yang telah menciptakan lagu tersebut. Karena selalu menghindar dari kejaran polisi Belanda, W Soepratman akhirnya kelelahan dan jatuh sakit di Surbaya. WR Soepratman juga menciptakan lagu “Matahari Terbit” pada tahun 1938, ia kemudian menyiarkan lagu tersebut bersama pandu-pandu NIROM di jalan Embong Malang yang akhirnya membuatnya benar-benar ditangkap oleh Belanda dan dijebloskan di penjara Kalisosok Surabaya.

Kesehatannya yang menurun drastis ditambah tekanan fisik serta psikis karena diburu oleh Belanda membuat WR Soepratman akhirnya jatuh sakit dan meninggal dunia pada hari Rabo Wage, tanggal 17 Agustus 1938. Beliau meninggal dunia tepatnya di Jl Mangga no 21 Surabaya dan dimakamkan secara Islam di Makam Umum Kapasan, Jl. Kenjeran Surabaya.
Makam WR Supratman

WR Soeprtman telah berjasa dalam membuat lagu yang bisa menyatukan rakyat Indonesia dan memberikan kobaran semangat demi terciptanya Indonesia Merdeka. Namun WR Sepratman sendiri tak sempat menghirup udara kemerdekaan karena keburu meninggal. Beliau tidak pernah menikah dan memiliki anak bahkan anak angkat sekalipun. Hidupnya diabdikan untuk perjuangan kemerdekaan Indonesia melalui lagu.
Sebelum meninggal, WR Soepratman sempat menulis sebuah surat yang berisi seperti berikut : 

“Nasipkoe soedah begini. Inilah yang di soekai oleh Pemerintah Hindia Belanda. Biar saja meninggal, Indonesia pasti merdeka”.

Yang artinya : “Takdirku memang begini. Inilah yang diinginkan pemerintah Hindia Belanda. Biarlah saya meninggal, Indonesia pasti merdeka”.

Selain Indonesia Raya dan Matahari Terbit, WR Soepratman juga menciptakan lagu-lagu perjuangan lainnya. Berikut ini adalah lagu-lagu karya beliau :

Kebangsaan Indonesia Raya (1928),
Indonesia Ibuku (1928),
Bendera Kita Merah Putih (1929), 
Raden Ajeng Kartini (1929),
Lagu Mars Kepanduan Bangsa Indonesia (1930), 
Di Timoer Matahari (1931), 
Mars Parindra (1937), 
Mars Soerya Wirawan (1937), 
Matahari Terbit (1938), 
dan lagu Selamat Tinggal (1938) belum terselesaikan.

WR Soepratman juga mengarang buku-buku yang isinya mengajak untuk bersatu, seperti Perawan Desa, Darah Moeda dan Kaoem Panatik (1929).

Pada tanggal 26 Juni 1958 dikeluarkanlah Kepres No 44/1958 yang isinya menetapkan lagu Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan Indonesia.
Monumen Wr Supratman

Berikut ini adalah lirik lagu Indonesia Raya
Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Disanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan Tanah Airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu

Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Biografi Nelson Mandela – Presiden Afrika Selatan

Setelah dunia berduka atas kematian Paul Walker sang aktor Fast and Furious 7 pada 30 November 2013 lalu, dunia kembali berduka atas kematian seorang pejuang kesetaraan ras sekaligus Presiden Afrika Selatan kulit hitam pertama, Nelson Mandela.

Kali ini penulis akan mengulas tentang Biografi Nelson Mandela yang telah wafat pada tanggal 5 Desember 2013 lalu. Berikut ini biografinya

Biografi Nelson Mandela

Nelson Mandela adalah Presiden dari kulit hitam Afrika Selatan yang pertama. Beliau terkenal selain sebagai presiden kulit hitam pertama untuk negara AfSel juga terkenal karena perjuangannya menentang program apartheid yaitu suatu program pemerintah yang didominasi kulit putih yang mencoba untuk menyingkirkan dan menindas suku kulit hitam. Nelson Mandela secara gigih menggencarkan serangan anti apartheid yang kemudian sukses mengantarkannya mendapat hadiah Nobel perdamaian.

Nelson Mandela bernama lengkap Nelson Rolihlah Mandela. Beliau dilahirkan di Mvezo, Afrika Selatan pada tanggal 18 Juli 1918. Masa kecil Nelson ia habiskan di daerah Thembu Afrika Selatan sebagai penggembala ternak bersama teman-temannya. 

Nelson Mandela adalah keturunan raja di sebuah suku ternama Afrika Selatan, yaitu suku Thembu. Namun ia adalah anak pertama yang merasakan bangku sekolah diantara keluarganya. Semua orang tua dan saudara-saudaranya kebanyakan buta huruf. Namun begitu sang ibu yang penganut kristen taat sering mengirim Nelson ke sekolah kristen guna mendalami injil. 

Nama Nelson sendiri adalah pemberian dari gurunya. Ia pun tak mengetahui mengapa sang guru memberinya nama Nelson. Memang ada budaya ketika murid masuk sekolah maka ia harus menggunakan nama Britania, termasuk Nelson. Nelson sendiri lebih populer dipanggil Madiba jika diantara kelompok se sukunya.

Masa Sekolah

Nelson adalah satu-satunya anak dari keluarganya yang bersekolah. Ketika berusia 16 tahun, Nelson belajar di Clarkebury Boarding Institut. Di sanalah ia pertama kalinya mempelajari kebudayaan barat.

Setelah selesai belajar di Clarkerybury Boarding Institut, Nelson meneruskan studinya ke Fort Hale University untuk mengikuti program B.A. Di sinilah Nelson bertemu seorang yang akan menjadi partner setianya dalam berjuang kelak yaitu Oliver Tambo. Ketika mengenyam pendidikan disana, Nelson merasakan adanya keganjilan yaitu persoalan konsumsi atau makanan untuk mahasiswa yang terkesan dikorupsi. Nelson pun menghimpun masa untuk melakukan aksi protes yang buntutnya ia diminta keluar dari university tersebut.

Nelson Mandela kemudian pindah ke Johannesburg dan melanjutkan studinya di University of the Witswatersrand untuk mengambil hukum. Beliau kemudian melanjutkan lagi studynya di University of South Africa.

Kegiatan Politik

Awalnya Nelson Mandela tak menganggap Britania yang waktu itu menduduki Afrika Selatan sebagai Kolonialis, namun setelah ia melihat sendiri bagaimana perlakuan kulit putih terhadap kulit hitam yang terkenal dengan gerakan apartheid, Nelson Mandela pun akhirnya tersadar dan menggabungkan diri dengan ANC yaitu African National Congress yaitu suatu organisasi yang memperjuangkan kemerdekaan Afrika Selatan.

Disela-sela studinya, Nelson Mandela aktif dalam organisasi ANC tersebut. Beliau begitu lantang menentang gerakan apartheid yang menyengsarakan warga kulit hitam. Melihat seharusnya warga kulit hitamlah yang diutamakan karena itu adalah warga dan pemilik asli negara Afrika Selatan.

Dipenjarakan

Karena keaktifannya dan kevokalannya menentang gerakan apartheid inilah Nelson Mandela akhirnya langganan masuk bui. Pada tanggal 5 Agustus 1962, Nelson Mandela ditangkap dan dijebloskan ke penjara di Johannesburg Fort. Dua bulan kemudian beliau divonis 5 tahun penjara. Puncaknya pada 12 Juni 1964, Nelson Mandela dan sekelompok aktivis lainnya dijatuhi hukuman seumur hidup.

Nelson Mandela menghabiskan hari-harinya dipenjara hampir selama 30 tahun. Namun pejuangannya dalam memerangi apartheid terus berlangsung dari balik jeruji. Pada 11 Februari 1990, Nelson Mandela dibebaskan atas perintah Presiden Frederik Willem de Clerk, itupun terjadi karena sang presiden de Klerk ditekan oleh dunia internasional. Setelah itu Mandela dan de Klerk mendapat anugrah Hadiah Nobel perdamaian pada tahun 1993.

Nelson Mandela Menjadi Presiden Afrika Selatan

Setelah bebas, Afrika menggelar pemilihan umum langsung yang diikuti oleh warga multi ras guna memilih Presiden AfSel. Dlam pemilu ini Nelson Mandela keluar sebagai pemenangnya dan dinobatkan sebagai Presiden Afrika Selatan pertama yang berasal dari kulit hitam dan dipilih secara langsung oleh warga multi ras. Nelson Mandela menjabat sebagai Presiden selama lima tahun yaitu Mei 1994 hingga Juni 1999.

Dalam masa pemerintahannya itu, Nelson Mandela pertama kali melakukan pembubaran gerakan apartheid, memerangi kemiskinan dan menyetarakan hak dan kewajiban warga kulit hitam dan kulit putih. Namun beliau tampaknya kurang concern dalam memerangi masalah AIDS. Terbukti anaknya sendiri Makgatho Mandela meninggal dunia karena penyakit ini.

Setelah selesai mengemban jabatan sebagai Presiden, Nelson Mandela memilih tak mencalonkan lagi. Beliau kemudian aktif dalam bidang sosial kenegaraan seperti mengkampanyekan anti apartheid, memberantas AIDS dan memberantas kemiskinan melalui Nelson Mandela Foundation yang didirikannya.

Kehidupan Rumah Tangga

Gejolak kehidupan Nelson Mandela ternyata juga terjadi di kehidupan rumah tangganya. Nelson Mandela menikah hingga tiga kali. Yang pertama adalah pernikahannya dengan Evelyn Ntoko Mase yang kemudian berakhir dengan perceraian setelah membina rumahtangga selama 13 tahun. Mereka bercerai pada 1957. 

Mandela kemudian menikah lagi dengan Winnie Madikizela, namun nasibnya juga sama. Mereka bercerai pada 1996 setelah menikah selama 38 tahun. Pada saat Nelson Mandela merayakan ulang tahunnya yang ke 80, beliau juga menggelar pernikahan dengan janda dari mantan Presiden Mozambik Samora Machel yaitu Graca Machel sekaligus juga temannya saat menjadi aktivis di ANC. Begitulah perjalanan rumah tangga Nelson Mandela yang juga bergelombang seperti karir politiknya.

Nelson Mandela Meninggal Dunia

Pada tanggal 5 Desember 2013 lalu telah diumumkan bahwa Nelson Mandela sang pejuang anti apartheid tersebut tutup usia pada 85 tahun. Presiden Afrika Selatan yang sedang menjabat saat itu yaitu Jacob Zuma mengumumkan secara resmi akan wafatnya sang mantan presiden tersebut.

Nelson Mandela adalah salah satu kepala negara dunia yang sangat gemar mengenakan batik. Hampir disetiap kesempatan beliau lebih memilih berbusana batik. Kita sebagai bangsa Indonesia yang merupakan negara asal batik harusnya lebih bangga mengenakan batik.

Nelson Mandela dikenang akan perjuangannya yaitu anti apartheid dan mengentaskan warga kulit hitam dari kemiskinan srta memerangi AIDS. Warga Afrika Selatan menjulukinya sebagai “Bapak Bangsa”.
Nelson Mandela mendapat penghargaan hampir sejumlah 200 buah dimana salah satunya yang bergengsi adalah hadiah Nobel Perdamaian pada 1993.

Untuk mengenang jasa-jasanya, Afrika Selatan membangun sebuah monumen Nelson Mandela yang unik yaitu seperti hologram, sebelum ini belum ada monumen tokoh seperti itu. rata-rata hanya berbentuk patung saja. Berikut ini adalah gambar Monumen Nelson Mandela.

Back to top